<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Performance Marketing Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/performance-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/performance-marketing/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2026 13:27:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Performance Marketing Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/performance-marketing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Bakar Uang, Kuasai Data!</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jangan-bakar-uang-kuasai-data/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jangan-bakar-uang-kuasai-data/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2026 13:22:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Performance Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com, Jakarta &#8211; Di tengah persaingan bisnis yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-bakar-uang-kuasai-data/">Jangan Bakar Uang, Kuasai Data!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com, Jakarta &#8211; </strong>Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, promosi tidak cukup hanya mengandalkan iklan menarik atau mengejar banyaknya tayangan di media sosial. Perusahaan perlu memastikan anggaran pemasaran digunakan secara efektif dan menghasilkan dampak yang terukur. Karena itu, <em>performance marketing</em> semakin relevan dalam strategi bisnis digital.</p>
<p>Perubahan perilaku konsumen mendorong perusahaan menyesuaikan cara memasarkan produk. Konsumen kini dapat menemukan, membandingkan, hingga membeli produk melalui berbagai platform digital. Situasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha, sekaligus meningkatkan persaingan. Tantangannya bukan sekadar tampil di hadapan konsumen, melainkan memahami kebutuhan pasar dan mengubah perhatian menjadi transaksi.</p>
<p><strong>Performance Marketing Mengutamakan Hasil Terukur</strong></p>
<p><em>Performance marketing</em> merupakan pendekatan pemasaran digital yang menggunakan hasil terukur sebagai dasar untuk mengevaluasi kampanye. Indikatornya dapat berupa jumlah klik, prospek yang masuk, instalasi aplikasi, hingga transaksi pembelian. Kanal yang digunakan antara lain Google Ads, iklan media sosial seperti Meta Ads dan TikTok Ads, serta pemasaran afiliasi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/inovasi-aksesibilitas-stasiun-tim-disabi-unm-lolos-pimnas-ke-39/">Inovasi Aksesibilitas Stasiun, Tim DISABI UNM Lolos PIMNAS ke-39</a></strong></p>
<p>Pendekatan ini membantu perusahaan mengevaluasi efektivitas kampanye melalui data biaya, jangkauan, perilaku audiens, dan konversi. Dengan informasi tersebut, keputusan pemasaran dapat didasarkan pada hasil pengukuran, bukan hanya intuisi.</p>
<p>Namun, <em>performance marketing</em> bukan jaminan bahwa setiap iklan akan menghasilkan keuntungan. Hasil kampanye tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, ketepatan sasaran, daya tarik penawaran, pengalaman pengguna, dan kondisi pasar. Kemampuan membaca data perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap bisnis dan perilaku konsumen.</p>
<p>Masalah muncul ketika perusahaan mengalokasikan anggaran untuk mengikuti tren tanpa menetapkan tujuan yang jelas. Iklan dijalankan karena pesaing melakukannya, konten dibuat sekadar mengikuti tren viral, atau anggaran ditambah hanya karena tayangan meningkat. Padahal, tingginya jumlah tayangan belum tentu meningkatkan penjualan. Banyaknya klik juga tidak otomatis menghasilkan pelanggan yang loyal.</p>
<p>Oleh karena itu, pemasar digital perlu mampu menetapkan tujuan kampanye, menentukan target audiens, memilih kanal yang sesuai, mengukur hasil, dan melakukan evaluasi berkala. Kemampuan menguji berbagai pendekatan, memahami perjalanan konsumen, serta mengoptimalkan biaya akuisisi pelanggan juga menjadi bagian penting dalam strategi ini.</p>
<p><strong>Kompetensi Data dan Analisis Dibutuhkan Industri</strong></p>
<p>Bagi mahasiswa, <em>performance marketing</em> bukan sekadar keterampilan mengoperasikan platform iklan. Kompetensi ini juga melatih pola pikir analitis, ketelitian membaca angka, kreativitas menyusun pesan, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan evaluasi.</p>
<p>Kebutuhan industri terhadap kompetensi tersebut membuka peluang karier bagi talenta muda, antara lain sebagai <em>Performance Marketer</em>, <em>Digital Ads Specialist</em>, dan <em>Growth Hacker</em>. Dalam peran tersebut, mereka dapat terlibat dalam perencanaan kampanye, optimalisasi biaya pemasaran, peningkatan konversi, dan pengembangan bisnis.</p>
<p>Keterampilan ini juga berguna bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha sendiri. Pelaku bisnis pemula umumnya memiliki modal terbatas sehingga perlu mengelola anggaran promosi dengan cermat. Melalui pengukuran kinerja kampanye, mereka dapat mengevaluasi strategi sebelum memperluas pemasaran.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/tim-nex-ai-unm-tembus-10-besar-agentic-ai-hackathon-nasional-2026/">Tim NEX.AI UNM Tembus 10 Besar Agentic AI Hackathon Nasional 2026</a></strong></p>
<p>Sebagai Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM), saya memandang perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri. Pendidikan bisnis digital tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep pemasaran, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan menerapkan strategi, membaca data, dan memahami dampak keputusan terhadap kinerja bisnis.</p>
<p>UNM sebagai Kampus Digital Bisnis mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan transformasi ekonomi digital. Melalui Program Studi S1 Bisnis Digital, mahasiswa mempelajari kompetensi yang mendukung kebutuhan industri, antara lain <em>Fundamental of Digital Marketing</em>, <em>Social Media Management &amp; Analytics</em>, <em>Business Intelligence</em>, serta strategi pemasaran digital yang berorientasi pada hasil.</p>
<p>Kompetensi tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami hubungan antara strategi pemasaran, perilaku konsumen, analisis data, dan pertumbuhan bisnis. Mahasiswa juga perlu dipersiapkan agar mampu menyusun strategi, mengevaluasi kinerja, serta menghasilkan rekomendasi berdasarkan data.</p>
<p><strong>Mengubah Data Menjadi Strategi Bisnis</strong></p>
<p>Keberhasilan pemasaran digital tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga oleh ketepatan pengelolaannya. Teknologi menyediakan alat, data memberi dasar untuk mengevaluasi kinerja, sedangkan manusia tetap berperan dalam menentukan strategi yang sesuai.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/lolos-pkp2-tim-seratim-bag-unm-bersiap-menuju-pimnas-2026/">Lolos PKP2, Tim Seratim Bag UNM Bersiap Menuju PIMNAS 2026</a></strong></p>
<p>Bagi generasi muda, <em>performance marketing</em> dapat menjadi kompetensi strategis untuk menghadapi perubahan dunia bisnis. Kemampuan memadukan kreativitas, analisis data, dan pemahaman pasar akan bermanfaat dalam memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.</p>
<p>Karena itu, mahasiswa perlu belajar lebih dari sekadar membuat iklan. Mereka perlu memahami cara mengukur dampak, menafsirkan data, dan menggunakan hasil evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, pemasaran digital dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis yang lebih terarah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-bakar-uang-kuasai-data/">Jangan Bakar Uang, Kuasai Data!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jangan-bakar-uang-kuasai-data/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
