<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hibah 2025 Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/hibah-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/hibah-2025/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2025 13:19:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Hibah 2025 Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/hibah-2025/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 13:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Di balik layar sibuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, ada sekelompok peneliti yang tidak hanya berkutat dengan teori, tetapi juga diam-diam mengamati bagaimana manusia dan teknologi saling jatuh cinta, saling bergantung, sekaligus saling melelahkan. Mereka bekerja dalam senyap, mengulik bagaimana dunia digital pelan-pelan membentuk cara orang berinteraksi, menyapa, bahkan merindukan satu sama lain.</p>
<p>Di tengah rutinitas kampus, tim peneliti UBSI yang terdiri dari Panny Agustia Rahayuningsih, Riski Annisa, dan Anna, bersama dua mahasiswa muda yang ikut turun ke lapangan yaitu Rizki Syahwal Ludiansyah dan Rini Afriani mengumumkan hasil penelitian yang lahir dari Program Hibah Internal Yayasan BSI Tahun 2025.</p>
<p>Bukan riset biasa. Ini adalah penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap teknologi digital dalam hubungan antarpersonal, topik yang rasanya dekat dengan siapa saja yang pernah menunggu balasan chat atau merasa gelisah ketika kuota tiba-tiba habis.</p>
<p>Hasil riset ini dipublikasikan dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika, jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, dengan judul yang cukup tajam menggigit “Klasifikasi Persepsi terhadap Teknologi dalam Hubungan Antarpersonal Berdasarkan Interaksi Digital.”</p>
<p>Ada 387 responden usia produktif yang dilibatkan. Dari mereka, muncul gambaran yang jelas tentang bagaimana manusia masa kini membangun hubungan lewat layer scrolling, typing, reacting, dan terkadang overthinking.</p>
<p>Secara teknis, penelitian ini tidak main-main. Tim menggunakan pendekatan ensemble learning, menggabungkan Random Forest, XGBoost, Support Vector Machine (SVM), dan Logistic Regression lewat teknik soft voting. Hasilnya cukup membuat alis para akademisi naik ke atas, Akurasi 82,18%, F1-score 80,26%, dan ROC-AUC 90,26%. Validasi menggunakan stratified 5-fold cross-validation untuk memastikan bahwa model tidak hanya pintar sesaat, tapi benar-benar konsisten membaca pola manusia.</p>
<p>Di tengah penjelasan data, Panny menyampaikan temuan yang kalau dipikir-pikir terasa sangat dekat dengan hidup banyak orang. “Kepuasan interaksi digital, durasi penggunaan media sosial, dan kecemasan ketika tidak memiliki akses digital menjadi faktor paling dominan dalam membentuk persepsi seseorang terhadap teknologi,” ujarnya dalam keterangan rilis, Senin (15/12).</p>
<p>Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari, itu artinya kita adalah generasi yang bisa bahagia karena notifikasi, cemas karena sinyal hilang, dan lega hanya karena centang biru berubah jadi dua. Hubungan manusia dengan teknologi bukan lagi soal fungsi, tapi juga soal perasaan.</p>
<p>Di titik itulah riset ini menemukan makna terbesarnya. Ia bukan hanya bicara tentang angka dan algoritma, tetapi tentang manusia, tentang bagaimana teknologi bisa membantu, tapi juga bisa menyita napas. Temuan penelitian ini membuka wacana baru tentang literasi digital yang lebih sehat, penggunaan teknologi yang lebih bijak, dan pentingnya menjaga keseimbangan agar hubungan digital tidak menggerus hubungan emosional.</p>
<p>Panny dan tim berharap hasil penelitian ini bisa menjadi pijakan bagi banyak pihak. Industri bisa menggunakannya untuk merancang aplikasi yang lebih human-centered. Pemerintah dan lembaga pendidikan bisa menjadikannya dasar program literasi digital yang tidak asal seru, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Yang lebih penting, riset ini menjadi bukti bahwa UBSI tidak hanya mendidik mahasiswa untuk bekerja, tetapi juga mendorong mereka berpikir kritis tentang hidup digital yang mereka jalani.</p>
<p>Di antara deretan angka, grafik, dan model prediktif, riset ini pada akhirnya menegaskan satu hal sederhana bahwa hubungan manusia dan teknologi harus saling jaga, saling dukung, dan jangan sampai salah satu terlalu mendominasi. Karena di era yang serba cepat ini, memahami teknologi sama pentingnya dengan memahami diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/">Ketika Hubungan Manusia dan Teknologi Dibedah, Cerita dari Laboratorium Riset UBSI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ketika-hubungan-manusia-dan-teknologi-dibedah-cerita-dari-laboratorium-riset-ubsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNM Teken Kontrak Hibah 2025: Siap Hasilkan Riset Berdampak dan Inovasi Nyata</title>
		<link>https://jogjahitz.com/unm-teken-kontrak-hibah-2025-siap-hasilkan-riset-berdampak-dan-inovasi-nyata/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/unm-teken-kontrak-hibah-2025-siap-hasilkan-riset-berdampak-dan-inovasi-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 05:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1776</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/unm-teken-kontrak-hibah-2025-siap-hasilkan-riset-berdampak-dan-inovasi-nyata/">UNM Teken Kontrak Hibah 2025: Siap Hasilkan Riset Berdampak dan Inovasi Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan tridarma perguruan tinggi dengan melaksanakan kegiatan Penandatanganan Kontrak Turunan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025. Acara ini berlangsung pada Selasa 17 Juni 2025 di UNM Kampus Jatiwaringin.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kontrak utama antara UNM dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. Penandatanganan kontrak turunan ini dilakukan antara pihak universitas dengan para dosen penerima hibah, sebagai langkah resmi dimulainya pelaksanaan program yang telah dinyatakan lolos pendanaan tahun anggaran 2025.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM memandang kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga sebagai tonggak integritas akademik.</p>
<p>Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Ir Andi Saryoko, menegaskan bahwa program hibah ini menjadi bukti nyata peran dosen dalam mewujudkan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung pada masyarakat.</p>
<p>“Penandatanganan ini adalah simbol komitmen dosen Universitas Nusa Mandiri dalam menghasilkan luaran riset dan pengabdian yang berkualitas, tepat sasaran, dan dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata tanggung jawab akademik,” jelas Andi dalam keterangan rilis, pada Senin (23/6).</p>
<p>Selain penandatanganan, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi pengarahan teknis tentang mekanisme pelaksanaan program hibah, mulai dari penyusunan laporan kemajuan dan akhir, hingga proses monitoring dan evaluasi sesuai panduan DPPM. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan menghasilkan luaran yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri menegaskan kembali perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dan adaptif, serta terus berinovasi dalam memadukan riset akademik dengan kontribusi sosial. UNM percaya bahwa tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengabdian, harus bersinergi dengan kebutuhan zaman dan teknologi demi menciptakan solusi konkret bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/unm-teken-kontrak-hibah-2025-siap-hasilkan-riset-berdampak-dan-inovasi-nyata/">UNM Teken Kontrak Hibah 2025: Siap Hasilkan Riset Berdampak dan Inovasi Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/unm-teken-kontrak-hibah-2025-siap-hasilkan-riset-berdampak-dan-inovasi-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
