<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Literasi Digital Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/literasi-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/literasi-digital/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Mar 2026 14:07:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Literasi Digital Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/literasi-digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Iqra’ di Era Digital Jangan Berhenti Membaca Mulai Bergerak</title>
		<link>https://jogjahitz.com/iqra-di-era-digital-jangan-berhenti-membaca-mulai-bergerak/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/iqra-di-era-digital-jangan-berhenti-membaca-mulai-bergerak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 14:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan turunnya wahyu kepada...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/iqra-di-era-digital-jangan-berhenti-membaca-mulai-bergerak/">Iqra’ di Era Digital Jangan Berhenti Membaca Mulai Bergerak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Ia adalah momentum lahirnya peradaban berbasis ilmu. Wahyu pertama, Iqra’ bacalah menjadi pesan fundamental bahwa perubahan selalu dimulai dari membaca. Pertanyaannya, apakah semangat itu masih hidup di kampus hari ini?</p>
<p>Sebagai pustakawan di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, saya melihat tantangan literasi di era digital jauh lebih kompleks. Membaca tidak lagi terbatas pada lembaran buku. Mahasiswa kini berhadapan dengan banjir informasi: artikel daring, jurnal elektronik, data statistik, tren industri, hingga konten media sosial.</p>
<p>Namun membaca di era digital bukan soal kuantitas informasi, melainkan kualitas pemahaman.<br />
Mahasiswa harus mampu membaca data, menafsirkan angka, memilah informasi yang valid, serta mengubah pengetahuan menjadi solusi kreatif. Literasi bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kecakapan berpikir kritis. Di dunia bisnis digital yang dinamis dan kompetitif, kemampuan inilah yang menjadi pembeda.</p>
<p>Perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem tersebut. Kami tidak lagi sekadar menyediakan rak buku. Perpustakaan hadir melalui koleksi cetak dan digital, akses e-journal bereputasi, repository karya ilmiah, hingga layanan literasi informasi yang membimbing mahasiswa memahami cara menelusur, mengevaluasi, dan memanfaatkan sumber pengetahuan secara tepat.</p>
<p>Perpustakaan adalah ruang bertumbuhnya gagasan. Momentum Nuzulul Quran seharusnya menjadi refleksi bersama bagi seluruh sivitas akademika. Apakah kita sudah menjadikan membaca sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban akademik? Apakah riset dan inovasi benar-benar tumbuh dari tradisi literasi yang kuat?</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menempatkan literasi, riset, dan inovasi sebagai pilar utama dalam membentuk lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tanpa budaya membaca yang kuat, transformasi digital hanya akan menjadi slogan.</p>
<p>Semangat Iqra’ hari ini berarti membaca lebih luas dan lebih dalam: membaca perubahan, membaca peluang, dan membaca tantangan masa depan. Karena pada akhirnya, kampus yang besar bukan hanya yang memiliki teknologi canggih, tetapi yang memiliki tradisi intelektual yang hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/iqra-di-era-digital-jangan-berhenti-membaca-mulai-bergerak/">Iqra’ di Era Digital Jangan Berhenti Membaca Mulai Bergerak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/iqra-di-era-digital-jangan-berhenti-membaca-mulai-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Masih Sekadar Rak Buku? Di UNM Tidak, Malah Jadi Ruang Literasi Digital Mahasiswa</title>
		<link>https://jogjahitz.com/perpustakaan-masih-sekadar-rak-buku-di-unm-tidak-malah-jadi-ruang-literasi-digital-mahasiswa/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/perpustakaan-masih-sekadar-rak-buku-di-unm-tidak-malah-jadi-ruang-literasi-digital-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 10:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Manajemen perpustakaan yang profesional kini menjadi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-masih-sekadar-rak-buku-di-unm-tidak-malah-jadi-ruang-literasi-digital-mahasiswa/">Perpustakaan Masih Sekadar Rak Buku? Di UNM Tidak, Malah Jadi Ruang Literasi Digital Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Manajemen perpustakaan yang profesional kini menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan perguruan tinggi membangun mutu pendidikan. Di era digital, perpustakaan tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku, namun telah bertransformasi menjadi pusat literasi informasi, pusat sumber belajar, serta tulang punggung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menempatkan perpustakaan sebagai bagian strategis dalam ekosistem akademik. Perpustakaan UNM dikelola dengan pendekatan modern berbasis teknologi informasi, mulai dari sistem otomasi layanan, repository institusi, hingga akses terhadap jurnal nasional dan internasional secara digital.</p>
<p>Pengelolaan ini bertujuan memastikan sivitas akademika memperoleh sumber informasi yang relevan, mutakhir, dan mudah diakses kapan saja. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperkuat pembelajaran mandiri, dosen terbantu dalam pengembangan bahan ajar, serta budaya riset kampus semakin tumbuh secara berkelanjutan.</p>
<p>Pustakawan Universitas Nusa Mandiri, Dio Andre Nusa, menegaskan bahwa peran perpustakaan saat ini jauh melampaui fungsi tradisional.</p>
<p>“Perpustakaan sekarang bukan lagi sekadar tempat meminjam buku, tetapi menjadi pusat literasi digital. Kami fokus menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan berbasis teknologi agar mahasiswa terbiasa mengakses sumber ilmiah yang kredibel,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta, pada Selasa (27/1).</p>
<p>Menurutnya, transformasi perpustakaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan.</p>
<p>“Mahasiswa yang terbiasa memanfaatkan repository, jurnal elektronik, dan database ilmiah akan memiliki kemampuan literasi informasi yang lebih kuat. Ini sangat penting agar mereka tidak hanya pintar mencari informasi, tapi juga mampu memilah dan menggunakannya secara akademik,” tambahnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa UNM terus memperkuat dukungan kebijakan dan fasilitas bagi pengembangan perpustakaan, mulai dari peningkatan kompetensi pustakawan, pengembangan koleksi digital, hingga integrasi layanan dengan sistem akademik kampus. Langkah ini sejalan dengan komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi.</p>
<p>“Dengan pengelolaan yang terarah dan visioner, perpustakaan UNM tidak hanya menjadi unit pendukung, tetapi tampil sebagai pusat penggerak mutu akademik dan literasi digital kampus,” tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-masih-sekadar-rak-buku-di-unm-tidak-malah-jadi-ruang-literasi-digital-mahasiswa/">Perpustakaan Masih Sekadar Rak Buku? Di UNM Tidak, Malah Jadi Ruang Literasi Digital Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/perpustakaan-masih-sekadar-rak-buku-di-unm-tidak-malah-jadi-ruang-literasi-digital-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 13:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, ada sekelompok peneliti yang tidak hanya berkutat dengan teori, tetapi juga diam-diam mengamati bagaimana manusia dan teknologi saling jatuh cinta, saling bergantung, sekaligus saling melelahkan. Mereka bekerja dalam senyap, mengulik bagaimana dunia digital pelan-pelan membentuk cara orang berinteraksi, menyapa, bahkan merindukan satu sama lain.</p>
<p>Di tengah rutinitas kampus, tim peneliti UBSI yang terdiri dari Panny Agustia Rahayuningsih, Riski Annisa, dan Anna, bersama dua mahasiswa muda yang ikut turun ke lapangan yaitu Rizki Syahwal Ludiansyah dan Rini Afriani mengumumkan hasil penelitian yang lahir dari Program Hibah Internal Yayasan BSI Tahun 2025.</p>
<p>Bukan riset biasa. Ini adalah penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap teknologi digital dalam hubungan antarpersonal, topik yang rasanya dekat dengan siapa saja yang pernah menunggu balasan chat atau merasa gelisah ketika kuota tiba-tiba habis.</p>
<p>Hasil riset ini dipublikasikan dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika, jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, dengan judul yang cukup tajam menggigit “Klasifikasi Persepsi terhadap Teknologi dalam Hubungan Antarpersonal Berdasarkan Interaksi Digital.”</p>
<p>Ada 387 responden usia produktif yang dilibatkan. Dari mereka, muncul gambaran yang jelas tentang bagaimana manusia masa kini membangun hubungan lewat layer scrolling, typing, reacting, dan terkadang overthinking.</p>
<p>Secara teknis, penelitian ini tidak main-main. Tim menggunakan pendekatan ensemble learning, menggabungkan Random Forest, XGBoost, Support Vector Machine (SVM), dan Logistic Regression lewat teknik soft voting. Hasilnya cukup membuat alis para akademisi naik ke atas, Akurasi 82,18%, F1-score 80,26%, dan ROC-AUC 90,26%. Validasi menggunakan stratified 5-fold cross-validation untuk memastikan bahwa model tidak hanya pintar sesaat, tapi benar-benar konsisten membaca pola manusia.</p>
<p>Di tengah penjelasan data, Panny menyampaikan temuan yang kalau dipikir-pikir terasa sangat dekat dengan hidup banyak orang. “Kepuasan interaksi digital, durasi penggunaan media sosial, dan kecemasan ketika tidak memiliki akses digital menjadi faktor paling dominan dalam membentuk persepsi seseorang terhadap teknologi,” ujarnya dalam keterangan rilis, Senin (15/12).</p>
<p>Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari, itu artinya kita adalah generasi yang bisa bahagia karena notifikasi, cemas karena sinyal hilang, dan lega hanya karena centang biru berubah jadi dua. Hubungan manusia dengan teknologi bukan lagi soal fungsi, tapi juga soal perasaan.</p>
<p>Di titik itulah riset ini menemukan makna terbesarnya. Ia bukan hanya bicara tentang angka dan algoritma, tetapi tentang manusia, tentang bagaimana teknologi bisa membantu, tapi juga bisa menyita napas. Temuan penelitian ini membuka wacana baru tentang literasi digital yang lebih sehat, penggunaan teknologi yang lebih bijak, dan pentingnya menjaga keseimbangan agar hubungan digital tidak menggerus hubungan emosional.</p>
<p>Panny dan tim berharap hasil penelitian ini bisa menjadi pijakan bagi banyak pihak. Industri bisa menggunakannya untuk merancang aplikasi yang lebih human-centered. Pemerintah dan lembaga pendidikan bisa menjadikannya dasar program literasi digital yang tidak asal seru, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Yang lebih penting, riset ini menjadi bukti bahwa UBSI tidak hanya mendidik mahasiswa untuk bekerja, tetapi juga mendorong mereka berpikir kritis tentang hidup digital yang mereka jalani.</p>
<p>Di antara deretan angka, grafik, dan model prediktif, riset ini pada akhirnya menegaskan satu hal sederhana bahwa hubungan manusia dan teknologi harus saling jaga, saling dukung, dan jangan sampai salah satu terlalu mendominasi. Karena di era yang serba cepat ini, memahami teknologi sama pentingnya dengan memahami diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profesi Digital Masa Depan, Mahasiswa UBSI Kampus Slipi Kenalkan Sistem Informasi ke Dunia Kerja</title>
		<link>https://jogjahitz.com/profesi-digital-masa-depan-mahasiswa-ubsi-kampus-slipi-kenalkan-sistem-informasi-ke-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/profesi-digital-masa-depan-mahasiswa-ubsi-kampus-slipi-kenalkan-sistem-informasi-ke-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 13:05:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas BSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/profesi-digital-masa-depan-mahasiswa-ubsi-kampus-slipi-kenalkan-sistem-informasi-ke-dunia-kerja/">Profesi Digital Masa Depan, Mahasiswa UBSI Kampus Slipi Kenalkan Sistem Informasi ke Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Profesi Digital Masa Depan: Sistem Informasi ke Dunia Kerja” pada Selasa (2/12). Kegiatan ini berlangsung di Asrama Griya Yatim &amp; Dhuafa Kemanggisan dan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi informasi serta peluang karier di bidang Sistem Informasi.</p>
<p>PkM ini dilatarbelakangi oleh pesatnya transformasi digital dalam satu dekade terakhir yang mendorong perubahan besar pada kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Mahasiswa UBSI kampus Slipi hadir sebagai pengajar untuk memperkenalkan peran teknologi informasi dalam dunia kerja modern, sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya literasi digital sejak dini.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan bahwa bidang Sistem Informasi kini menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional organisasi. Tidak hanya berfokus pada pengelolaan data dan sistem, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan strategi bisnis. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak asrama.</p>
<p>Mahasiswa juga mengenalkan berbagai profesi digital masa depan yang dapat ditekuni oleh lulusan Sistem Informasi, seperti Data Analyst, System Analyst, Business Analyst, Software Tester, IT Project Manager, UI/UX Designer, hingga spesialis keamanan siber. Profesi-profesi tersebut dinilai memiliki prospek cerah seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, cloud computing, dan big data.</p>
<p>Ketua Kelompok, Erika Maharani Hutasuhut, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka wawasan anak-anak terhadap dunia teknologi dan peluang masa depan.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak Asrama Griya Yatim &amp; Dhuafa Kemanggisan mengenal apa itu Sistem Informasi dan memahami peluang karier yang ditawarkan di bidang ini. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang melek teknologi dan siap menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya, dalam keterangan rilis, Senin (15/12).</p>
<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI kampus Slipi tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mengasah kepekaan sosial serta kemampuan komunikasi dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja digital di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/profesi-digital-masa-depan-mahasiswa-ubsi-kampus-slipi-kenalkan-sistem-informasi-ke-dunia-kerja/">Profesi Digital Masa Depan, Mahasiswa UBSI Kampus Slipi Kenalkan Sistem Informasi ke Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/profesi-digital-masa-depan-mahasiswa-ubsi-kampus-slipi-kenalkan-sistem-informasi-ke-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Literasi Digital Jadi Prioritas, Perpustakaan UNM Dukung Mahasiswa Hadapi Era Informasi Tanpa Batas</title>
		<link>https://jogjahitz.com/literasi-digital-jadi-prioritas-perpustakaan-unm-dukung-mahasiswa-hadapi-era-informasi-tanpa-batas/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/literasi-digital-jadi-prioritas-perpustakaan-unm-dukung-mahasiswa-hadapi-era-informasi-tanpa-batas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 01:43:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Di tengah gelombang informasi yang deras...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/literasi-digital-jadi-prioritas-perpustakaan-unm-dukung-mahasiswa-hadapi-era-informasi-tanpa-batas/">Literasi Digital Jadi Prioritas, Perpustakaan UNM Dukung Mahasiswa Hadapi Era Informasi Tanpa Batas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Di tengah gelombang informasi yang deras dan algoritma digital yang terus berkembang, mahasiswa kini dihadapkan pada tantangan nyata: memilah informasi yang kredibel dari tumpukan konten yang belum tentu valid. Dalam menghadapi tantangan ini, Perpustakaan Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi akademik yang melek literasi digital.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus berinovasi dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu bentuk inovasinya adalah transformasi fungsi perpustakaan menjadi pusat layanan digital, edukatif, dan kolaboratif.</p>
<p>Perpustakaan UNM kini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku cetak, melainkan juga menjadi pusat literasi digital kampus. Mahasiswa dapat mengakses koleksi digital, seperti ebook, jurnal ilmiah, dan prosiding melalui laman www.elibrary.nusamandiri.ac.id, serta jurnal internasional Springer yang dapat dibuka menggunakan jaringan internet kampus. Fasilitas ini memperkuat kemampuan riset dan mendukung proses penulisan ilmiah sivitas akademika UNM.</p>
<p>Sausan Elsya Pratiwi, Pustakawan UNM, menegaskan pentingnya literasi informasi dalam dunia akademik saat ini.</p>
<p>“Literasi digital bukan sekadar bisa mencari informasi di internet. Mahasiswa harus paham bagaimana menilai kebenaran sumber, menggunakan informasi secara etis, dan menghindari hoaks. Perpustakaan hadir sebagai mitra strategis untuk membekali keterampilan ini,” ujarnya dalam keterangan rilis, pada Rabu (30/7).</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa peran pustakawan kini berkembang menjadi fasilitator pembelajaran dan mentor literasi informasi digital, bukan lagi sekadar pengelola koleksi buku.</p>
<p>“Di era serba digital ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna informasi, tapi juga produsen konten yang bertanggung jawab. Perpustakaan UNM turut menggelar pelatihan literasi digital dan sesi konsultasi informasi bagi mahasiswa yang tengah menyusun karya ilmiah atau skripsi,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa komitmen ini selaras dengan program unggulan Internship Experience Program (IEP) atau dikenal dengan skema 3+1, yang menjadi identitas khas UNM. Melalui program ini, mahasiswa menempuh tiga tahun kuliah di kampus dan satu tahun magang profesional di perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional. Dengan dukungan literasi digital yang kuat, mahasiswa UNM diharapkan mampu tampil lebih siap dalam menghadapi dunia industri yang semakin kompetitif.</p>
<p>“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menegaskan perannya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kemajuan diri dan masyarakat,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/literasi-digital-jadi-prioritas-perpustakaan-unm-dukung-mahasiswa-hadapi-era-informasi-tanpa-batas/">Literasi Digital Jadi Prioritas, Perpustakaan UNM Dukung Mahasiswa Hadapi Era Informasi Tanpa Batas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/literasi-digital-jadi-prioritas-perpustakaan-unm-dukung-mahasiswa-hadapi-era-informasi-tanpa-batas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan di Era Digital: Penjaga Pengetahuan dan Sumber Informasi Terpercaya</title>
		<link>https://jogjahitz.com/perpustakaan-di-era-digital-penjaga-pengetahuan-dan-sumber-informasi-terpercaya/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/perpustakaan-di-era-digital-penjaga-pengetahuan-dan-sumber-informasi-terpercaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 04:47:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Perpustakaan tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-di-era-digital-penjaga-pengetahuan-dan-sumber-informasi-terpercaya/">Perpustakaan di Era Digital: Penjaga Pengetahuan dan Sumber Informasi Terpercaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Perpustakaan tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan akses informasi daring. Meskipun informasi kini mudah diakses melalui internet, perpustakaan menawarkan nilai lebih dengan kurasi yang memastikan hanya sumber yang valid dan relevan yang tersedia.</p>
<p>Dengan memanfaatkan teknologi, perpustakaan kini memperluas jangkauannya, menyediakan layanan e-library yang memungkinkan penggunanya mengakses koleksi buku, jurnal, dan sumber informasi digital lainnya secara fleksibel. Ini menjadikan perpustakaan sebagai garda depan dalam menyediakan informasi berkualitas dan menjaga standar di tengah maraknya hoaks serta disinformasi.</p>
<p>Menurut Sausan Elsya Pratiwi, pustakawan Universitas Nusa Mandiri menyamapiakn salah satu peran penting perpustakaan di era digital adalah mendukung literasi digital. Literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak, menjadi keterampilan esensial di dunia modern.</p>
<p>“Melalui berbagai program pelatihan, seperti pengenalan e-library, lokakarya verifikasi informasi, dan pengenalan database digital, perpustakaan turut mendidik masyarakat agar mampu menggunakan teknologi dengan bijaksana,” katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (14/1/2025).</p>
<p>Kembali Sausan menegaskan perpustakaan juga memainkan peran kunci dalam melestarikan warisan budaya melalui digitalisasi. Proses ini tidak hanya membantu menjaga koleksi yang rentan rusak, tetapi juga memudahkan penyebaran pengetahuan ke seluruh dunia.</p>
<p>“Digitalisasi arsip dan dokumen penting membuka peluang kolaborasi internasional dalam penelitian dan pengembangan, serta memperkuat posisi perpustakaan sebagai penjaga warisan budaya global,” ujarnya.</p>
<p>Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, paparnya perpustakaan kini dapat melayani beragam audiens. Tidak hanya mahasiswa atau peneliti, perpustakaan juga menjadi ruang inklusif yang dapat diakses oleh masyarakat umum.</p>
<p>“Koleksinya yang beragam, mulai dari buku populer hingga kursus daring, menjadikan perpustakaan sebagai pusat komunitas yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan informasi,” tandasnya.</p>
<p>Dalam konteks pendidikan, Sausan mengatakan perpustakaan juga berperan sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang efisien dan efektif. Dengan akses mudah ke sumber informasi akademik dan teknologi yang mendukung, perpustakaan menjadi bagian penting dari strategi pendidikan digital yang inklusif.</p>
<p>“Secara keseluruhan, perpustakaan di era digital telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat menyimpan buku. Dengan pemanfaatan teknologi, perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan yang relevan, inovatif, dan inklusif,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan melalui upayanya dalam mendukung literasi digital, pelestarian warisan budaya, dan kolaborasi internasional, perpustakaan terus menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan Masyarakat.</p>
<p>“Oleh karena itu, mendukung perpustakaan di era digital ini bukan hanya soal memanfaatkan informasi, tetapi juga memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas hidup kita,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-di-era-digital-penjaga-pengetahuan-dan-sumber-informasi-terpercaya/">Perpustakaan di Era Digital: Penjaga Pengetahuan dan Sumber Informasi Terpercaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/perpustakaan-di-era-digital-penjaga-pengetahuan-dan-sumber-informasi-terpercaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
