<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengelolaan Sampah Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/pengelolaan-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/pengelolaan-sampah/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 05:36:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Pengelolaan Sampah Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/pengelolaan-sampah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Sampah Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa UNM Praktikkan Green Business Sejak Bangku Kuliah</title>
		<link>https://jogjahitz.com/dari-sampah-jadi-peluang-bisnis-mahasiswa-unm-praktikkan-green-business-sejak-bangku-kuliah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/dari-sampah-jadi-peluang-bisnis-mahasiswa-unm-praktikkan-green-business-sejak-bangku-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 05:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Eco enzyme]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dari-sampah-jadi-peluang-bisnis-mahasiswa-unm-praktikkan-green-business-sejak-bangku-kuliah/">Dari Sampah Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa UNM Praktikkan Green Business Sejak Bangku Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang terkenal sebagai Kampus Digital Bisnis mengikuti pembelajaran berbasis praktik dengan mengolah sampah organik menjadi minuman fermentasi kombucha berbahan limbah sisa buah dan bunga telang yang dimanfaatkan sebagai eco enzyme. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/1) lalu di Jakarta, sebagai bagian dari penguatan wawasan bisnis berkelanjutan dan kepedulian lingkungan.</p>
<p>Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa semester 3 Prodi Bisnis Digital, yakni Nazwa Syifa Fitriani, Syahnaz, Shahnaz Hafiza Bilqis, Raka Muhammad Setia, dan Nasywan Abhinaya. Mereka terlibat langsung mulai dari proses pemilahan bahan organik, fermentasi, hingga memahami manfaat kombucha dan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan yang berpotensi bernilai ekonomi.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapat pendampingan langsung dari Grace Pay, praktisi pengolahan limbah organik. Melalui bimbingan tersebut, mahasiswa UNM tidak hanya mempelajari teknik pengolahan, tetapi juga diajak memahami potensi pengembangan produk ramah lingkungan sebagai ide bisnis berkelanjutan.</p>
<p>“Mengolah sampah organik menjadi kombucha dan eco enzyme bukan hanya soal teknik fermentasi, tetapi soal membangun kesadaran. Jika dikelola dengan benar, limbah bisa menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan dan layak dikembangkan sebagai usaha,” jelas pihak Grace Pay.</p>
<p>Salah satu peserta kegiatan, Nazwa Syifa Fitriani, mengungkapkan bahwa praktik langsung ini memberikan perspektif baru tentang makna bisnis digital.</p>
<p>“Selama ini kami memandang bisnis digital identik dengan teknologi dan platform. Lewat praktik ini, kami belajar bahwa bisnis juga bisa dimulai dari solusi lingkungan. Sampah organik yang sering dianggap tidak bernilai ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (26/1).</p>
<p>Ia menambahkan, pengalaman praktik lapangan membuat konsep bisnis berkelanjutan lebih mudah dipahami dan relevan dengan tantangan masa depan.</p>
<p>Dari sisi akademik, Ketua Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan kurikulum UNM sebagai Kampus Digital Bisnis.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa Bisnis Digital tidak hanya piawai mengelola teknologi dan pemasaran digital, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu keberlanjutan. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini melatih mahasiswa melihat peluang bisnis dari persoalan nyata di masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan inovasi, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir kreatif serta siap menciptakan solusi bisnis berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dari-sampah-jadi-peluang-bisnis-mahasiswa-unm-praktikkan-green-business-sejak-bangku-kuliah/">Dari Sampah Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa UNM Praktikkan Green Business Sejak Bangku Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/dari-sampah-jadi-peluang-bisnis-mahasiswa-unm-praktikkan-green-business-sejak-bangku-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Dosen UBSI Kampus Sukabumi dan Bank Sampah IPPEC Gagas Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kolaborasi-dosen-ubsi-kampus-sukabumi-dan-bank-sampah-ippec-gagas-inovasi-pengelolaan-sampah-berbasis-teknologi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kolaborasi-dosen-ubsi-kampus-sukabumi-dan-bank-sampah-ippec-gagas-inovasi-pengelolaan-sampah-berbasis-teknologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 04:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi &#8212; Upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kolaborasi-dosen-ubsi-kampus-sukabumi-dan-bank-sampah-ippec-gagas-inovasi-pengelolaan-sampah-berbasis-teknologi/">Kolaborasi Dosen UBSI Kampus Sukabumi dan Bank Sampah IPPEC Gagas Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sukabumi &#8212; Upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih efisien dan transparan terus dilakukan oleh dosen Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi sebagai Kampus Digital Kreatif. Melalui pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, tim dosen menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Bank Sampah IPPEC, pada Minggu (29/6) silam.</p>
<p>Diskusi ini membahas berbagai tantangan yang dihadapi mitra lapangan, mulai dari pencatatan transaksi yang masih manual, pelacakan arus sampah yang belum terdigitalisasi, hingga pelaporan keuangan yang belum optimal. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi untuk mendukung aktivitas operasional bank sampah.</p>
<p>Menurut Ketua Tim Pelaksana Hibah, Lis Saumi Ramdhani, sistem tersebut akan membantu dalam otomasi pencatatan, pelaporan keuangan, serta monitoring sampah berbasis digital.<br />
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menerapkan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak Bank Sampah IPPEC juga menyambut baik inisiatif ini. Menurut pengurus bank sampah, penerapan teknologi akan sangat membantu dalam pengelolaan data serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.</p>
<p>“Teknologi akan mempermudah pemantauan arus sampah dan keuangan, sekaligus mendorong keterlibatan warga,” kata Agus Saparudin, perwakilan Bank Sampah IPPEC.</p>
<p>Dari hasil diskusi, disepakati rencana kerja yang mencakup tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan, yang berfokus pada pemetaan berbagai permasalahan teknis dan non-teknis yang dihadapi Bank Sampah IPPEC. Selanjutnya, pada tahap pengembangan sistem, tim akan merancang aplikasi berbasis web atau mobile yang dirancang khusus untuk mendukung manajemen data dan operasional bank sampah secara digital.</p>
<p>Terakhir, dilakukan tahap pendampingan dan pelatihan kepada para pengurus serta masyarakat sekitar agar mereka dapat memahami dan mengoperasikan sistem dengan baik, sehingga tercipta proses pengelolaan sampah yang lebih efisien dan partisipatif.</p>
<p>Uji coba sistem dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu enam bulan ke depan. Jika berjalan lancar, sistem ini diharapkan bisa direplikasi oleh bank sampah lain di wilayah Sukabumi.</p>
<p>Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ekonomi sirkular berbasis komunitas.</p>
<p>“Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan kolaborasi dapat menciptakan dampak sosial positif,” pungkas Lis.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kolaborasi-dosen-ubsi-kampus-sukabumi-dan-bank-sampah-ippec-gagas-inovasi-pengelolaan-sampah-berbasis-teknologi/">Kolaborasi Dosen UBSI Kampus Sukabumi dan Bank Sampah IPPEC Gagas Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kolaborasi-dosen-ubsi-kampus-sukabumi-dan-bank-sampah-ippec-gagas-inovasi-pengelolaan-sampah-berbasis-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
