Event KampusInfo Kampus

Universitas BSI Kampus Yogyakarta Latih PKK Sirkoyo 2 Olah Tongseng Kuah Air Kelapa dan Beer Jogja

×

Universitas BSI Kampus Yogyakarta Latih PKK Sirkoyo 2 Olah Tongseng Kuah Air Kelapa dan Beer Jogja

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, 26 Mei 2025 – Program Studi Perhotelan Universitas BSI Kampus Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kali ini, kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok PKK Sirkoyo 2 di Desa Budaya Diro, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, pada Minggu, 25 Mei 2025. Mengangkat tema “Olahan Tongseng Kambing Kuah Air Kelapa dan Minuman Beer Jogja”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kuliner masyarakat melalui pemanfaatan bahan lokal yang mudah diperoleh.

Acara yang berlangsung di Pendopo PKK Sirkoyo 2 ini dihadiri oleh 25 anggota PKK dan dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua PKK Sirkoyo 2, Ibu Titin Suhartini. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan apresiasi atas dukungan dan kepedulian Universitas BSI terhadap pemberdayaan masyarakat. “Kami sangat bersyukur atas pelatihan ini. Semoga keterampilan yang diajarkan dapat meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK dalam mengembangkan usaha kuliner,” tuturnya.

Rangkaian acara dipandu oleh Atun Yulianto, SE, MM, yang juga merupakan salah satu anggota tim PKM. Materi pelatihan disampaikan oleh R. Jati Nurcahyo, ST, MM selaku Ketua PKM, dengan didampingi oleh dua anggota lainnya, Erlangga Brahmanto, SE, MM dan Wisnu Hadi, S.Pd, MM. Fokus pelatihan adalah pengolahan Tongseng Kambing Kuah Air Kelapa dan Minuman Beer Jogja, dua kreasi kuliner khas yang dikembangkan untuk memiliki cita rasa lokal sekaligus bernilai jual.

Resep tongseng kambing yang diajarkan menggunakan bahan utama berupa 500 gram daging kambing yang dimasak dengan air kelapa segar sebanyak 1000 ml. Bumbu rempah terdiri dari daun salam, lengkuas, serai, merica, bawang merah, bawang putih, kemiri, daun jeruk, serta tambahan kecap manis dan garam untuk menyeimbangkan rasa. Potongan bunga kol dan tomat merah melengkapi sajian ini, menciptakan paduan rasa gurih, segar, dan rempah yang khas.

Sementara itu, untuk pembuatan Minuman Beer Jogja, peserta diajarkan meracik bahan-bahan herbal seperti secang, sereh, jahe bakar yang digeprek, cengkeh, kapulaga, kayu manis, serta gula batu sebagai pemanis alami. Semua bahan direbus bersama satu liter air, lalu ditambahkan perasan jeruk nipis atau lemon untuk memberikan rasa segar dan sedikit asam. Minuman ini tidak mengandung alkohol dan dikenal berkhasiat menghangatkan tubuh serta meningkatkan daya tahan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik langsung di lokasi. Banyak dari mereka mengaku tertarik mencoba resep di rumah dan menjadikannya sebagai peluang usaha rumahan. “Rasanya unik dan mudah dibuat. Saya yakin ini bisa jadi peluang usaha baru di kampung,” ujar ibu Titin salah satu peserta.

Menutup kegiatan, R. Jati Nurcahyo menyampaikan harapan agar ilmu yang diberikan dapat diaplikasikan secara nyata. “Kami berharap pelatihan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas BSI Kampus Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui inovasi kuliner yang berakar pada kearifan lokal. PKM ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memajukan masyarakat, khususnya kaum ibu dalam sektor UMKM kuliner berbasis tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *