<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Riset Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/riset/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/riset/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 02:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Riset Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/riset/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</title>
		<link>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lambanapu]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul kembali memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Melalui riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Media Wisata Volume 24 Nomor 1 edisi Mei 2026, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berhasil mengungkap potensi besar Desa Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai desa wisata yang mampu menggabungkan kekuatan alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>Penelitian berjudul Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency tersebut menunjukkan bahwa Desa Lambanapu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. Hasil analisis menempatkan desa tersebut pada posisi yang sangat strategis untuk dikembangkan melalui penguatan potensi yang sudah dimiliki.</p>
<p>Dr. Ani Wijayanti menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi unggulan Desa Lambanapu sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang tepat agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>“Desa Lambanapu memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat sebagai modal pengembangan desa wisata. Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa potensi tersebut tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan,&#8221; jelas Dr. Ani dalam rilis yang diterima, Kamis (18/6).</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan sejumlah daya tarik yang menjadi kekuatan utama Desa Lambanapu. Dari sisi wisata alam, terdapat Bukit Tanau dan Bukit Seribu yang menawarkan panorama khas bentang alam Sumba. Sementara dari sisi budaya, desa ini memiliki Situs Lambanapu sebagai warisan sejarah, berbagai pertunjukan seni tradisional yang dikelola Sanggar Ori Angu dan Sanggar Li Luri, serta kerajinan tenun ikat yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.</p>
<p>Menurut Dr. Ani, kekuatan terbesar Desa Lambanapu terletak pada kombinasi antara keindahan alam dan keaslian budaya yang masih terjaga hingga saat ini.</p>
<p>“Kami melihat bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman autentik. Desa Lambanapu memiliki keduanya. Inilah yang menjadi nilai lebih dibandingkan banyak destinasi lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sebanyak 10 informan yang terdiri dari pengelola desa wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha lokal dilibatkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan peluang pengembangan desa.</p>
<p>Hasil analisis SWOT, IFAS, EFAS, dan Matriks Internal-Eksternal (IE) menunjukkan bahwa Desa Lambanapu berada pada Kuadran I, yang menandakan kondisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang besar. Posisi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki prospek cerah untuk terus tumbuh melalui strategi pengembangan yang agresif dan berkelanjutan.</p>
<p>Atun Yulianto menambahkan bahwa salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah tingginya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Bahkan, sekitar 60 persen anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berasal dari kalangan perempuan.</p>
<p>“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Partisipasi perempuan yang cukup besar menunjukkan adanya modal sosial yang kuat untuk mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan sejumlah strategi pengembangan, mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi dan pemasaran produk lokal.</p>
<p>“Kami merekomendasikan pengembangan paket wisata yang menggabungkan wisata alam, budaya, dan pengalaman langsung bersama masyarakat. Wisatawan dapat menikmati aktivitas trekking, mengunjungi situs budaya, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, hingga belajar membuat tenun ikat khas Sumba. Konsep seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkap Atun.</p>
<p>Selain aspek ekonomi, penelitian ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata. Menurut para peneliti, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Melalui hasil penelitian tersebut, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berharap strategi yang dirumuskan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan Desa Lambanapu sebagai destinasi wisata unggulan di Sumba Timur.</p>
<p>“Potensi yang dimiliki Desa Lambanapu sangat besar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, kami optimistis desa ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam untuk generasi mendatang,” tutup Dr. Ani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 13:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, ada sekelompok peneliti yang tidak hanya berkutat dengan teori, tetapi juga diam-diam mengamati bagaimana manusia dan teknologi saling jatuh cinta, saling bergantung, sekaligus saling melelahkan. Mereka bekerja dalam senyap, mengulik bagaimana dunia digital pelan-pelan membentuk cara orang berinteraksi, menyapa, bahkan merindukan satu sama lain.</p>
<p>Di tengah rutinitas kampus, tim peneliti UBSI yang terdiri dari Panny Agustia Rahayuningsih, Riski Annisa, dan Anna, bersama dua mahasiswa muda yang ikut turun ke lapangan yaitu Rizki Syahwal Ludiansyah dan Rini Afriani mengumumkan hasil penelitian yang lahir dari Program Hibah Internal Yayasan BSI Tahun 2025.</p>
<p>Bukan riset biasa. Ini adalah penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap teknologi digital dalam hubungan antarpersonal, topik yang rasanya dekat dengan siapa saja yang pernah menunggu balasan chat atau merasa gelisah ketika kuota tiba-tiba habis.</p>
<p>Hasil riset ini dipublikasikan dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika, jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, dengan judul yang cukup tajam menggigit “Klasifikasi Persepsi terhadap Teknologi dalam Hubungan Antarpersonal Berdasarkan Interaksi Digital.”</p>
<p>Ada 387 responden usia produktif yang dilibatkan. Dari mereka, muncul gambaran yang jelas tentang bagaimana manusia masa kini membangun hubungan lewat layer scrolling, typing, reacting, dan terkadang overthinking.</p>
<p>Secara teknis, penelitian ini tidak main-main. Tim menggunakan pendekatan ensemble learning, menggabungkan Random Forest, XGBoost, Support Vector Machine (SVM), dan Logistic Regression lewat teknik soft voting. Hasilnya cukup membuat alis para akademisi naik ke atas, Akurasi 82,18%, F1-score 80,26%, dan ROC-AUC 90,26%. Validasi menggunakan stratified 5-fold cross-validation untuk memastikan bahwa model tidak hanya pintar sesaat, tapi benar-benar konsisten membaca pola manusia.</p>
<p>Di tengah penjelasan data, Panny menyampaikan temuan yang kalau dipikir-pikir terasa sangat dekat dengan hidup banyak orang. “Kepuasan interaksi digital, durasi penggunaan media sosial, dan kecemasan ketika tidak memiliki akses digital menjadi faktor paling dominan dalam membentuk persepsi seseorang terhadap teknologi,” ujarnya dalam keterangan rilis, Senin (15/12).</p>
<p>Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari, itu artinya kita adalah generasi yang bisa bahagia karena notifikasi, cemas karena sinyal hilang, dan lega hanya karena centang biru berubah jadi dua. Hubungan manusia dengan teknologi bukan lagi soal fungsi, tapi juga soal perasaan.</p>
<p>Di titik itulah riset ini menemukan makna terbesarnya. Ia bukan hanya bicara tentang angka dan algoritma, tetapi tentang manusia, tentang bagaimana teknologi bisa membantu, tapi juga bisa menyita napas. Temuan penelitian ini membuka wacana baru tentang literasi digital yang lebih sehat, penggunaan teknologi yang lebih bijak, dan pentingnya menjaga keseimbangan agar hubungan digital tidak menggerus hubungan emosional.</p>
<p>Panny dan tim berharap hasil penelitian ini bisa menjadi pijakan bagi banyak pihak. Industri bisa menggunakannya untuk merancang aplikasi yang lebih human-centered. Pemerintah dan lembaga pendidikan bisa menjadikannya dasar program literasi digital yang tidak asal seru, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Yang lebih penting, riset ini menjadi bukti bahwa UBSI tidak hanya mendidik mahasiswa untuk bekerja, tetapi juga mendorong mereka berpikir kritis tentang hidup digital yang mereka jalani.</p>
<p>Di antara deretan angka, grafik, dan model prediktif, riset ini pada akhirnya menegaskan satu hal sederhana bahwa hubungan manusia dan teknologi harus saling jaga, saling dukung, dan jangan sampai salah satu terlalu mendominasi. Karena di era yang serba cepat ini, memahami teknologi sama pentingnya dengan memahami diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNM Siapkan Research Visit ke Pusat Riset BRAIN IPB, Bahas Blockchain, Robotika dan AI</title>
		<link>https://jogjahitz.com/unm-siapkan-research-visit-ke-pusat-riset-brain-ipb-bahas-blockchain-robotika-dan-ai/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/unm-siapkan-research-visit-ke-pusat-riset-brain-ipb-bahas-blockchain-robotika-dan-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 13:10:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Magister Ilmu Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi Ilmu Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Robotika]]></category>
		<category><![CDATA[S2 Ilmu Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Blockchain]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/unm-siapkan-research-visit-ke-pusat-riset-brain-ipb-bahas-blockchain-robotika-dan-ai/">UNM Siapkan Research Visit ke Pusat Riset BRAIN IPB, Bahas Blockchain, Robotika dan AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset teknologi mutakhir melalui kegiatan Research Visit yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Komputer bekerja sama dengan AI Center UNM. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa 16 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Pusat Laboratorium Riset BRAIN IPB (Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Networks).</p>
<p>Kunjungan ini mengusung tema “Exploring Blockchain, Robotics &amp; AI to BRAIN IPB” dan dirancang sebagai upaya peningkatan kualitas akademik serta kompetensi penelitian mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung mengenai lingkungan riset di bidang Blockchain, Robotika, dan Artificial Intelligence, termasuk pemahaman mendalam mengenai fasilitas laboratorium, arah penelitian terkini, hingga peluang kontribusi dalam pengembangan teknologi masa depan.</p>
<p>Selain memperkaya wawasan teknis, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jejaring akademik dan membuka potensi kolaborasi riset antara Universitas Nusa Mandiri dan BRAIN IPB, khususnya dalam pengembangan inovasi digital dan riset multidisiplin.</p>
<p>Kaprodi Magister Ilmu Komputer UNM, Prof Dr Agus Subekti, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, research visit tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana riset tingkat tinggi dilakukan pada institusi unggulan seperti IPB.</p>
<p>“Kunjungan ini adalah kesempatan langka bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana teknologi Blockchain, Robotika, dan AI dikembangkan dalam ekosistem riset profesional. Kami berharap mahasiswa dapat menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dan membangun jejaring riset yang bermanfaat. Kegiatan seperti ini merupakan wujud komitmen UNM dalam menghasilkan peneliti dan profesional yang kompeten,” ujar Prof Agus dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (12/12).</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Komputer UNM menegaskan komitmennya dalam memfasilitasi mahasiswa memperoleh wawasan riset yang relevan sekaligus memperluas kolaborasi akademik dengan institusi riset terkemuka di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/unm-siapkan-research-visit-ke-pusat-riset-brain-ipb-bahas-blockchain-robotika-dan-ai/">UNM Siapkan Research Visit ke Pusat Riset BRAIN IPB, Bahas Blockchain, Robotika dan AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/unm-siapkan-research-visit-ke-pusat-riset-brain-ipb-bahas-blockchain-robotika-dan-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Magister UNM Siap Guncang Dunia Riset Teknologi</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mahasiswa-magister-unm-siap-guncang-dunia-riset-teknologi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mahasiswa-magister-unm-siap-guncang-dunia-riset-teknologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 01:31:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4212</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Program Studi Magister Ilmu Komputer Fakultas...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-magister-unm-siap-guncang-dunia-riset-teknologi/">Mahasiswa Magister UNM Siap Guncang Dunia Riset Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Program Studi Magister Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses menggelar rangkaian Seminar Proposal Tesis yang berlangsung intensif selama enam hari, sejak 9 hingga 14 Oktober 2025. Kegiatan akademik ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa untuk mempresentasikan rencana penelitian yang berfokus pada dua bidang unggulan, yakni Software Engineering dan Data Science.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri senantiasa mendorong inovasi riset yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Seminar ini menjadi tahap krusial bagi mahasiswa Magister Ilmu Komputer sebelum melangkah ke proses penelitian yang sesungguhnya.</p>
<p>Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer, Prof Dr Agus Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang penguatan riset inovatif yang memiliki nilai aplikatif tinggi.</p>
<p>Menurutnya, tren riset mahasiswa tahun ini menunjukkan arah baru dalam pemanfaatan teknologi cerdas untuk menjawab tantangan industri digital.</p>
<p>“Rangkaian seminar proposal ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Magister Ilmu Komputer UNM tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga fokus menghasilkan solusi inovatif berbasis teknologi. Setiap penelitian diarahkan agar memiliki relevansi industri dan potensi publikasi ilmiah yang kuat,” ungkap Prof Agus dalam rilis yang diterima, pada Selasa (14/10).</p>
<p>Ia menambahkan, sebagian besar mahasiswa mengangkat topik yang menitikberatkan pada integrasi Data Science dalam rekayasa perangkat lunak, seperti pengembangan sistem cerdas untuk otomatisasi pengujian software dan model prediktif biaya proyek. Selain itu, topik lain juga berfokus pada analisis dan visualisasi Big Data, serta penerapan Machine Learning dan Data Mining untuk menemukan pola tersembunyi yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri dan bisnis digital.</p>
<p>“Kami mendorong mahasiswa agar riset mereka tidak berhenti di ruang akademik saja, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi dunia kerja dan masyarakat. Inilah ciri khas Magister Ilmu Komputer UNM sebagai bagian dari Kampus Digital Bisnis riset harus solutif, aplikatif, dan relevan dengan transformasi digital,” lanjutnya.</p>
<p>Seminar proposal tesis ini menjadi langkah awal menuju karya ilmiah tingkat Magister yang berdaya guna tinggi. Setelah melewati tahap ini, mahasiswa akan melanjutkan ke fase implementasi penelitian dan pengumpulan data di bawah bimbingan dosen pembimbing.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak peneliti dan profesional yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi digital di Indonesia,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-magister-unm-siap-guncang-dunia-riset-teknologi/">Mahasiswa Magister UNM Siap Guncang Dunia Riset Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mahasiswa-magister-unm-siap-guncang-dunia-riset-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
