<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dosen UBSI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/dosen-ubsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/dosen-ubsi/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 02:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Dosen UBSI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/dosen-ubsi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</title>
		<link>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lambanapu]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul kembali memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Melalui riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Media Wisata Volume 24 Nomor 1 edisi Mei 2026, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berhasil mengungkap potensi besar Desa Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai desa wisata yang mampu menggabungkan kekuatan alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>Penelitian berjudul Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency tersebut menunjukkan bahwa Desa Lambanapu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. Hasil analisis menempatkan desa tersebut pada posisi yang sangat strategis untuk dikembangkan melalui penguatan potensi yang sudah dimiliki.</p>
<p>Dr. Ani Wijayanti menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi unggulan Desa Lambanapu sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang tepat agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>“Desa Lambanapu memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat sebagai modal pengembangan desa wisata. Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa potensi tersebut tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan,&#8221; jelas Dr. Ani dalam rilis yang diterima, Kamis (18/6).</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan sejumlah daya tarik yang menjadi kekuatan utama Desa Lambanapu. Dari sisi wisata alam, terdapat Bukit Tanau dan Bukit Seribu yang menawarkan panorama khas bentang alam Sumba. Sementara dari sisi budaya, desa ini memiliki Situs Lambanapu sebagai warisan sejarah, berbagai pertunjukan seni tradisional yang dikelola Sanggar Ori Angu dan Sanggar Li Luri, serta kerajinan tenun ikat yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.</p>
<p>Menurut Dr. Ani, kekuatan terbesar Desa Lambanapu terletak pada kombinasi antara keindahan alam dan keaslian budaya yang masih terjaga hingga saat ini.</p>
<p>“Kami melihat bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman autentik. Desa Lambanapu memiliki keduanya. Inilah yang menjadi nilai lebih dibandingkan banyak destinasi lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sebanyak 10 informan yang terdiri dari pengelola desa wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha lokal dilibatkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan peluang pengembangan desa.</p>
<p>Hasil analisis SWOT, IFAS, EFAS, dan Matriks Internal-Eksternal (IE) menunjukkan bahwa Desa Lambanapu berada pada Kuadran I, yang menandakan kondisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang besar. Posisi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki prospek cerah untuk terus tumbuh melalui strategi pengembangan yang agresif dan berkelanjutan.</p>
<p>Atun Yulianto menambahkan bahwa salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah tingginya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Bahkan, sekitar 60 persen anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berasal dari kalangan perempuan.</p>
<p>“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Partisipasi perempuan yang cukup besar menunjukkan adanya modal sosial yang kuat untuk mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan sejumlah strategi pengembangan, mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi dan pemasaran produk lokal.</p>
<p>“Kami merekomendasikan pengembangan paket wisata yang menggabungkan wisata alam, budaya, dan pengalaman langsung bersama masyarakat. Wisatawan dapat menikmati aktivitas trekking, mengunjungi situs budaya, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, hingga belajar membuat tenun ikat khas Sumba. Konsep seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkap Atun.</p>
<p>Selain aspek ekonomi, penelitian ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata. Menurut para peneliti, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Melalui hasil penelitian tersebut, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berharap strategi yang dirumuskan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan Desa Lambanapu sebagai destinasi wisata unggulan di Sumba Timur.</p>
<p>“Potensi yang dimiliki Desa Lambanapu sangat besar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, kami optimistis desa ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam untuk generasi mendatang,” tutup Dr. Ani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Hebat Tidak Lahir dalam Semalam, Mereka Tumbuh dari Investasi yang Tepat</title>
		<link>https://jogjahitz.com/dosen-hebat-tidak-lahir-dalam-semalam-mereka-tumbuh-dari-investasi-yang-tepat/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/dosen-hebat-tidak-lahir-dalam-semalam-mereka-tumbuh-dari-investasi-yang-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 23:35:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dosen-hebat-tidak-lahir-dalam-semalam-mereka-tumbuh-dari-investasi-yang-tepat/">Dosen Hebat Tidak Lahir dalam Semalam, Mereka Tumbuh dari Investasi yang Tepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, satu pertanyaan penting perlu diajukan: bagaimana sebuah kampus bisa menghasilkan lulusan berkualitas jika dosennya tidak diberi ruang untuk terus berkembang?</p>
<p>Sering kali ketika membicarakan kualitas perguruan tinggi, perhatian langsung tertuju pada fasilitas, gedung, laboratorium, atau berbagai pencapaian institusi. Padahal, ada satu faktor yang menjadi jantung dari seluruh proses pendidikan, yaitu dosen.</p>
<p>Dosen bukan sekadar pengajar yang hadir di ruang kelas setiap minggu. Mereka adalah mentor, peneliti, inovator, sekaligus penggerak utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, pengembangan dosen seharusnya tidak dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan masa depan institusi.</p>
<p>Bayangkan sebuah kampus seperti sebuah kapal. Kurikulum, fasilitas, dan teknologi mungkin menjadi perlengkapan yang canggih. Namun tanpa awak kapal yang terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, kapal tersebut akan kesulitan berlayar menghadapi perubahan zaman.</p>
<p><strong>Hal yang sama berlaku dalam dunia pendidikan tinggi</strong></p>
<p>Saat ini, perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat. Kecerdasan buatan, transformasi digital, hingga perubahan kebutuhan industri menuntut dosen untuk terus belajar dan beradaptasi. Materi yang relevan hari ini bisa jadi sudah tidak lagi cukup relevan beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Karena itu, dosen perlu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, sertifikasi, penelitian, hingga berbagai kegiatan pengembangan kompetensi lainnya. Sebab bagaimana mungkin mahasiswa dipersiapkan menghadapi masa depan jika pendidiknya tidak mendapatkan kesempatan untuk terus memperbarui wawasannya?</p>
<p>Pengembangan dosen juga tidak hanya berbicara tentang kemampuan mengajar. Kemampuan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas menjadi aspek yang tak kalah penting. Publikasi ilmiah bukan sekadar angka dalam laporan kinerja, tetapi bentuk kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.</p>
<p>Melalui dukungan yang diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen dapat terus meningkatkan kapasitas akademiknya melalui workshop, hibah penelitian, pendampingan publikasi, hingga berbagai program pengembangan lainnya.</p>
<p>Namun pengembangan dosen tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan institusi. Apresiasi terhadap prestasi, kesempatan untuk berkembang, serta budaya akademik yang sehat menjadi faktor penting yang mendorong dosen untuk terus berkarya dan berinovasi.</p>
<p>Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif memahami bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kualitas dosennya. Karena itu, pengembangan dosen menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.</p>
<p>Pada akhirnya, investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah perguruan tinggi bukan hanya pada teknologi, bangunan, atau fasilitas modern. Investasi terbesar selalu berada pada manusianya.</p>
<p>Sebab dosen yang terus bertumbuh akan melahirkan pembelajaran yang lebih berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang kompeten. Dan lulusan yang kompeten akan menjadi bukti nyata bahwa investasi pada dosen adalah investasi yang tidak pernah salah arah.</p>
<p>Dengan komitmen untuk terus mendukung pengembangan dosen, Universitas BSI Kampus Tasikmalaya berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, profesional, dan siap bersaing di tingkat global.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dosen-hebat-tidak-lahir-dalam-semalam-mereka-tumbuh-dari-investasi-yang-tepat/">Dosen Hebat Tidak Lahir dalam Semalam, Mereka Tumbuh dari Investasi yang Tepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/dosen-hebat-tidak-lahir-dalam-semalam-mereka-tumbuh-dari-investasi-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa dan Dosen UBSI Ukir Prestasi Nasional hingga Internasional</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mahasiswa-dan-dosen-ubsi-ukir-prestasi-nasional-hingga-internasional/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mahasiswa-dan-dosen-ubsi-ukir-prestasi-nasional-hingga-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 05:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6043</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8212; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-dan-dosen-ubsi-ukir-prestasi-nasional-hingga-internasional/">Mahasiswa dan Dosen UBSI Ukir Prestasi Nasional hingga Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8212; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan kiprahnya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga produktif melahirkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.</p>
<p>Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih mahasiswa maupun dosen UBSI sepanjang 2025 hingga 2026, mulai dari bidang akademik, olahraga, riset, hingga inovasi teknologi.</p>
<p>Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom, MM, M.Pd, IPU, ASEAN Eng menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem pendidikan di UBSI mampu mendorong mahasiswa dan dosen berkembang secara kompetitif.</p>
<p>&#8220;Prestasi yang diraih mahasiswa dan dosen UBSI menunjukkan bahwa semangat unggul, inovatif, dan kolaboratif telah tumbuh kuat di lingkungan kampus. Kami bangga karena mereka mampu membawa nama UBSI di tingkat nasional hingga internasional,&#8221; ujar Prof Wahyudi.</p>
<p>Di bidang akademik internasional, lima mahasiswa UBSI berhasil lolos dalam Program International Student Mobility 2025 ke University of Northern Philippines, Filipina. Selain itu, mahasiswa Rekayasa Perangkat Lunak, Adam Maulana, terpilih mengikuti program magang internasional di VIBIA Lighting Ltd, Barcelona, Spanyol.</p>
<p>Prestasi internasional lainnya juga ditorehkan Muhammad Raulfie Al Adzani dari Program Studi Sistem Informasi yang mengikuti internship program di Marseille, Prancis.</p>
<p>Sementara itu, mahasiswa Informatika UBSI, Desiana Nuranudin Putri, sukses meraih penghargaan Best Argumentation Award dalam ajang Garuda Essay Award 2026 bidang Artificial Intelligence.</p>
<p>Tidak hanya itu, sebanyak 22 mahasiswa UBSI juga berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador 2026 dari puluhan ribu pendaftar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Menurut Prof Wahyudi, capaian tersebut menjadi indikator bahwa mahasiswa UBSI mampu bersaing dalam kompetisi global berbasis teknologi dan inovasi.</p>
<p>&#8220;Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti program internasional, kompetisi global, hingga pengembangan teknologi digital agar memiliki pengalaman dan daya saing tinggi,&#8221; katanya.</p>
<p>Di bidang olahraga, mahasiswa UBSI juga menorehkan sederet prestasi membanggakan. Mulai dari cabang Kurash, Judo, Pencak Silat, Karate, Taekwondo, hingga Cheerleading.</p>
<p>Mahasiswa UBSI bahkan berhasil meraih medali emas dalam ajang SEA Games Thailand 2025 cabang olahraga Judo kelas -55 kilogram.</p>
<p>Selain itu, Paduan Suara Mahasiswa UBSI juga sukses meraih Juara 2 kategori Folklore pada Jakarta International Choral Festival 2025.</p>
<p>Pada bidang inovasi digital, tim mahasiswa UBSI bernama Duo Clingy berhasil meraih Juara 3 Techsoft 2026 Web Competition melalui inovasi aplikasi Donoraja.</p>
<p>Sementara dari kalangan dosen, UBSI mencatat peningkatan capaian riset dan pengabdian masyarakat. Sebanyak 42 dosen berhasil memperoleh hibah pengabdian kepada masyarakat dan 14 dosen mendapatkan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</p>
<p>UBSI juga mencatat keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan Program BESTARI Saintek 2026 dari LPDP dan Kemendiktisaintek melalui riset kolaboratif bersama sejumlah perguruan tinggi nasional.</p>
<p>&#8220;Kami terus memperkuat budaya riset dan inovasi. Dosen dan mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan masyarakat melalui penelitian yang aplikatif dan berdampak,&#8221; ujar Prof Wahyudi.</p>
<p>Menurut dia, prestasi yang diraih civitas akademika UBSI merupakan hasil dari kolaborasi, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan kampus terhadap pengembangan talenta mahasiswa maupun dosen.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak prestasi di masa depan,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-dan-dosen-ubsi-ukir-prestasi-nasional-hingga-internasional/">Mahasiswa dan Dosen UBSI Ukir Prestasi Nasional hingga Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mahasiswa-dan-dosen-ubsi-ukir-prestasi-nasional-hingga-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lolos Hibah Kemendiktisaintek 2026, Dosen UBSI Ubah Limbah Tekstil dan Mendong Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi</title>
		<link>https://jogjahitz.com/lolos-hibah-kemendiktisaintek-2026-dosen-ubsi-ubah-limbah-tekstil-dan-mendong-jadi-produk-bernilai-ekonomi-tinggi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/lolos-hibah-kemendiktisaintek-2026-dosen-ubsi-ubah-limbah-tekstil-dan-mendong-jadi-produk-bernilai-ekonomi-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 05:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tasikmalaya &#8212; Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/lolos-hibah-kemendiktisaintek-2026-dosen-ubsi-ubah-limbah-tekstil-dan-mendong-jadi-produk-bernilai-ekonomi-tinggi/">Lolos Hibah Kemendiktisaintek 2026, Dosen UBSI Ubah Limbah Tekstil dan Mendong Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tasikmalaya &#8212; Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan memperoleh Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Melalui program bertajuk Pendampingan Inovasi Produk Kreatif Hibrida Limbah Tekstil Mendong dengan Penguatan Manajemen Usaha Berbasis Teknologi Informasi pada UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya, tim dosen berhasil menghadirkan inovasi yang mengubah limbah tekstil dan mendong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.</p>
<p>Tim pengabdian dipimpin oleh Bambang Kelana Simpony dengan anggota Dini Silvi Purnia, Cepi Cahyadi, Reza Adzi Permana, dan Ilham Farhanul Hakim. Program yang didanai Kemendiktisaintek tersebut dilaksanakan pada 23 hingga 31 Mei 2026 dengan fokus pada pengembangan produk kreatif berbahan mendong dan limbah tekstil, penguatan manajemen usaha berbasis teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas pemasaran digital bagi UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya.</p>
<p>Bambang menjelaskan bahwa kerajinan mendong memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sentuhan inovasi. Oleh karena itu, tim pengabdian mendorong pemanfaatan limbah tekstil sebagai material pendukung untuk menghasilkan produk yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>
<p>“Kerajinan mendong merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan. Melalui program ini, kami berupaya mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar modern,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (2/6).</p>
<p>Selama pelaksanaan program, peserta mendapatkan berbagai pelatihan mulai dari manajemen usaha berbasis teknologi informasi, inovasi produk kreatif mendong tekstil, packaging dan fotografi produk, hingga pemasaran digital. Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.</p>
<p>Hasil program menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan mitra. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman peserta terkait inovasi produk mendong tekstil meningkat dari 5 persen menjadi 80 persen. Kemampuan pemasaran digital meningkat dari 10 persen menjadi 75 persen, sementara kemampuan manajemen usaha berbasis teknologi informasi naik dari 5 persen menjadi 75 persen. Adapun kemampuan fotografi produk meningkat hingga 80 persen dari kondisi awal sebesar 5 persen.</p>
<p>Dini Silvi Purnia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha di era saat ini. Menurutnya, UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu memasarkan produknya secara efektif melalui berbagai platform digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.</p>
<p>Keberhasilan program ini turut dirasakan oleh UMKM Jempol Jaya. Pemilik usaha, Ade Sandi, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan keterampilan baru yang membantu pengembangan usahanya. Inovasi produk hasil perpaduan mendong dan limbah tekstil dinilai memberikan nilai tambah sekaligus menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.</p>
<p>Melalui keberhasilan meraih Hibah Kemendiktisaintek 2026, dosen UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif tidak hanya menunjukkan prestasi dalam memperoleh pendanaan kompetitif nasional, tetapi juga membuktikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM. Inovasi pemanfaatan limbah tekstil dan mendong menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus mendorong terciptanya ekonomi yang lebih berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/lolos-hibah-kemendiktisaintek-2026-dosen-ubsi-ubah-limbah-tekstil-dan-mendong-jadi-produk-bernilai-ekonomi-tinggi/">Lolos Hibah Kemendiktisaintek 2026, Dosen UBSI Ubah Limbah Tekstil dan Mendong Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/lolos-hibah-kemendiktisaintek-2026-dosen-ubsi-ubah-limbah-tekstil-dan-mendong-jadi-produk-bernilai-ekonomi-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Mengajar Mahasiswa Internasional Lewat Faculty Exchange</title>
		<link>https://jogjahitz.com/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-ubsi-mengajar-mahasiswa-internasional-lewat-faculty-exchange/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-ubsi-mengajar-mahasiswa-internasional-lewat-faculty-exchange/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Faculty Exchange]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5806</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-ubsi-mengajar-mahasiswa-internasional-lewat-faculty-exchange/">Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Mengajar Mahasiswa Internasional Lewat Faculty Exchange</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kolaborasi internasional bertajuk Faculty Exchange bersama University of Northern Philippines (UNP). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini, dimulai sejak Jumat (17/4) dan berlangsung selama dua pekan.</p>
<p>Dalam program ini, dosen dari kedua universitas saling bertukar ilmu kepada mahasiswa lintas negara. Dr. Susie Sugiarti dan Windu Tiastuti menjadi perwakilan UBSI yang memberikan materi kepada mahasiswa UNP di Filipina.</p>
<p>Dr. Susie Sugiarti memaparkan materi mengenai “Digital Marketing Communication”. Ia menekankan pentingnya strategi komunikasi pemasaran di tengah transformasi media yang sangat cepat.</p>
<p>&#8220;Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana komunikasi pemasaran digital berkembang pesat dan harus diadaptasi sesuai kebutuhan industri,&#8221; ujar Susie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5).</p>
<p>Sementara itu, Windu Tiastuti memberikan pemahaman terkait Broadcasting Ethics. Materi ini mencakup dasar-dasar hingga penerapan etika dalam praktik penyiaran di era digital saat ini.</p>
<p>Sebaliknya, mahasiswa UBSI juga berkesempatan belajar langsung dari akademisi UNP. Prof. Johnny A. Allagadan Jr membawakan materi Development Communication, sedangkan Dr. Angelica T. Arquines mengulas konsep serta teori media komunikasi.</p>
<p>Pihak penyelenggara menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa di level internasional. Peserta diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global dan pemahaman lintas budaya.</p>
<p>Antusiasme mahasiswa dari kedua institusi terlihat tinggi selama sesi yang berlangsung selama dua jam di setiap pertemuannya. Adanya interaksi dua arah memungkinkan terjadinya pertukaran cara pandang komunikasi dari perspektif Indonesia maupun Filipina.</p>
<p>Melalui inisiatif ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap kerja sama internasional dapat terus diperluas demi menjawab tantangan global. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-ubsi-mengajar-mahasiswa-internasional-lewat-faculty-exchange/">Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Mengajar Mahasiswa Internasional Lewat Faculty Exchange</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/dosen-prodi-ilmu-komunikasi-ubsi-mengajar-mahasiswa-internasional-lewat-faculty-exchange/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Transformasi Digital, Dosen UBSI Kampus Pontianak Jajaki Kolaborasi dengan Diskominfo dan TP PKK Kalbar</title>
		<link>https://jogjahitz.com/dukung-transformasi-digital-dosen-ubsi-kampus-pontianak-jajaki-kolaborasi-dengan-diskominfo-dan-tp-pkk-kalbar/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/dukung-transformasi-digital-dosen-ubsi-kampus-pontianak-jajaki-kolaborasi-dengan-diskominfo-dan-tp-pkk-kalbar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Langkah nyata menuju transformasi digital di...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dukung-transformasi-digital-dosen-ubsi-kampus-pontianak-jajaki-kolaborasi-dengan-diskominfo-dan-tp-pkk-kalbar/">Dukung Transformasi Digital, Dosen UBSI Kampus Pontianak Jajaki Kolaborasi dengan Diskominfo dan TP PKK Kalbar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Langkah nyata menuju transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah kembali diwujudkan oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak. Nanda Diaz Arizona dan Muhammad Iqbal, dosen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, melakukan audiensi strategis bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Barat serta Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat, pada Senin (27/4) lalu di Kantor Diskominfo Kalbar.</p>
<p>Audiensi ini bertujuan menjajaki pengembangan sistem informasi yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi TP PKK di tingkat provinsi. Pertemuan ini mempertemukan kedua dosen UBSI kampus Pontianak dengan Reza Afrizal, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kalbar, serta Yulia, Sekretaris TP PKK Provinsi Kalimantan Barat. Forum audiensi ini menjadi ruang dialog yang produktif, tempat kebutuhan nyata organisasi TP PKK di lapangan bertemu langsung dengan kapasitas teknologi yang dimiliki tim akademisi UBSI.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, berbagai kebutuhan pengembangan sistem dibahas secara mendalam. Pembahasan mencakup bagaimana teknologi informasi dapat dihadirkan untuk menyederhanakan alur kerja, mempercepat pelaporan, serta meningkatkan koordinasi antarjenjang kepengurusan TP PKK mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat yang lebih bawah.</p>
<p>Reza Afrizal menyambut positif inisiatif kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dengan lembaga pemerintah dalam mendorong percepatan transformasi digital di Kalimantan Barat.</p>
<p>&#8220;Kehadiran akademisi dalam proses pengembangan sistem pemerintahan adalah sesuatu yang kami dukung sepenuhnya. Kolaborasi seperti ini justru menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan tepat sasaran karena dibangun berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan lapangan,&#8221; ujar Reza dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5).</p>
<p>Senada dengan itu, Yulia selaku Sekretaris TP PKK Provinsi Kalbar mengungkapkan harapannya agar sistem yang nantinya dikembangkan benar-benar mampu menjawab tantangan operasional yang selama ini dihadapi oleh organisasi.</p>
<p>&#8220;Kami berharap sistem ini kelak bisa menjadi tulang punggung pengelolaan data dan informasi TP PKK yang lebih tertib, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh jajaran pengurus,&#8221; tutur Yulia.</p>
<p>Sementara itu, Nanda Diaz Arizona menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar pertemuan pembuka, melainkan titik awal dari sebuah proses panjang yang akan dijalani dengan serius dan penuh tanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Kami datang bukan hanya membawa konsep, tetapi juga komitmen. Pengembangan sistem ini akan kami kawal dari tahap perencanaan hingga implementasi, memastikan setiap fitur yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan TP PKK Kalimantan Barat,&#8221; tegas Nanda.</p>
<p>Lisnawanty, Ketua Program Studi Informatika UBSI Kampus Pontianak, memberikan apresiasi atas inisiatif yang ditunjukkan oleh kedua dosennya dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata pemerintahan daerah.</p>
<p>&#8220;Inilah wujud konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami emban. Dosen kami tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga hadir memberikan kontribusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah Kalimantan Barat,&#8221; pungkas Lisna.</p>
<p>Kolaborasi antara UBSI kampus Pontianak, Diskominfo Kalbar, dan TP PKK Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis yang melampaui batas kampus, yakni sebagai mitra pembangunan daerah yang aktif dan relevan dalam era transformasi digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dukung-transformasi-digital-dosen-ubsi-kampus-pontianak-jajaki-kolaborasi-dengan-diskominfo-dan-tp-pkk-kalbar/">Dukung Transformasi Digital, Dosen UBSI Kampus Pontianak Jajaki Kolaborasi dengan Diskominfo dan TP PKK Kalbar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/dukung-transformasi-digital-dosen-ubsi-kampus-pontianak-jajaki-kolaborasi-dengan-diskominfo-dan-tp-pkk-kalbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Standar Global, Dosen UBSI Ikuti Workshop Manajemen Konferensi IEEE untuk ICAISD 2026</title>
		<link>https://jogjahitz.com/perkuat-standar-global-dosen-ubsi-ikuti-workshop-manajemen-konferensi-ieee-untuk-icaisd-2026/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/perkuat-standar-global-dosen-ubsi-ikuti-workshop-manajemen-konferensi-ieee-untuk-icaisd-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211; Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi internasional...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perkuat-standar-global-dosen-ubsi-ikuti-workshop-manajemen-konferensi-ieee-untuk-icaisd-2026/">Perkuat Standar Global, Dosen UBSI Ikuti Workshop Manajemen Konferensi IEEE untuk ICAISD 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Depok &#8211; Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi internasional terus menjadi perhatian perguruan tinggi dalam menghadapi persaingan akademik global. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat kualitas penyelenggaraan konferensi internasional berstandar global. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi sejumlah dosen UBSI dalam Workshop Conference Management Section, Chapters yang diselenggarakan oleh IEEE Indonesia Section selama dua hari yaitu pada Sabtu-Minggu, 7-8 Februari di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depo, Jawa Barat.</p>
<p>Workshop ini merupakan agenda pembinaan resmi bagi institusi penyelenggara konferensi yang berada dalam ekosistem IEEE. Materi yang diberikan mencakup manajemen mutu konferensi, proses perizinan dan aplikasi, tata kelola pendanaan, pelaporan kegiatan, hingga standardisasi penerbitan prosiding ilmiah menggunakan sistem pdfExpress, eCopyright, serta conference management system.</p>
<p>Tiga dosen UBSI yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Dr. Sumanto, Dwi Puji Astuti, dan Jordy Lasmana Putra. Kehadiran mereka menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan UBSI dalam menyelenggarakan konferensi internasional yang kredibel, profesional, dan diakui secara global.</p>
<p>Sebagai informasi, UBSI secara konsisten menyelenggarakan International Conference on Advanced Informatics for Sustainable Development (ICAISD) sejak tahun 2020. Konferensi ini menjadi forum ilmiah tahunan yang mempertemukan peneliti nasional dan internasional untuk membahas perkembangan dan inovasi teknologi informatika dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Ketua ICAISD 2025, Dr. Sumanto, menyampaikan bahwa pelatihan dari IEEE memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas tata kelola konferensi.</p>
<p>“Melalui workshop ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih detail mengenai standar dan praktik terbaik penyelenggaraan konferensi internasional sesuai regulasi IEEE. Hal ini menjadi fondasi penting agar ICAISD ke depan semakin profesional, kompetitif, dan dipercaya oleh komunitas akademik global,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Depok pada Senin (9/3).</p>
<p>Saat ini, UBSI mulai melakukan berbagai persiapan menuju penyelenggaraan ICAISD 2026, antara lain melalui perluasan kolaborasi global, peningkatan kualitas artikel ilmiah, serta penguatan sistem manajemen konferensi berbasis standar internasional.</p>
<p>“Partisipasi aktif kami dalam kegiatan pembinaan IEEE ini sekaligus menegaskan keseriusan UBSI dalam membangun ekosistem riset berkelas dunia serta menjaga reputasi konferensi internasional yang diselenggarakannya secara konsisten dari tahun ke tahun,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perkuat-standar-global-dosen-ubsi-ikuti-workshop-manajemen-konferensi-ieee-untuk-icaisd-2026/">Perkuat Standar Global, Dosen UBSI Ikuti Workshop Manajemen Konferensi IEEE untuk ICAISD 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/perkuat-standar-global-dosen-ubsi-ikuti-workshop-manajemen-konferensi-ieee-untuk-icaisd-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Mutu Akademik, Tiga Dosen UBSI Raih JFA Lektor Kepala</title>
		<link>https://jogjahitz.com/perkuat-mutu-akademik-tiga-dosen-ubsi-raih-jfa-lektor-kepala/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/perkuat-mutu-akademik-tiga-dosen-ubsi-raih-jfa-lektor-kepala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 05:31:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Lektor Kepala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Penguatan mutu akademik terus menjadi fokus...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perkuat-mutu-akademik-tiga-dosen-ubsi-raih-jfa-lektor-kepala/">Perkuat Mutu Akademik, Tiga Dosen UBSI Raih JFA Lektor Kepala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Penguatan mutu akademik terus menjadi fokus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Komitmen tersebut tercermin melalui diraihnya Jabatan Fungsional Akademik (JFA) Lektor Kepala oleh tiga dosen UBSI yang secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) dan Sertifikat Uji Kompetensi (Ujikom) dari LLDikti Wilayah III pada, Selasa (3/2) lalu.</p>
<p>Tiga dosen UBSI yang berhasil meraih jabatan akademik Lektor Kepala tersebut adalah Dr. Sabil, Dr. Popon Rabia serta Heribertus Ary. Capaian ini menjadi bukti pengakuan atas kompetensi, konsistensi kinerja, serta kontribusi akademik yang telah diberikan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Keberhasilan tiga dosen UBSI ini mencerminkan kualitas sumber daya manusia akademik yang terus berkembang seiring dengan upaya institusi dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan budaya riset. Dosen dengan jabatan Lektor Kepala diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas kurikulum, serta pembinaan dosen pada jenjang jabatan di bawahnya.</p>
<p>Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Dr. Diah Puspitasari, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para dosen tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian JFA Lektor Kepala tidak hanya menjadi kebanggaan bagi individu dosen, tetapi juga memberikan dampak positif bagi penguatan mutu akademik institusi secara keseluruhan.</p>
<p>&#8220;Selamat atas diraihnya Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala. Semoga semakin sukses dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan akademik dan institusi,&#8221; ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (12/2).</p>
<p>Diah juga menambahkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, dukungan dari unit terkait menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran proses pengajuan jabatan fungsional dosen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bagian Pengembangan Dosen atas pendampingannya,” tambahnya.</p>
<p>Dengan bertambahnya dosen yang meraih JFA Lektor Kepala, UBSI berharap kualitas akademik institusi semakin kuat, baik dari sisi pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerja akademik secara berkelanjutan, sejalan dengan visi UBSI dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perkuat-mutu-akademik-tiga-dosen-ubsi-raih-jfa-lektor-kepala/">Perkuat Mutu Akademik, Tiga Dosen UBSI Raih JFA Lektor Kepala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/perkuat-mutu-akademik-tiga-dosen-ubsi-raih-jfa-lektor-kepala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</title>
		<link>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 10:40:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4920</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di dunia perguruan tinggi, peran dosen sebenarnya tidak...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/">Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di dunia perguruan tinggi, peran dosen sebenarnya tidak berhenti di ruang kelas. Mengajar memang penting, tetapi Tri Dharma Perguruan Tinggi menegaskan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya saling menguatkan dan menjadi fondasi utama kualitas perguruan tinggi.</p>
<p>Sebagai pendidik, dosen berperan mentransformasikan ilmu kepada mahasiswa. Namun, pembelajaran akan terasa lebih hidup dan relevan ketika materi yang disampaikan bersumber dari hasil penelitian yang aktual. Lewat riset, dosen tidak hanya memperdalam keilmuan, tetapi juga memastikan bahwa apa yang diajarkan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Penelitian juga membuka jalan menuju pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dilakukan dosen dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi. Dengan pendekatan ini, pengabdian tidak lagi sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud penerapan ilmu yang berbasis kajian ilmiah dan berdampak nyata.</p>
<p>Menariknya, pengabdian kepada masyarakat justru sering menjadi titik awal lahirnya penelitian baru. Interaksi langsung dengan masyarakat membantu dosen memahami persoalan riil di lapangan. Dari sinilah muncul ide riset yang relevan sekaligus bahan ajar yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Inilah siklus Tri Dharma yang saling menguatkan.</p>
<p>Di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), penguatan Tri Dharma dosen terus didorong melalui peran aktif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Berbagai program pendampingan, pelatihan penulisan riset, fasilitasi hibah, hingga pengelolaan kegiatan pengabdian disiapkan untuk membantu dosen lebih produktif dan terarah. LPPM menjadi ruang kolaborasi agar ide, riset, dan pengabdian dosen tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberi dampak.</p>
<p>Pada akhirnya, dosen yang aktif meneliti dan mengabdi adalah kunci lahirnya perguruan tinggi yang relevan dengan zaman. Melalui dukungan LPPM, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif mengajak para dosen untuk terus menghidupkan penelitian dan pengabdian, bukan hanya sebagai kewajiban Tri Dharma, tetapi sebagai kontribusi nyata untuk masyarakat dan kemajuan pendidikan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/">Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Alasan Dosen Wajib Menghidupkan Penelitian dan Pengabdian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-mengajar-inilah-alasan-dosen-wajib-menghidupkan-penelitian-dan-pengabdian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SITUBA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4678</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma soal minum obat tiap hari. Ada rasa capek, bosan, kadang juga bingung harus lapor ke siapa atau kontrol ke mana. Nggak sedikit pasien yang akhirnya merasa jalan sendiri, padahal proses pengobatan TBC butuh pendampingan yang konsisten dan terpantau.</p>
<p>Dari kebutuhan itulah SITUBA Tuberculosis Assistant hadir sebagai pendamping digital bagi pasien TBC di Surakarta. Platform berbasis website ini dirancang untuk mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi laporan, sekaligus memantau perjalanan pengobatan pasien agar tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.</p>
<p>SITUBA dikembangkan oleh dosen-dosen dari UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Solo yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. Sistem ini dibuat untuk menyatukan alur pelaporan TBC, mulai dari kader di lapangan, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam satu sistem real-time.</p>
<p>Wawan mengungkapkan SITUBA hadir agar pasien TBC tidak merasa berjuang sendirian. Semua proses dari deteksi, pemantauan, sampai pendampingan pengobatan bisa terhubung dalam satu sistem.</p>
<p>&#8220;Lewat berbagai fitur unggulan, SITUBA memudahkan proses skrining lapangan, pendampingan minum obat, pengelolaan data pasien dan keluarga, hingga penyajian informasi dan edukasi seputar TBC. Sistem dashboard multi-role juga memungkinkan setiap pihak, dari kader hingga Pemda, memantau perkembangan kasus sesuai perannya masing-masing,&#8221; ungkap Wawan dalam keterangan pers, Senin (19/1).</p>
<p>Ia menambahkan, uji coba internal menunjukkan respons positif dari berbagai pihak.</p>
<p>“Instansi merasa terbantu karena data jadi terintegrasi dan tidak perlu laporan berulang. Kader juga merasakan skrining lebih cepat dan terarah, sementara pasien terbantu dengan pengingat kontrol dan akses edukasi,” jelasnya.</p>
<p>Platform ini sudah resmi diluncurkan sebagai inovasi digital pendamping pasien TBC. Ke depan, SITUBA diharapkan bisa digunakan lebih luas dan berkontribusi dalam mempercepat penanganan TBC di Surakarta. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, hadir secara nyata di masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
