<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hibah Kebudayaan Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/hibah-kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/hibah-kebudayaan/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 01:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Hibah Kebudayaan Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/hibah-kebudayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Observasi Proses Produksi Batik Tulis Pewarna Alam di Arji SM Batik, Bantul</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-observasi-proses-produksi-batik-tulis-pewarna-alam-di-arji-sm-batik-bantul/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-observasi-proses-produksi-batik-tulis-pewarna-alam-di-arji-sm-batik-bantul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 01:59:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Indonesiana 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5240</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANTUL – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-observasi-proses-produksi-batik-tulis-pewarna-alam-di-arji-sm-batik-bantul/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Observasi Proses Produksi Batik Tulis Pewarna Alam di Arji SM Batik, Bantul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANTUL – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melakukan observasi langsung proses produksi batik tulis berbasis pewarna alam pada Sabtu (31/1/2026) di Arji SM Batik, Tirto, Triharjo, Pandak, Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dengan tujuan memperoleh pemahaman teknis produksi, mendokumentasikan tahapan pengerjaan, serta menyiapkan standar teknis untuk pengembangan karya batik tulis berbasis pewarna alami.</p>
<p>Rombongan dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri oleh Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andhika, S.Kom. Agenda utama pertemuan adalah observasi proses produksi, identifikasi teknik pembatikan dan pewarnaan alami, serta pengumpulan data teknis dan dokumentasi visual.</p>
<p>Dalam proses observasi, tim menyaksikan tahapan produksi dimulai dari persiapan kain, pembuatan pola atau molani, hingga pencantingan menggunakan malam. Teknik pembatikan dilakukan secara manual menggunakan canting untuk menjaga kualitas, detail motif, dan keaslian tradisi batik tulis. Pewarnaan dilakukan dengan bahan alami yang diperoleh dari kayu, daun, dan akar tanaman, serta diaplikasikan secara bertahap melalui pencelupan dan pengeringan.</p>
<p>Tim mencatat penggunaan bahan fiksasi seperti tawas dan tunjung untuk mengikat warna agar lebih tahan luntur. Ditemukan bahwa proses pewarnaan alami membutuhkan ketelatenan, ketepatan teknik, dan waktu yang cukup panjang agar warna yang dihasilkan optimal. Selain itu, kain sutra memiliki karakteristik penyerapan warna yang berbeda dibandingkan kain katun, sehingga perlakuan khusus diperlukan pada setiap tahap pewarnaan.</p>
<p>Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menjelaskan, “Observasi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan teknik yang harus diperhatikan dalam produksi batik tulis berbasis pewarna alam. Setiap langkah, dari canting hingga fiksasi warna, memerlukan ketelitian agar hasil akhir berkualitas tinggi.”</p>
<p>Hasil rapat dan observasi mencatat beberapa capaian penting. Pertama, tim memperoleh pemahaman teknis proses produksi batik tulis secara langsung, termasuk tahapan dari persiapan kain hingga finishing. Kedua, teridentifikasi teknik pewarnaan alami dan penggunaan bahan fiksasi. Ketiga, ditemukan tantangan yang umum muncul, seperti konsistensi warna dan durasi produksi. Keempat, dokumentasi visual terkait proses produksi telah terkumpul sebagai bahan laporan dan referensi tim.</p>
<p>Rencana selanjutnya mencakup penerapan teknik produksi yang telah dipelajari dalam pembuatan karya batik, pelaksanaan uji coba pewarnaan pada kain sutra, penyempurnaan metode pewarnaan berdasarkan hasil observasi, penyusunan standar teknis produksi sebagai acuan tim, serta dokumentasi lanjutan selama proses produksi karya.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI, yang didukung skema pendanaan LPDP, dengan UBSI berperan aktif sebagai institusi pendidikan yang memadukan riset akademik, pelestarian budaya, dan praktik produksi batik berbasis pewarna alami. Observasi di Arji SM Batik menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap karya yang dikembangkan tetap memadukan kualitas estetika, nilai tradisi, dan keberlanjutan bahan pewarna alam.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-observasi-proses-produksi-batik-tulis-pewarna-alam-di-arji-sm-batik-bantul/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Observasi Proses Produksi Batik Tulis Pewarna Alam di Arji SM Batik, Bantul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-observasi-proses-produksi-batik-tulis-pewarna-alam-di-arji-sm-batik-bantul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Siapkan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-siapkan-diseminasi-karya-batik-tulis-pewarna-alam/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-siapkan-diseminasi-karya-batik-tulis-pewarna-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 02:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Indonesiana 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5237</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-siapkan-diseminasi-karya-batik-tulis-pewarna-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Siapkan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar rapat persiapan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.30–12.00 WIB. Pertemuan berlangsung di Ruang Wisma Universitas BSI Kampus Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi batik berbasis pewarna alam kepada masyarakat luas.</p>
<p>Rapat dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri oleh Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andhika, S.Kom. Agenda utama adalah merumuskan strategi diseminasi karya batik tulis pewarna alam, menentukan bentuk dan media publikasi, serta menyiapkan kegiatan pameran dan edukasi publik.</p>
<p>Dalam pembahasan, tim menegaskan bahwa tujuan diseminasi adalah memperkenalkan hasil inovasi batik tulis berbasis budaya dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai estetika dan filosofis karya. Bentuk diseminasi yang direncanakan meliputi pameran fisik, publikasi digital, serta kegiatan edukatif seperti workshop dan talkshow. Narasi kuratorial disiapkan untuk menjelaskan konsep “Harmoni Tradisi dan Alam” yang menjadi dasar penciptaan karya.</p>
<p>Tim juga menekankan pemanfaatan media sosial dan dokumentasi visual berupa foto dan video sebagai sarana promosi yang efektif. Penentuan target audiens menjadi bagian penting dari strategi, mencakup akademisi, pecinta batik, masyarakat umum, serta pelaku industri kreatif. Selain menampilkan hasil karya, proses kreatif mulai dari riset hingga produksi juga akan ditampilkan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pendekatan berbasis riset dan inovasi tradisi.</p>
<p>Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menyampaikan, “Diseminasi karya tidak sekadar menampilkan batik tulis, tetapi juga mendidik publik tentang nilai budaya, teknik pewarnaan alami, dan filosofi motif. Kami ingin masyarakat memahami proses dan cerita di balik setiap karya.”</p>
<p>Hasil rapat menetapkan beberapa keputusan strategis. Pertama, diseminasi dilakukan melalui pameran dan publikasi digital. Kedua, penyusunan narasi kuratorial dan deskripsi karya menjadi prioritas agar setiap motif tersampaikan maknanya dengan jelas. Ketiga, dokumentasi visual akan dibuat sebagai bahan publikasi, sementara pembagian tugas tim dilakukan untuk kuratorial, publikasi, dokumentasi, dan teknis pameran. Keempat, kegiatan edukasi pendukung berupa workshop dan talkshow akan dilaksanakan untuk memperluas pemahaman publik.</p>
<p>Rencana selanjutnya mencakup penyusunan konsep dan desain pameran, pembuatan materi publikasi seperti poster, katalog, dan konten media sosial, penyusunan narasi kuratorial dan deskripsi karya, koordinasi dengan pihak terkait termasuk venue, undangan, dan narasumber, serta persiapan teknis pelaksanaan diseminasi karya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, UBSI bersama Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI, yang juga didukung pendanaan LPDP, berkomitmen menghadirkan diseminasi batik tulis pewarna alam yang tidak hanya informatif dan edukatif, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk menghargai inovasi berbasis tradisi, keberlanjutan, dan estetika budaya Nusantara.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-siapkan-diseminasi-karya-batik-tulis-pewarna-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Siapkan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-siapkan-diseminasi-karya-batik-tulis-pewarna-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Rencanakan Produksi Batik Tulis Berbasis Pewarna Alam</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-rencanakan-produksi-batik-tulis-berbasis-pewarna-alam/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-rencanakan-produksi-batik-tulis-berbasis-pewarna-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 01:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Indonesiana 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5234</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-rencanakan-produksi-batik-tulis-berbasis-pewarna-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Rencanakan Produksi Batik Tulis Berbasis Pewarna Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Rapat Riset Produksi Karya Batik Tulis Pewarna Alam pada Selasa (20/1/2026) pukul 09.30–12.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Ruang Perpustakaan Universitas BSI Kampus Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya memadukan tradisi batik tulis dengan inovasi berbasis riset motif Yogyakarta dan Bali.</p>
<p>Rapat dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri oleh Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andika, S.Kom. Agenda utama pertemuan ini mencakup perencanaan proses produksi karya batik tulis berbasis pewarna alam, penentuan teknis pelaksanaan mulai desain hingga finishing, serta persiapan bahan baku dan peralatan produksi.</p>
<p>Dalam pembahasan, tim menekankan penggunaan kain sutra sebagai media utama karena daya serap warna yang tinggi dan nilai estetika yang menonjol. Teknik pembatikan dilakukan secara manual menggunakan canting untuk memastikan kualitas dan mempertahankan nilai tradisional. Pewarnaan difokuskan pada bahan alami seperti Indigofera tinctoria (biru), Caesalpinia sappan (merah), dan Cudrania javanensis (kuning), dengan perhatian khusus pada proses ekstraksi dan fiksasi warna agar hasil tetap stabil dan aplikatif.</p>
<p>Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menekankan bahwa penyesuaian desain dengan kondisi teknis produksi menjadi hal penting. “Desain yang kami pilih harus tetap menghormati filosofi dan estetika motif tradisional, tetapi juga dapat diwujudkan secara teknis di kain sutra dengan pewarna alam. Proses ini menjadi jembatan antara riset akademik dan praktik kerajinan,” ujarnya.</p>
<p>Produksi batik tulis ini menggabungkan elemen motif Keraton Yogyakarta dan motif sakral Bali, menjaga keseimbangan antara nilai tradisi, estetika, dan aspek fungsional. Tim menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas dalam tiap tahap, mulai dari desain, pembuatan pola, pembatikan, pewarnaan, hingga finishing, untuk memastikan kualitas karya tetap konsisten.</p>
<p>Rapat juga menjadi forum untuk menyelaraskan kegiatan dengan program Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI, yang didukung pendanaan LPDP, sehingga riset dan produksi batik berbasis pewarna alam dapat terlaksana dengan dukungan akademik dan sumber daya yang memadai. Melalui kolaborasi ini, UBSI memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong inovasi berbasis tradisi dan kearifan lokal.</p>
<p>Hasil rapat menyepakati beberapa poin utama. Pertama, penggunaan kain sutra sebagai bahan utama produksi. Kedua, penetapan tahapan produksi mulai desain → pola → pembatikan → pewarnaan → finishing. Ketiga, pewarna alam ditetapkan sebagai ciri khas karya. Keempat, pembagian tugas dalam tim produksi telah ditentukan untuk efisiensi dan kualitas.</p>
<p>Rencana selanjutnya mencakup finalisasi desain motif, pengadaan bahan baku termasuk kain, malam, pewarna alam, dan bahan fiksasi, pelaksanaan uji coba pewarnaan kain, persiapan proses pembatikan tahap awal, serta penyusunan jadwal produksi karya secara terstruktur.</p>
<p>Dengan langkah-langkah ini, UBSI bersama Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen menghadirkan karya batik tulis inovatif yang memadukan nilai tradisi, keberlanjutan pewarna alam, dan standar produksi profesional, sebagai wujud pelestarian dan pengembangan budaya Nusantara.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-rencanakan-produksi-batik-tulis-berbasis-pewarna-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Rencanakan Produksi Batik Tulis Berbasis Pewarna Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-rencanakan-produksi-batik-tulis-berbasis-pewarna-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Matangkan Seleksi Motif dan Konsep Desain Batik “Harmoni Tradisi dan Alam”</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-matangkan-seleksi-motif-dan-konsep-desain-batik-harmoni-tradisi-dan-alam/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-matangkan-seleksi-motif-dan-konsep-desain-batik-harmoni-tradisi-dan-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 00:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Indonesiana 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5231</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-matangkan-seleksi-motif-dan-konsep-desain-batik-harmoni-tradisi-dan-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Matangkan Seleksi Motif dan Konsep Desain Batik “Harmoni Tradisi dan Alam”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Rapat Riset Seleksi Motif dan Konsep Desain Final pada Kamis (15/1/2026) pukul 08.30–12.00 WIB. Pertemuan berlangsung di Ruang Perpustakaan Universitas BSI Kampus Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta.</p>
<p>Rapat dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andika, S.Kom. Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan seleksi motif batik yang akan dikembangkan sekaligus mematangkan konsep desain final sebagai luaran riset.</p>
<p>Dalam sesi pembahasan, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah motif yang sebelumnya telah diinventarisasi. Seleksi dilakukan berdasarkan kedalaman filosofi, kekuatan estetika visual, serta kemungkinan pengembangan desain tanpa menghilangkan makna aslinya. Pertimbangan tersebut dinilai krusial agar inovasi yang dihasilkan tetap berpijak pada nilai budaya.</p>
<p>Tim juga membahas strategi penggabungan unsur Yogyakarta dan Bali dalam satu rancangan motif. Unsur batik larangan dari tradisi Keraton Yogyakarta dikaji secara hati-hati, terutama terkait nilai simbolik dan batasan penggunaannya. Sementara itu, motif sakral Bali dianalisis dari sisi struktur ornamen, komposisi, serta konteks spiritualnya. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran pakem maupun reduksi makna sakral.</p>
<p>Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menegaskan bahwa eksplorasi desain harus dilandasi tanggung jawab akademik dan etika budaya. “Kami tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang penghormatan terhadap nilai sakral dan batasan penggunaan motif. Proses seleksi ini menjadi tahap krusial sebelum masuk ke pengembangan desain,” ujarnya.</p>
<p>Diskusi berkembang pada kemungkinan meramu elemen visual khas Yogyakarta yang cenderung tegas dan simetris dengan karakter ornamen Bali yang lebih dinamis dan dekoratif. Harmonisasi kedua tradisi tersebut dirancang bukan untuk mencampur secara bebas, melainkan merangkai elemen yang secara filosofis memiliki irisan makna, seperti keseimbangan, keteguhan, dan keselarasan dengan alam.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI yang didukung skema pendanaan LPDP. Melalui dukungan tersebut, UBSI memperkuat komitmennya dalam menghadirkan riset berbasis budaya yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif bagi pengembangan industri kreatif.</p>
<p>Hasil rapat menyepakati beberapa keputusan strategis. Pertama, tim menetapkan sejumlah motif utama yang dinilai paling representatif untuk dikembangkan pada tahap desain. Motif-motif tersebut dipilih karena memiliki landasan filosofi kuat sekaligus ruang eksplorasi visual yang memadai. Kedua, disepakati konsep besar bertajuk “Harmoni Tradisi dan Alam” sebagai benang merah dalam pengembangan desain final.</p>
<p>Konsep tersebut menekankan perpaduan nilai tradisional dengan kesadaran ekologis, sejalan dengan riset sebelumnya mengenai pewarna alam. Dengan demikian, desain yang dihasilkan tidak hanya mengangkat identitas budaya Yogyakarta dan Bali, tetapi juga mencerminkan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, tim merencanakan pengembangan desain awal serta penyusunan sketsa motif batik kombinasi larangan Keraton Yogyakarta dan sakral Bali. Tahap ini akan menjadi proses kreatif terstruktur sebelum masuk pada uji visual dan produksi prototipe.</p>
<p>Melalui rapat riset seleksi motif dan pematangan konsep desain final ini, UBSI bersama Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan karya batik inovatif yang tetap menghormati akar tradisi, menjaga etika budaya, dan menjawab tantangan zaman secara profesional.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-matangkan-seleksi-motif-dan-konsep-desain-batik-harmoni-tradisi-dan-alam/">Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Matangkan Seleksi Motif dan Konsep Desain Batik “Harmoni Tradisi dan Alam”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tim-hibah-dana-indonesiana-2025-ubsi-matangkan-seleksi-motif-dan-konsep-desain-batik-harmoni-tradisi-dan-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
