<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SITUBA Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/situba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/situba/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 09:23:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>SITUBA Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/situba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Hitz]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SITUBA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4678</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma soal minum obat tiap hari. Ada rasa capek, bosan, kadang juga bingung harus lapor ke siapa atau kontrol ke mana. Nggak sedikit pasien yang akhirnya merasa jalan sendiri, padahal proses pengobatan TBC butuh pendampingan yang konsisten dan terpantau.</p>
<p>Dari kebutuhan itulah SITUBA Tuberculosis Assistant hadir sebagai pendamping digital bagi pasien TBC di Surakarta. Platform berbasis website ini dirancang untuk mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi laporan, sekaligus memantau perjalanan pengobatan pasien agar tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.</p>
<p>SITUBA dikembangkan oleh dosen-dosen dari UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Solo yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. Sistem ini dibuat untuk menyatukan alur pelaporan TBC, mulai dari kader di lapangan, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam satu sistem real-time.</p>
<p>Wawan mengungkapkan SITUBA hadir agar pasien TBC tidak merasa berjuang sendirian. Semua proses dari deteksi, pemantauan, sampai pendampingan pengobatan bisa terhubung dalam satu sistem.</p>
<p>&#8220;Lewat berbagai fitur unggulan, SITUBA memudahkan proses skrining lapangan, pendampingan minum obat, pengelolaan data pasien dan keluarga, hingga penyajian informasi dan edukasi seputar TBC. Sistem dashboard multi-role juga memungkinkan setiap pihak, dari kader hingga Pemda, memantau perkembangan kasus sesuai perannya masing-masing,&#8221; ungkap Wawan dalam keterangan pers, Senin (19/1).</p>
<p>Ia menambahkan, uji coba internal menunjukkan respons positif dari berbagai pihak.</p>
<p>“Instansi merasa terbantu karena data jadi terintegrasi dan tidak perlu laporan berulang. Kader juga merasakan skrining lebih cepat dan terarah, sementara pasien terbantu dengan pengingat kontrol dan akses edukasi,” jelasnya.</p>
<p>Platform ini sudah resmi diluncurkan sebagai inovasi digital pendamping pasien TBC. Ke depan, SITUBA diharapkan bisa digunakan lebih luas dan berkontribusi dalam mempercepat penanganan TBC di Surakarta. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, hadir secara nyata di masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</title>
		<link>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:17:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Hitz]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SITUBA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Berjuang melawan TBC (Tuberculosis) bukan perkara...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/">SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Berjuang melawan TBC (Tuberculosis) bukan perkara gampang. Rutinitas minum obat, kontrol rutin, sampai rasa capek yang datang silih berganti sering bikin pasien merasa sendirian. Nah, di tengah kondisi itu, hadir SITUBA yang merupakan Tuberculosis Assistant atau platform digital yang dirancang untuk jadi teman digital baru bagi pasien TBC di Surakarta.</p>
<p>SITUBA adalah website terpadu yang membantu proses pendataan, pemantauan, hingga pendampingan pasien TBC secara lebih terstruktur. Lewat satu sistem, pasien bisa terpantau dari tahap skrining, pengobatan, sampai tindak lanjut, tanpa harus terjebak laporan manual yang ribet.</p>
<p>Website ini dikembangkan oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. SITUBA merupakan output dari hibah Penelitian Dana Yayasan (PDY) yang telah diluncurkan dan digunakan.</p>
<p>Wawan menjelaskan bahwa SITUBA dirancang agar pasien TBC tidak merasa berjalan sendiri. Semua proses, dari deteksi sampai pendampingan, bisa terhubung dalam satu sistem yang saling terintegrasi.</p>
<p>&#8220;SITUBA menawarkan manfaat seperti pendampingan pengobatan, pengingat kontrol, serta akses informasi dan edukasi seputar TBC. Semua data pasien juga terhubung langsung dengan kader, puskesmas, hingga kelurahan, sehingga respons bisa dilakukan lebih cepat,&#8221; jelasnya dalam keterangan pers, Senin (19/1).</p>
<p>Ia menambahkan adanya website ini diharapkan dapat menjawab persoalan klasik dalam penanganan TBC, terutama soal data yang selama ini terpisah-pisah dan koordinasi lintas pihak yang sering terkendala. Melalui SITUBA, alur pelaporan dari kader TBC, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dapat terhubung dalam satu sistem real-time.</p>
<p>&#8220;Dalam uji coba awal, respons dari instansi dan masyarakat terbilang positif. Pihak puskesmas dan kelurahan mengapresiasi integrasi data yang mengurangi duplikasi laporan, sementara pasien merasa terbantu dengan adanya pengingat kontrol serta akses informasi yang lebih mudah dipahami,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dengan pendekatan digital yang lebih terintegrasi, SITUBA diharapkan bukan sekadar menjadi sistem pelaporan, tetapi benar-benar hadir sebagai teman digital yang menemani pasien TBC dari awal pengobatan hingga proses pemulihan. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif selalu berkontribusi dalam kemajuan dan efektivitas keseharian masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/">SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
