<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dosen Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/dosen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/dosen/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 10:41:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Dosen Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/dosen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</title>
		<link>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 10:40:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4920</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di dunia perguruan tinggi, peran dosen sebenarnya tidak...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/">Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di dunia perguruan tinggi, peran dosen sebenarnya tidak berhenti di ruang kelas. Mengajar memang penting, tetapi Tri Dharma Perguruan Tinggi menegaskan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya saling menguatkan dan menjadi fondasi utama kualitas perguruan tinggi.</p>
<p>Sebagai pendidik, dosen berperan mentransformasikan ilmu kepada mahasiswa. Namun, pembelajaran akan terasa lebih hidup dan relevan ketika materi yang disampaikan bersumber dari hasil penelitian yang aktual. Lewat riset, dosen tidak hanya memperdalam keilmuan, tetapi juga memastikan bahwa apa yang diajarkan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Penelitian juga membuka jalan menuju pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dilakukan dosen dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi. Dengan pendekatan ini, pengabdian tidak lagi sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud penerapan ilmu yang berbasis kajian ilmiah dan berdampak nyata.</p>
<p>Menariknya, pengabdian kepada masyarakat justru sering menjadi titik awal lahirnya penelitian baru. Interaksi langsung dengan masyarakat membantu dosen memahami persoalan riil di lapangan. Dari sinilah muncul ide riset yang relevan sekaligus bahan ajar yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Inilah siklus Tri Dharma yang saling menguatkan.</p>
<p>Di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), penguatan Tri Dharma dosen terus didorong melalui peran aktif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Berbagai program pendampingan, pelatihan penulisan riset, fasilitasi hibah, hingga pengelolaan kegiatan pengabdian disiapkan untuk membantu dosen lebih produktif dan terarah. LPPM menjadi ruang kolaborasi agar ide, riset, dan pengabdian dosen tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberi dampak.</p>
<p>Pada akhirnya, dosen yang aktif meneliti dan mengabdi adalah kunci lahirnya perguruan tinggi yang relevan dengan zaman. Melalui dukungan LPPM, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif mengajak para dosen untuk terus menghidupkan penelitian dan pengabdian, bukan hanya sebagai kewajiban Tri Dharma, tetapi sebagai kontribusi nyata untuk masyarakat dan kemajuan pendidikan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/">Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Studi Sistem Informasi UNM Selenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks SINTA</title>
		<link>https://jogjahitz.com/program-studi-sistem-informasi-unm-selenggarakan-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-terindeks-sinta/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/program-studi-sistem-informasi-unm-selenggarakan-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-terindeks-sinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 02:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Program Studi (prodi) Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri,...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/program-studi-sistem-informasi-unm-selenggarakan-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-terindeks-sinta/">Program Studi Sistem Informasi UNM Selenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks SINTA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Program Studi (prodi) Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri, menyelenggarakan Workshop “Strategi Menulis Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Nasional Terindeks SINTA” pada Sabtu (6/12) secara daring melalui zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi nasional, serta menjadi bagian dari upaya strategis program studi dalam memperkuat budaya akademik dan kualitas publikasi ilmiah.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi UNM, Dr Sukmawati Anggraeni Putri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan menulis artikel ilmiah merupakan elemen penting dalam pengembangan profesional di lingkungan akademik.</p>
<p>“Kemampuan publikasi ilmiah merupakan tuntutan akademik yang memerlukan konsistensi dan pemahaman metodologis. Workshop ini diharapkan menjadi wahana bagi peserta untuk memperoleh pemahaman komprehensif sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan berkontribusi positif bagi pengembangan ilmu Sistem Informasi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (8/12).</p>
<p>Workshop menghadirkan narasumber utama, Dr Yuhefizar, seorang akademisi sekaligus praktisi publikasi ilmiah dengan pengalaman yang luas. Beliau saat ini menjabat sebagai Staff Pengajar Politeknik Negeri Padang, Ketua P3M, Ketua Badan Keahlian Informatika PII, Direktur Publikasi IAII Nusantara, serta Editor-in-Chief Jurnal RESTI (Scopus) dan JACOST (SINTA 3). Kompetensi dan pengalaman beliau memberikan nilai lebih bagi peserta dalam memahami standar publikasi ilmiah nasional.</p>
<p>Dalam penyampaiannya, Dr Yuhefizar memaparkan proses penulisan artikel ilmiah mulai dari tahap persiapan, struktur penulisan berdasarkan format IMRaD, hingga strategi pengiriman artikel kepada jurnal nasional terindeks SINTA. Beliau menekankan pentingnya pemahaman terhadap author guidelines, kesesuaian ruang lingkup jurnal, serta evaluasi artikel rujukan sebagai indikator kualitas. Peserta juga diberikan panduan teknis mengenai penyusunan judul, penulisan abstrak, penyajian state of the art, perumusan novelty, serta penyajian hasil dan pembahasan yang sistematis.</p>
<p>Selain itu, narasumber turut membahas prinsip etika publikasi ilmiah, pentingnya penggunaan referensi primer, dan integritas akademik dalam penyusunan naskah. Peserta juga memperoleh instrumen evaluasi mandiri yang dapat digunakan sebelum artikel diajukan untuk publikasi.</p>
<p>Dalam salah satu pernyataannya, Dr Yuhefizar menegaskan bahwa proses publikasi memerlukan ketekunan dan sikap ilmiah yang berkelanjutan.</p>
<p>“Menulis artikel ilmiah adalah proses jangka panjang. Penolakan tidak boleh dianggap sebagai kegagalan, melainkan arahan menuju jurnal yang lebih tepat,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Dr Sukmawati berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan teknis dan konseptual dalam penulisan artikel ilmiah, serta menghasilkan karya yang layak dipublikasikan pada jurnal nasional terindeks SINTA.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat kontribusi civitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Kata kunci: Workshop Penulisan Artikel</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/program-studi-sistem-informasi-unm-selenggarakan-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-terindeks-sinta/">Program Studi Sistem Informasi UNM Selenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks SINTA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/program-studi-sistem-informasi-unm-selenggarakan-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-terindeks-sinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Kompetensi Dosen dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi</title>
		<link>https://jogjahitz.com/pengembangan-kompetensi-dosen-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/pengembangan-kompetensi-dosen-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 08:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Teknlogi Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di era digital yang terus berkembang, penguasaan teknologi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pengembangan-kompetensi-dosen-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/">Pengembangan Kompetensi Dosen dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di era digital yang terus berkembang, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kebutuhan mutlak, terutama dalam dunia pendidikan tinggi. Dosen, sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran, dituntut untuk tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mahir memanfaatkan TIK guna mendukung kualitas pembelajaran. Pengembangan kompetensi dosen dalam penggunaan TIK menjadi salah satu strategi kunci untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.</p>
<p>Pengembangan kompetensi ini penting karena peran dosen telah bergeser dari sekadar penyampai ilmu menjadi fasilitator, pembimbing, dan inovator dalam proses belajar-mengajar. Teknologi seperti Learning Management System (LMS), video konferensi, perangkat lunak kolaboratif, hingga kecerdasan buatan, kini menjadi alat bantu yang harus dikuasai. Tanpa kemampuan tersebut, proses pembelajaran dapat menjadi tidak relevan dan tertinggal dibandingkan kemajuan teknologi yang begitu cepat.</p>
<p>Pelatihan dan pengembangan kompetensi TIK bagi dosen umumnya dilakukan melalui berbagai program, baik yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi, kementerian terkait, maupun lembaga pelatihan profesional. Kegiatan ini bisa berbentuk workshop, kursus daring, sertifikasi, hingga program magang teknologi di institusi yang lebih maju. Pengembangan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, dengan menyesuaikan tren teknologi terbaru dan kebutuhan pembelajaran di masing-masing institusi.</p>
<p>Kapan pengembangan kompetensi ini sebaiknya dilakukan? Idealnya, proses ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Tidak cukup hanya pada masa awal pengangkatan dosen, tetapi perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Perguruan tinggi dapat mengintegrasikan pelatihan TIK ke dalam program pengembangan profesional berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD) dosen.</p>
<p>Pengembangan kompetensi ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan akses teknologi dan sumber daya antara perguruan tinggi di kota besar dengan daerah tertinggal. Oleh karena itu, peran pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menjamin pemerataan kesempatan dan infrastruktur pendukung.</p>
<p>Siapa yang bertanggung jawab dalam proses pengembangan ini? Selain tanggung jawab individu dosen untuk terus meningkatkan kompetensinya, pihak rektorat, Lembaga Penjaminan Mutu, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga berperan dalam menyediakan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, anggaran, maupun sarana pelatihan. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyedia teknologi juga dapat mempercepat proses transformasi ini.</p>
<p>Bagaimana implementasi pengembangan TIK yang efektif? Kunci utamanya adalah penyesuaian antara kebutuhan dosen dan metode pelatihan yang tepat sasaran. Pendekatan berbasis praktik, mentoring, serta evaluasi hasil pelatihan dapat meningkatkan efektivitas. Selain itu, menciptakan komunitas belajar antar-dosen juga terbukti mampu memperkuat kompetensi secara berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p>Dengan demikian, pengembangan kompetensi dosen dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bukan sekadar tuntutan, melainkan langkah strategis menuju pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berkualitas. Melalui sinergi antara dosen, institusi, dan pemangku kebijakan, transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat diwujudkan demi mencetak generasi masa depan yang siap bersaing di kancah global.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pengembangan-kompetensi-dosen-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/">Pengembangan Kompetensi Dosen dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/pengembangan-kompetensi-dosen-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
