<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknologi AI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/teknologi-ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/teknologi-ai/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 06:57:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Teknologi AI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/teknologi-ai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tantangan Etika AI di Kampus: Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Akademik</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tantangan-etika-ai-di-kampus-antara-inovasi-dan-tanggung-jawab-akademik/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tantangan-etika-ai-di-kampus-antara-inovasi-dan-tanggung-jawab-akademik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 06:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber Security]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5686</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tantangan-etika-ai-di-kampus-antara-inovasi-dan-tanggung-jawab-akademik/">Tantangan Etika AI di Kampus: Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Akademik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan kini menjadi pedang bermata dua antara efisiensi inovasi dan tantangan etika. Cyber University atau Universitas Siber Indonesia, menegaskan pentingnya regulasi dan literasi digital agar teknologi ini tidak menggerus nilai-nilai integritas akademik.</p>
<p>Teknologi AI saat ini menghadirkan peluang besar melalui sistem pembelajaran adaptif yang menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu mahasiswa. Dosen pun terbantu dalam menyusun bahan ajar hingga memberikan umpan balik secara lebih cepat dan terstruktur.</p>
<p>Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran terkait penggunaan AI untuk menghasilkan karya ilmiah tanpa proses berpikir mandiri. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan jika tidak disertai aturan dan pedoman penggunaan yang tegas.</p>
<p>Dicky Haryanto, Ketua Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University, menyatakan bahwa transparansi menjadi prinsip krusial dalam implementasi teknologi ini. Menurutnya, setiap penggunaan AI dalam tugas maupun penelitian harus disertai pengakuan yang jelas.</p>
<p>&#8220;Institusi perlu menetapkan batasan yang jelas serta mekanisme deteksi yang adil. Selain itu, perlindungan data pribadi mahasiswa harus tetap menjadi prioritas utama,&#8221; ujar Dicky dalam keterangan resminya, Kamis (23/4).</p>
<p>Dicky menambahkan bahwa regulasi yang adaptif sangat diperlukan agar inovasi tidak terhambat namun tetap berada dalam koridor etika.</p>
<p>&#8220;Penguatan literasi digital bagi pendidik dan mahasiswa menjadi fondasi untuk memahami cara kerja serta risiko AI,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Prodi Teknologi Informasi Cyber University kini mulai mengintegrasikan pembelajaran AI yang menekankan aspek tanggung jawab profesional, tidak hanya penggunaan. Pendekatan ini dilakukan melalui kurikulum berbasis industri dan riset terapan bagi para mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Upaya ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Ke depan, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong transformasi digital nasional,&#8221; tutup Dicky.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tantangan-etika-ai-di-kampus-antara-inovasi-dan-tanggung-jawab-akademik/">Tantangan Etika AI di Kampus: Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Akademik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tantangan-etika-ai-di-kampus-antara-inovasi-dan-tanggung-jawab-akademik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop “The Future of Artificial Intelligence” Sukses Digelar, Peserta dari Berbagai Kampus dan Industri Sangat Antusias</title>
		<link>https://jogjahitz.com/workshop-the-future-of-artificial-intelligence-sukses-digelar-peserta-dari-berbagai-kampus-dan-industri-sangat-antusias/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/workshop-the-future-of-artificial-intelligence-sukses-digelar-peserta-dari-berbagai-kampus-dan-industri-sangat-antusias/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 02:18:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Sains Data]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi AI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<category><![CDATA[workshop AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211;  Himpunan Mahasiswa Sains Data (HIMASATA) Universitas...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/workshop-the-future-of-artificial-intelligence-sukses-digelar-peserta-dari-berbagai-kampus-dan-industri-sangat-antusias/">Workshop “The Future of Artificial Intelligence” Sukses Digelar, Peserta dari Berbagai Kampus dan Industri Sangat Antusias</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Depok &#8211;  Himpunan Mahasiswa Sains Data (HIMASATA) Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “The Future of Artificial Intelligence: Agentic AI Implementation for Business Process Automation” pada Sabtu (6/12) di UNM kampus Margonda, Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Acara ini berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja industri, hingga para dosen yang ingin mendalami perkembangan terbaru teknologi Artificial Intelligence (AI).</p>
<p>Workshop ini menghadirkan narasumber utama Ilham Maulana, seorang AI &amp; Machine Learning Researcher sekaligus CTO PT Iner Corp Indonesia, yang membagikan wawasan mendalam tentang bagaimana Agentic AI dapat diimplementasikan untuk mengotomatiskan proses bisnis modern. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar, workflow implementasi, hingga praktik langsung melalui hands-on project.</p>
<p>Acara ini juga menarik minat peserta dari luar UNM, seperti mahasiswa kampus sekitar Jabodetabek yang datang untuk mengikuti workshop ini. Workshop berlangsung dari pukul 08.30 sampai 12.30 WIB dengan suasana kondusif dan interaktif.</p>
<p>Ketua HIMASATA, Dewi Rahmawati  mengungkapkan bahwa workshop ini memiliki misi besar bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.</p>
<p>“Tujuan diadakannya Workshop Agentic AI ini adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas dan aplikatif mengenai bagaimana teknologi AI yang bersifat otonom dapat digunakan dalam otomatisasi proses bisnis. Tidak hanya mengetahui konsepnya, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis HIMASATA untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih adaptif di tengah cepatnya transformasi digital.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis AI yang berdampak. Kompetensi seperti ini sangat penting agar mereka siap menghadapi tantangan industri ke depan,” sambungnya.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bukti komitmen HIMASATA dalam mendukung pelatihan teknologi yang relevan dan aplikatif. Dengan meningkatnya kebutuhan akan penerapan AI dalam dunia kerja, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi peserta agar siap menghadapi era digital berbasis automasi.</p>
<p>Workshop “The Future of AI” ini ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian sertifikat. Para peserta mengaku puas dan berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan topik yang lebih luas dan mendalam.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/workshop-the-future-of-artificial-intelligence-sukses-digelar-peserta-dari-berbagai-kampus-dan-industri-sangat-antusias/">Workshop “The Future of Artificial Intelligence” Sukses Digelar, Peserta dari Berbagai Kampus dan Industri Sangat Antusias</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/workshop-the-future-of-artificial-intelligence-sukses-digelar-peserta-dari-berbagai-kampus-dan-industri-sangat-antusias/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika AI Gagal Menggantikan Empati</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ketika-ai-gagal-menggantikan-empati/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ketika-ai-gagal-menggantikan-empati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 01:10:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Kecerdasan buatan (AI) semakin merasuk dalam kehidupan sehari-hari....</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-ai-gagal-menggantikan-empati/">Ketika AI Gagal Menggantikan Empati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Kecerdasan buatan (AI) semakin merasuk dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari aplikasi hiburan, media sosial, hingga chatbot percakapan, teknologi ini seolah telah menjadi teman sekaligus penuntun generasi muda. Namun, di balik segala kemudahan yang ditawarkan, tersimpan sisi gelap yang perlu diwaspadai. AI yang tidak disikapi dengan bijak dapat memicu masalah psikologis, disinformasi, bahkan ketergantungan emosional yang berbahaya.</p>
<p>Kasus tragis Adam Raine, seorang remaja asal Amerika Serikat yang mengakhiri hidupnya setelah kerap bergantung pada chatbot AI, menjadi bukti nyata bahwa teknologi tidak selalu mampu memberikan jawaban manusiawi. AI memang bisa merespons pertanyaan, tetapi ia tidak bisa menggantikan empati, bimbingan, dan interaksi sosial yang sesungguhnya dibutuhkan oleh manusia. Tragedi ini adalah alarm keras agar generasi muda tidak terjebak dalam ketergantungan teknologi tanpa bekal literasi digital yang kuat.</p>
<p>Fenomena ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda. Literasi digital tidak bisa lagi dipandang sebagai tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama. Tanpa pemahaman kritis dan pendidikan yang memadai, generasi kita bisa menjadi korban dari produk teknologi yang justru menjerumuskan.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir dengan komitmen membekali mahasiswa agar mampu memahami, mengendalikan, sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak. Pendidikan tinggi tidak boleh hanya memberikan teori, tetapi juga harus menyediakan praktik nyata agar mahasiswa siap menghadapi tantangan digital.</p>
<p>UNM Kampus Margonda menawarkan program studi unggulan seperti Informatika, Sistem Informasi, Sains Data, dan Bisnis Digital. Kurikulum yang disusun bukan hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik, penelitian, dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Salah satu bentuk komitmen nyata adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, di mana mahasiswa belajar selama tiga tahun di kampus dan menjalani satu tahun penuh magang profesional di industri. Dengan program ini, mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan dunia kerja.</p>
<p>Selain itu, dukungan fasilitas modern seperti laboratorium komputer, ruang kelas interaktif, hingga student corner, semakin melengkapi proses pembelajaran. Biaya kuliah yang terjangkau dan dapat dicicil juga menjadikan UNM sebagai pilihan realistis bagi banyak keluarga tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.</p>
<p>Di tengah derasnya arus perkembangan AI, pendidikan adalah benteng terbaik bagi generasi muda. Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda siap menjadi mitra strategis dalam membangun generasi yang kritis, kreatif, dan bijak menghadapi sisi gelap maupun terang dari teknologi modern. Dengan pendidikan yang tepat, generasi muda Indonesia dapat menjadi pengendali teknologi, bukan sekadar pengikut.</p>
<p>Penulis: Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Margonda</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-ai-gagal-menggantikan-empati/">Ketika AI Gagal Menggantikan Empati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ketika-ai-gagal-menggantikan-empati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
