<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digitalisasi Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/digitalisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/digitalisasi/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 07:06:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>digitalisasi Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/digitalisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Jalur Pendakian ke Layar Digital, Inovasi Tim UBSI Kampus Solo Bantu Pendaki Lebih Siap</title>
		<link>https://jogjahitz.com/dari-jalur-pendakian-ke-layar-digital-inovasi-tim-ubsi-kampus-solo-bantu-pendaki-lebih-siap/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/dari-jalur-pendakian-ke-layar-digital-inovasi-tim-ubsi-kampus-solo-bantu-pendaki-lebih-siap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Nasional INOVATIF 2026]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solo &#8211; Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dari-jalur-pendakian-ke-layar-digital-inovasi-tim-ubsi-kampus-solo-bantu-pendaki-lebih-siap/">Dari Jalur Pendakian ke Layar Digital, Inovasi Tim UBSI Kampus Solo Bantu Pendaki Lebih Siap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Solo &#8211; Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian gunung belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan informasi yang akurat dan mudah diakses. Kondisi ini mendorong lahirnya inovasi digital yang berfokus pada keselamatan dan kesiapan pendaki.</p>
<p>Seminar Nasional INOVATIF 2026 yang digelar pada Kamis (9/4) menjadi ruang bagi akademisi untuk mempresentasikan solusi berbasis teknologi tersebut. Dalam forum ini, tim Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo turut ambil bagian dengan memaparkan hasil risetnya.</p>
<p>CariYo!Track, Jawaban atas Kebutuhan Informasi Pendaki</p>
<p>Tim yang beranggotakan Oktavian Ramadhani, Aliya Safira Rais, Shalsa Fitri Ramadhani, Iksan Nurudin Effendi, Muhammad Rizky Nurrohman, dan Maria Atik Sunarti Ekowati ini mengangkat penelitian berjudul Perancangan Website CariYo!Track sebagai Sistem Pendukung Informasi Pendaki Gunung.</p>
<p>Oktavian Ramadhani menjelaskan bahwa latar belakang penelitian ini berangkat dari kesulitan yang masih dialami pendaki, terutama pemula, dalam mengakses informasi yang lengkap dan terintegrasi.</p>
<p>“Banyak pendaki masih kesulitan mendapatkan informasi terkait jalur, kondisi cuaca, hingga perlengkapan yang harus dipersiapkan sebelum mendaki,” ujarnya dalam rilis yang diterima di Solo pada Jumat (10/4).</p>
<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang website CariYo!Track sebagai pusat informasi pendakian yang terintegrasi. Platform ini dilengkapi berbagai fitur seperti informasi gunung, jalur pendakian, peta interaktif, live tracking, checklist perlengkapan, informasi cuaca, hingga sistem booking pendakian dan QR code tiket.</p>
<p>Aliya Safira Rais menambahkan bahwa kehadiran fitur-fitur tersebut diharapkan mampu membantu pendaki dalam merencanakan perjalanan dengan lebih matang.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan platform yang tidak hanya informatif, tetapi juga memudahkan pendaki dalam mempersiapkan perjalanan secara aman dan efisien,” tuturnya.</p>
<p>Dikembangkan Bertahap dan Berorientasi pada Pengguna</p>
<p>Dalam proses pengembangannya, tim menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model incremental agar sistem dapat dibangun secara bertahap dan teruji di setiap tahap.</p>
<p>Website ini dikembangkan menggunakan Laravel sebagai backend, MySQL sebagai basis data, serta HTML, CSS, dan JavaScript untuk memastikan tampilan yang responsif di berbagai perangkat.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengujian, sistem CariYo!Track telah berjalan secara fungsional dengan baik. Fitur seperti peta interaktif, informasi cuaca real-time, live tracking, dan checklist persiapan menjadi yang paling diapresiasi oleh pengguna.</p>
<p>Maria Atik Sunarti Ekowati mengungkapkan harapannya agar inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas.</p>
<p>“Kami berharap CariYo!Track tidak hanya membantu pendaki, tetapi juga mendukung pengelola kawasan gunung serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk kontribusi nyata di bidang teknologi, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dan berdampak. Keikutsertaan tim Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Solo dalam Seminar Nasional INOVATIF 2026 menjadi bukti bahwa riset akademik mampu menghadirkan solusi digital yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/dari-jalur-pendakian-ke-layar-digital-inovasi-tim-ubsi-kampus-solo-bantu-pendaki-lebih-siap/">Dari Jalur Pendakian ke Layar Digital, Inovasi Tim UBSI Kampus Solo Bantu Pendaki Lebih Siap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/dari-jalur-pendakian-ke-layar-digital-inovasi-tim-ubsi-kampus-solo-bantu-pendaki-lebih-siap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UNM Ciptakan Click Up, Aplikasi AI Pengatur Waktu yang Bikin Produktivitas Naik</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mahasiswa-unm-ciptakan-click-up-aplikasi-ai-pengatur-waktu-yang-bikin-produktivitas-naik/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mahasiswa-unm-ciptakan-click-up-aplikasi-ai-pengatur-waktu-yang-bikin-produktivitas-naik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Inovasi teknologi kembali lahir dari mahasiswa...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-unm-ciptakan-click-up-aplikasi-ai-pengatur-waktu-yang-bikin-produktivitas-naik/">Mahasiswa UNM Ciptakan Click Up, Aplikasi AI Pengatur Waktu yang Bikin Produktivitas Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Inovasi teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Mahasiswa Program Studi (prodi) Sains Data, Dini Fitriyah Herti, berhasil mengembangkan aplikasi Click Up, sebuah solusi manajemen waktu lintas platform yang dirancang untuk membantu individu mengatur aktivitas harian secara lebih efektif sekaligus mengurangi stres akibat jadwal yang padat.</p>
<p>Aplikasi Click Up hadir sebagai platform cerdas yang mengintegrasikan sistem manajemen tugas dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui teknologi tersebut, aplikasi mampu membantu pengguna menyusun jadwal secara otomatis, memprioritaskan tugas penting, serta mengoptimalkan rutinitas harian secara lebih terstruktur.</p>
<p>Dini menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi ini berangkat dari permasalahan umum yang sering dialami banyak orang, yakni kesulitan mengelola waktu di tengah aktivitas yang semakin kompleks.</p>
<p>“Click Up kami rancang sebagai asisten digital yang dapat membantu pengguna mengatur jadwal, memprediksi kebiasaan, serta memberikan rekomendasi aktivitas secara otomatis sehingga manajemen waktu menjadi lebih efisien dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebutakan bahwa aplikasi ini dikembangkan menggunakan Flutter, sehingga dapat diakses secara mulus di berbagai platform, mulai dari perangkat mobile, web, hingga desktop. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mengelola aktivitas kapan saja dan dari perangkat apa pun dengan pengalaman penggunaan yang konsisten.</p>
<p>“Beragam fitur cerdas turut disematkan dalam aplikasi Click Up, di antaranya smart task management, prediksi kebiasaan pengguna, serta penjadwalan otomatis berbasis AI yang mampu menyesuaikan jadwal dengan pola produktivitas pengguna. Sistem AI dalam aplikasi ini juga dapat membantu mengotomatisasi berbagai aktivitas rutin sehingga pengguna dapat lebih fokus pada hal-hal yang bersifat prioritas,” paparnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa aplikasi Click Up ditujukan bagi berbagai kalangan yang memiliki aktivitas padat, seperti mahasiswa, pekerja profesional muda, freelancer, hingga individu yang harus mengelola banyak tanggung jawab sekaligus dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Dengan dukungan sistem rekomendasi yang adaptif, aplikasi ini diharapkan mampu membantu pengguna menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, memberikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa tersebut.</p>
<p>“Pengembangan aplikasi Click Up menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan manajemen waktu. Inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi digital yang aplikatif dan berdampak,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (26/3).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa inovasi berbasis data dan AI memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik melalui kolaborasi riset maupun kerja sama dengan industri teknologi.</p>
<p>“Melalui pengembangan aplikasi Click Up, diharapkan masyarakat dapat memiliki alat bantu digital yang mampu mendukung pengelolaan waktu secara lebih cerdas, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan keseimbangan hidup di tengah dinamika aktivitas modern,” tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswa-unm-ciptakan-click-up-aplikasi-ai-pengatur-waktu-yang-bikin-produktivitas-naik/">Mahasiswa UNM Ciptakan Click Up, Aplikasi AI Pengatur Waktu yang Bikin Produktivitas Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mahasiswa-unm-ciptakan-click-up-aplikasi-ai-pengatur-waktu-yang-bikin-produktivitas-naik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Bukan Beban Tapi Penentu Mutu Kampus</title>
		<link>https://jogjahitz.com/perpustakaan-bukan-beban-tapi-penentu-mutu-kampus/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/perpustakaan-bukan-beban-tapi-penentu-mutu-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 08:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan UNM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah arus transformasi pendidikan tinggi yang kian...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-bukan-beban-tapi-penentu-mutu-kampus/">Perpustakaan Bukan Beban Tapi Penentu Mutu Kampus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah arus transformasi pendidikan tinggi yang kian digital, perpustakaan kerap ditempatkan pada posisi yang serba tanggung. Ia ada karena diwajibkan, hadir karena diminta standar akreditasi. Pertanyaannya sederhana namun mendasar diantaranya, apakah perpustakaan benar-benar diposisikan sebagai investasi strategis kampus, atau sekadar formalitas kelembagaan?</p>
<p>Dalam perguruan tinggi modern, perpustakaan tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku. Ia adalah pusat pengelolaan pengetahuan, penguat literasi digital, sekaligus fondasi kualitas akademik. Terlebih bagi Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, perpustakaan seharusnya menjadi bagian inti dari sistem akademik, bukan elemen pinggiran yang diaktifkan menjelang penilaian.</p>
<p>Manajemen pendidikan yang berkualitas tidak mungkin berdiri tanpa dukungan data dan referensi ilmiah yang kuat. Kurikulum yang relevan, riset yang berdampak, serta publikasi dosen dan mahasiswa yang berkualitas semuanya bergantung pada akses informasi yang kredibel dan mutakhir. Di titik ini, perpustakaan memainkan peran strategis melalui penyediaan jurnal ilmiah bereputasi, repositori karya ilmiah institusi, basis data riset digital, serta layanan literasi informasi.</p>
<p>Ketika perpustakaan terintegrasi dengan sistem akademik kampus, ia tidak lagi sekadar unit layanan, melainkan mitra dalam pengambilan keputusan dan peningkatan mutu pendidikan. Perpustakaan menjadi ruang di mana data akademik diolah menjadi pengetahuan, dan pengetahuan dikonversi menjadi kebijakan serta inovasi.</p>
<p>Tantangan terbesar di era digital bukanlah kelangkaan informasi, melainkan limpahannya. Mahasiswa hidup di tengah banjir data, namun belum tentu memiliki kemampuan memilah, memverifikasi, dan menggunakannya secara etis. Budaya instan dan “asal kutip” mudah menjebak proses akademik pada kedangkalan. Di sinilah perpustakaan berfungsi sebagai penjaga nalar akademik.</p>
<p>Perpustakaan digital bukan sekadar memindahkan koleksi cetak ke layar gawai. Ia adalah ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS), mendukung riset daring, serta menyediakan akses fleksibel tanpa batas ruang dan waktu. Lebih dari itu, perpustakaan membekali mahasiswa dengan literasi digital: memahami validitas sumber, etika sitasi, dan tanggung jawab akademik.</p>
<p>Sayangnya, dalam praktik akreditasi, perpustakaan masih sering diperlakukan sebagai daftar ceklis. Yang dinilai adalah keberadaannya, bukan keberfungsian strategisnya. Padahal, perpustakaan yang hanya memenuhi syarat administratif akan kehilangan relevansi. Sebaliknya, perpustakaan yang aktif mendukung pembelajaran, riset, dan publikasi ilmiah akan menjadi pilar penguatan mutu institusi.</p>
<p>Investasi pada perpustakaan sejatinya adalah investasi pada kualitas penelitian, integritas akademik, reputasi institusi, dan daya saing lulusan. Dampaknya mungkin tidak selalu terlihat instan, tetapi manfaatnya bersifat jangka panjang dan berkelanjutan persis seperti pendidikan itu sendiri.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri memiliki peluang besar untuk memaksimalkan peran perpustakaan dalam transformasi pendidikan tinggi. Integrasi teknologi, penguatan layanan e-library, serta pengembangan literasi digital mahasiswa merupakan langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berdaya saing.</p>
<p>Pada akhirnya, setiap perguruan tinggi dihadapkan pada pilihan yang sama: menjadikan perpustakaan sekadar pelengkap akreditasi, atau menempatkannya sebagai investasi strategis masa depan. Kampus yang unggul bukan hanya yang adaptif terhadap teknologi, tetapi yang konsisten menjaga kualitas nalar dan integritas ilmiah.</p>
<p>Dan di sanalah, perpustakaan seharusnya berdiri bukan di pinggir, tetapi di jantung akademik kampus. Kini saatnya kampus berhenti sekadar memenuhi syarat dan mulai berinvestasi pada pengetahuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/perpustakaan-bukan-beban-tapi-penentu-mutu-kampus/">Perpustakaan Bukan Beban Tapi Penentu Mutu Kampus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/perpustakaan-bukan-beban-tapi-penentu-mutu-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cyber University Hadiri Korean IT Security Solutions Day 2026 di Jakarta</title>
		<link>https://jogjahitz.com/cyber-university-hadiri-korean-it-security-solutions-day-2026-di-jakarta/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/cyber-university-hadiri-korean-it-security-solutions-day-2026-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 07:48:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Era Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Fintech]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Cyber University menghadiri Korean IT Security...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cyber-university-hadiri-korean-it-security-solutions-day-2026-di-jakarta/">Cyber University Hadiri Korean IT Security Solutions Day 2026 di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta &#8211;</strong> Cyber University menghadiri Korean IT Security Solutions Day 2026 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, pada Kamis (26/2) lalu. Forum tersebut mempertemukan perusahaan keamanan siber Korea Selatan dengan akademisi serta industri teknologi informasi di Indonesia.</p>
<p>Sejumlah perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, seperti eNsecure, Teem Stone, Soosan, Axgate, Seculetter, PnPSecure, dan S2W, turut memaparkan inovasi di bidang perlindungan sistem digital, deteksi ancaman siber, keamanan jaringan, hingga threat intelligence berbasis kecerdasan buatan.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, Dr. Ing. Agus Trihandoyo, menilai keikutsertaan kampus dalam kegiatan tersebut penting untuk menjaga relevansi kurikulum dengan perkembangan industri global.</p>
<p>“Forum seperti ini menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk memastikan proses pembelajaran dan riset tetap selaras dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan pelaku industri global penting untuk melahirkan talenta yang siap menghadapi tantangan keamanan siber,” ujarnya dalam keterangan rilis, Kamis (26/2).</p>
<p>Ia menambahkan, interaksi dengan perusahaan global membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi mahasiswa.</p>
<p>“Pertemuan seperti ini memberi ruang untuk pengembangan riset terapan, kurikulum berbasis industri, hingga peluang magang dan sertifikasi profesional,” ujar Dr. Agus.</p>
<p>Sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia, Cyber University terus mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan industri global, khususnya di bidang keamanan siber dan fintech.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cyber-university-hadiri-korean-it-security-solutions-day-2026-di-jakarta/">Cyber University Hadiri Korean IT Security Solutions Day 2026 di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/cyber-university-hadiri-korean-it-security-solutions-day-2026-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Karier Dimulai di Sini: UBSI Cetak Lulusan Siap Kerja dan Siap Berbisnis di Era Digital</title>
		<link>https://jogjahitz.com/masa-depan-karier-dimulai-di-sini-ubsi-cetak-lulusan-siap-kerja-dan-siap-berbisnis-di-era-digital/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/masa-depan-karier-dimulai-di-sini-ubsi-cetak-lulusan-siap-kerja-dan-siap-berbisnis-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 05:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Akreditasi Unggul]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang karir]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Purwokerto &#8211; Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/masa-depan-karier-dimulai-di-sini-ubsi-cetak-lulusan-siap-kerja-dan-siap-berbisnis-di-era-digital/">Masa Depan Karier Dimulai di Sini: UBSI Cetak Lulusan Siap Kerja dan Siap Berbisnis di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Purwokerto &#8211; Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan pendidikan. Kuliah bukan lagi sekadar mengejar gelar, melainkan investasi strategis untuk membangun masa depan yang jelas dan karier berkelanjutan. Pertanyaan pun muncul: kampus mana yang benar-benar mampu menyiapkan lulusan siap kerja dan siap bersaing di dunia industri?</p>
<p>Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, secara konsisten membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja masa kini.</p>
<p><strong>UBSI dan Prospek Karier Lulusan yang Terarah</strong></p>
<p>UBSI memahami bahwa prospek karier lulusan menjadi pertimbangan utama calon mahasiswa. Oleh karena itu, UBSI merancang kurikulum berbasis praktik dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tapi juga memiliki keterampilan nyata yang siap diterapkan.</p>
<p>Lulusan UBSI dipersiapkan untuk memasuki berbagai sektor strategis yang terus berkembang, khususnya di era digital. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif menjadikan mahasiswa lebih percaya diri saat memasuki dunia profesional.</p>
<p><strong>Unggul di Bidang Teknologi Informasi dan Komputer</strong></p>
<p>Melalui program studi seperti Sistem Informasi dan Teknologi Komputer, UBSI membuka peluang karier luas bagi lulusannya sebagai Software Developer, System Analyst, Database Administrator, Network &amp; System Administrator, hingga Mobile Application Developer. Kompetensi ini menjadikan lulusan UBSI memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional.</p>
<p><strong>UBSI Dorong Lulusan Jadi Wirausaha Digital</strong></p>
<p>Tidak hanya menyiapkan lulusannya cepat dapat kerja, UBSI juga mendorong lahirnya pebisnis muda berbasis teknologi. Jiwa entrepreneur ditanamkan melalui pembelajaran inovatif, proyek kreatif, serta dukungan inkubator bisnis.</p>
<p>Mahasiswa UBSI dibekali kemampuan untuk menjadi IT Consultant, membangun startup, hingga mengembangkan bisnis kreatif berbasis teknologi. Dengan bekal ini, lulusan UBSI mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital.</p>
<p><strong>Peluang Karier di Industri Kreatif dan Digital Marketing</strong></p>
<p>Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI juga membuka peluang besar disektor industri kreatif dan komunikasi digital. Kebutuhan akan konten digital dan strategi pemasaran modern membuat profesi di bidang ini semakin diminati.</p>
<p>Lulusan UBSI dapat berkarier sebagai Content Creator, Digital Marketing Specialist, UI/UX Designer, maupun praktisi multimedia. Keahlian ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan perusahaan dalam membangun citra dan daya saing di era digital.</p>
<p><strong>Didukung Sertifikasi dan Pengembangan Karier</strong></p>
<p>Untuk memastikan lulusan benar-benar siap terjun ke dunia kerja, UBSI memberikan juga mahasiswa dengan berbagai sertifikasi profesi yang diakui industri, seperti sertifikasi BNSP serta sertifikasi global di bidang teknologi.</p>
<p>Selain itu, UBSI menyediakan layanan pengembangan karier berupa pelatihan soft skill, bimbingan karier, simulasi wawancara kerja, hingga penyelenggaraan job fair. Dukungan ini menjadi jembatan nyata antara dunia kampus dan dunia industri.</p>
<p><strong>UBSI Kampus Purwokerto: Pilihan Strategis Generasi Muda</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari jaringan UBSI nasional, UBSI kampus Purwokerto hadir sebagai pilihan strategis bagi generasi muda yang ingin memiliki prospek karier jelas di era digital. Dengan fasilitas modern, dosen berpengalaman, serta jaringan industri yang luas, UBSI kampus Purwokerto berkomitmen mencetak lulusan unggul, profesional, dan berdaya saing.</p>
<p><strong>Alumni UBSI, Bukti Nyata Kualitas Pendidikan</strong></p>
<p>Keberhasilan alumni UBSI menjadi bukti konkret kualitas pendidikan yang diberikan. Alumni UBSI telah berkarier di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, instansi pemerintahan, hingga sukses membangun usaha mandiri di bidang teknologi dan kreatif.</p>
<p>Dengan rekam jejak tersebut, UBSI membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya menjanjikan, tetapi mewujudkan prospek karier lulusan secara nyata.</p>
<p><strong>UBSI, Investasi Masa Depan yang Tepat</strong></p>
<p>Memilih UBSI berarti memilih kampus yang fokus pada masa depan mahasiswa. Dengan kurikulum adaptif, pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi profesi, serta dukungan karier yang kuat, UBSI menyiapkan mahasiswa untuk sukses sebagai profesional maupun wirausaha digital.</p>
<p>Bersama UBSI, masa depan karier cemerlang bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang dirancang dan diwujudkan sejak bangku kuliah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/masa-depan-karier-dimulai-di-sini-ubsi-cetak-lulusan-siap-kerja-dan-siap-berbisnis-di-era-digital/">Masa Depan Karier Dimulai di Sini: UBSI Cetak Lulusan Siap Kerja dan Siap Berbisnis di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/masa-depan-karier-dimulai-di-sini-ubsi-cetak-lulusan-siap-kerja-dan-siap-berbisnis-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beberapa Perusahaan Lakukan PHK, Sinyal Arah Baru Dunia Kerja: Talenta Teknologi Makin Diburu</title>
		<link>https://jogjahitz.com/beberapa-perusahaan-lakukan-phk-sinyal-arah-baru-dunia-kerja-talenta-teknologi-makin-diburu/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/beberapa-perusahaan-lakukan-phk-sinyal-arah-baru-dunia-kerja-talenta-teknologi-makin-diburu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 05:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5013</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi di...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/beberapa-perusahaan-lakukan-phk-sinyal-arah-baru-dunia-kerja-talenta-teknologi-makin-diburu/">Beberapa Perusahaan Lakukan PHK, Sinyal Arah Baru Dunia Kerja: Talenta Teknologi Makin Diburu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi di sejumlah perusahaan rintisan digital dalam beberapa waktu terakhir ini. Sejumlah startup merampingkan tim operasional, memangkas divisi non-strategis, hingga mengubah struktur organisasi demi menekan biaya dan menjaga bisnisnya tetap tumbuh.</p>
<p>Namun di saat yang sama, ada hal menarik. Pengurangan karyawan justru dibarengi pembukaan rekrutmen baru di bidang teknologi. Fenomena ini menunjukkan satu pesan jelas, “bukan sekadar pengurangan tenaga kerja, melainkan pergeseran kebutuhan keterampilan”.</p>
<p><strong>Dunia Kerja Sedang Berubah</strong></p>
<p>Industri digital kini tidak lagi hanya mengandalkan ekspansi tim besar. Perusahaan mulai fokus pada efisiensi dan otomatisasi. Banyak pekerjaan administratif, operasional, hingga layanan dasar digantikan oleh sistem berbasis teknologi.</p>
<p>Sebaliknya, talenta yang mampu membangun sistem tersebut justru makin dicari. Mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), analisis data, rekayasa perangkat lunak, hingga pengembangan produk digital. Perusahaan teknologi membutuhkan orang yang bisa menciptakan solusi, bukan hanya menjalankan proses.</p>
<p><strong>Kenapa Bidang Teknologi Jadi Prioritas?</strong></p>
<p>Saat ini hampir semua layanan sudah berbasis aplikasi. Pemesanan tiket, belanja, transportasi, pembayaran, hingga layanan pelanggan berjalan lewat sistem digital. Di baliknya ada tim engineer, data scientist, dan product developer yang mengatur semuanya.</p>
<p>Mereka merancang algoritma rekomendasi, membaca perilaku pengguna, mengelola jutaan data, sampai memastikan aplikasi tetap cepat dan aman. Peran-peran inilah yang dinilai paling strategis untuk masa depan bisnis. Karena itu, meski ada efisiensi karyawan, rekrutmen di bidang teknologi justru terus dibuka.</p>
<p><strong>Pelajaran untuk Generasi Muda</strong></p>
<p>Kondisi ini menjadi alarm sekaligus peluang. Alarm bagi mereka yang mengandalkan pekerjaan rutin yang mudah tergantikan. Namun peluang besar bagi yang punya keterampilan teknologi dan digital. Artinya, mempersiapkan masa depan tidak cukup hanya mencari pekerjaan “aman”. Yang lebih penting adalah membangun skill yang relevan dengan kebutuhan zaman.</p>
<p>Beberapa bidang yang dinilai paling prospektif antara lain:<br />
• Artificial Intelligence (AI)<br />
• Data Science &amp; Big Data<br />
• Software Engineering<br />
• Sistem Informasi<br />
• Cyber Security<br />
• UI/UX dan Product Development<br />
Keahlian-keahlian tersebut kini dibutuhkan hampir di semua industri, bukan hanya startup.</p>
<p><strong>Alarm Sekaligus Peluang untuk Generasi Muda</strong></p>
<p>Perubahan ini bisa jadi alarm bagi yang tidak menyiapkan keterampilan baru. Tapi di sisi lain, ini peluang besar bagi generasi muda yang siap beradaptasi.</p>
<p>Dunia kerja masa depan tidak lagi bergantung pada seberapa lama pengalaman, melainkan seberapa relevan kemampuan yang dimiliki. Mereka yang menguasai teknologi punya peluang lebih besar untuk bertahan, berkembang, bahkan memimpin inovasi. Karena itu, persiapan sebaiknya dimulai sejak bangku pendidikan.</p>
<p><strong>Saatnya Lebih Strategis Memilih Jurusan Kuliah</strong></p>
<p>Bagi pelajar atau mahasiswa yang sedang merancang karier, tren ini patut jadi pertimbangan. Memilih jurusan atau pelatihan yang berfokus pada teknologi bisa menjadi investasi jangka panjang. Bukan semata mengikuti tren, tetapi menyesuaikan diri dengan arah dunia kerja yang semakin digital.</p>
<p>Karena di era sekarang, yang bertahan bukan yang paling lama bekerja, melainkan yang paling cepat beradaptasi. Mempersiapkan skill sejak dini bisa jadi pembeda antara terdampak perubahan, atau justru menjadi bagian dari masa depan itu sendiri.</p>
<p>Memilih jurusan kuliah kini bukan sekadar mengikuti minat, tapi juga membaca arah industri. Program studi (Prodi) berbasis teknologi menjadi salah satu pilihan paling strategis untuk masa depan karier.</p>
<p>Prodi seperti Sistem Informasi, Informatika, Software Engineering (RPL), dan Teknologi Informasi terbukti selaras dengan kebutuhan dunia kerja digital saat ini. Agar kompetensi lebih terjamin, penting juga memilih kampus dengan akreditasi Unggul dan kurikulum yang dekat dengan kebutuhan industri.</p>
<p>Salah satu pilihannya adalah Kampus UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) yang menyediakan program studi teknologi terakreditasi Unggul dan berfokus pada praktik serta kesiapan kerja. Dengan bekal pendidikan yang tepat, peluang berkarier di industri digital tentu akan semakin terbuka lebar. Karena di era teknologi, masa depan bukan milik yang paling cepat mencari kerja, tapi yang paling siap dengan skill yang dibutuhkan zaman. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, menjadi pilihan tepat bagi yang ingin mempersiapkan masa depan yang cerah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/beberapa-perusahaan-lakukan-phk-sinyal-arah-baru-dunia-kerja-talenta-teknologi-makin-diburu/">Beberapa Perusahaan Lakukan PHK, Sinyal Arah Baru Dunia Kerja: Talenta Teknologi Makin Diburu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/beberapa-perusahaan-lakukan-phk-sinyal-arah-baru-dunia-kerja-talenta-teknologi-makin-diburu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</title>
		<link>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SITUBA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4678</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma soal minum obat tiap hari. Ada rasa capek, bosan, kadang juga bingung harus lapor ke siapa atau kontrol ke mana. Nggak sedikit pasien yang akhirnya merasa jalan sendiri, padahal proses pengobatan TBC butuh pendampingan yang konsisten dan terpantau.</p>
<p>Dari kebutuhan itulah SITUBA Tuberculosis Assistant hadir sebagai pendamping digital bagi pasien TBC di Surakarta. Platform berbasis website ini dirancang untuk mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi laporan, sekaligus memantau perjalanan pengobatan pasien agar tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.</p>
<p>SITUBA dikembangkan oleh dosen-dosen dari UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Solo yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. Sistem ini dibuat untuk menyatukan alur pelaporan TBC, mulai dari kader di lapangan, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam satu sistem real-time.</p>
<p>Wawan mengungkapkan SITUBA hadir agar pasien TBC tidak merasa berjuang sendirian. Semua proses dari deteksi, pemantauan, sampai pendampingan pengobatan bisa terhubung dalam satu sistem.</p>
<p>&#8220;Lewat berbagai fitur unggulan, SITUBA memudahkan proses skrining lapangan, pendampingan minum obat, pengelolaan data pasien dan keluarga, hingga penyajian informasi dan edukasi seputar TBC. Sistem dashboard multi-role juga memungkinkan setiap pihak, dari kader hingga Pemda, memantau perkembangan kasus sesuai perannya masing-masing,&#8221; ungkap Wawan dalam keterangan pers, Senin (19/1).</p>
<p>Ia menambahkan, uji coba internal menunjukkan respons positif dari berbagai pihak.</p>
<p>“Instansi merasa terbantu karena data jadi terintegrasi dan tidak perlu laporan berulang. Kader juga merasakan skrining lebih cepat dan terarah, sementara pasien terbantu dengan pengingat kontrol dan akses edukasi,” jelasnya.</p>
<p>Platform ini sudah resmi diluncurkan sebagai inovasi digital pendamping pasien TBC. Ke depan, SITUBA diharapkan bisa digunakan lebih luas dan berkontribusi dalam mempercepat penanganan TBC di Surakarta. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, hadir secara nyata di masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/">Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/tak-perlu-berjuang-sendiri-yuk-kenalan-dengan-situba-pendamping-pasien-tbc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</title>
		<link>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:17:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SITUBA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Berjuang melawan TBC (Tuberculosis) bukan perkara...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/">SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surakarta &#8211; Berjuang melawan TBC (Tuberculosis) bukan perkara gampang. Rutinitas minum obat, kontrol rutin, sampai rasa capek yang datang silih berganti sering bikin pasien merasa sendirian. Nah, di tengah kondisi itu, hadir SITUBA yang merupakan Tuberculosis Assistant atau platform digital yang dirancang untuk jadi teman digital baru bagi pasien TBC di Surakarta.</p>
<p>SITUBA adalah website terpadu yang membantu proses pendataan, pemantauan, hingga pendampingan pasien TBC secara lebih terstruktur. Lewat satu sistem, pasien bisa terpantau dari tahap skrining, pengobatan, sampai tindak lanjut, tanpa harus terjebak laporan manual yang ribet.</p>
<p>Website ini dikembangkan oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. SITUBA merupakan output dari hibah Penelitian Dana Yayasan (PDY) yang telah diluncurkan dan digunakan.</p>
<p>Wawan menjelaskan bahwa SITUBA dirancang agar pasien TBC tidak merasa berjalan sendiri. Semua proses, dari deteksi sampai pendampingan, bisa terhubung dalam satu sistem yang saling terintegrasi.</p>
<p>&#8220;SITUBA menawarkan manfaat seperti pendampingan pengobatan, pengingat kontrol, serta akses informasi dan edukasi seputar TBC. Semua data pasien juga terhubung langsung dengan kader, puskesmas, hingga kelurahan, sehingga respons bisa dilakukan lebih cepat,&#8221; jelasnya dalam keterangan pers, Senin (19/1).</p>
<p>Ia menambahkan adanya website ini diharapkan dapat menjawab persoalan klasik dalam penanganan TBC, terutama soal data yang selama ini terpisah-pisah dan koordinasi lintas pihak yang sering terkendala. Melalui SITUBA, alur pelaporan dari kader TBC, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dapat terhubung dalam satu sistem real-time.</p>
<p>&#8220;Dalam uji coba awal, respons dari instansi dan masyarakat terbilang positif. Pihak puskesmas dan kelurahan mengapresiasi integrasi data yang mengurangi duplikasi laporan, sementara pasien merasa terbantu dengan adanya pengingat kontrol serta akses informasi yang lebih mudah dipahami,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dengan pendekatan digital yang lebih terintegrasi, SITUBA diharapkan bukan sekadar menjadi sistem pelaporan, tetapi benar-benar hadir sebagai teman digital yang menemani pasien TBC dari awal pengobatan hingga proses pemulihan. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif selalu berkontribusi dalam kemajuan dan efektivitas keseharian masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/">SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/situba-teman-digital-baru-bagi-pasien-tbc-di-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluang Fintech untuk Pembangunan Nasional: Dari Inovasi Teknologi ke Penciptaan Lapangan Kerja</title>
		<link>https://jogjahitz.com/peluang-fintech-untuk-pembangunan-nasional-dari-inovasi-teknologi-ke-penciptaan-lapangan-kerja/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/peluang-fintech-untuk-pembangunan-nasional-dari-inovasi-teknologi-ke-penciptaan-lapangan-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 09:26:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fintech]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Fintech]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam peta persaingan global yang kian ditentukan oleh...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/peluang-fintech-untuk-pembangunan-nasional-dari-inovasi-teknologi-ke-penciptaan-lapangan-kerja/">Peluang Fintech untuk Pembangunan Nasional: Dari Inovasi Teknologi ke Penciptaan Lapangan Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam peta persaingan global yang kian ditentukan oleh kecepatan inovasi dan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: bagaimana membangun daya saing yang tidak semata bertumpu pada keunggulan komparatif tradisional, tetapi pada kemampuan menciptakan nilai tambah berkelanjutan? Di tengah tantangan itu, perkembangan financial technology (fintech) menawarkan peluang strategis yang kerap belum dibaca secara utuh sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.</p>
<p>Selama ini, fintech lebih sering dipersepsikan sebagai urusan pembayaran digital, pinjaman daring, atau sekadar inovasi startup. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, fintech sesungguhnya merupakan arsitektur baru sistem ekonomi, yang berpotensi memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus menciptakan lapangan kerja lintas sektor dan wilayah.</p>
<p><strong>QRIS dan Transformasi Ekonomi Sehari-hari</strong></p>
<p>Salah satu contoh paling konkret dari penerapan fintech yang tepat guna adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dari sudut pandang kebijakan publik, QRIS bukan hanya inovasi teknologi, melainkan instrumen integrasi ekonomi nasional. Dengan satu standar pembayaran, negara berhasil menurunkan biaya transaksi, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat secara signifikan.</p>
<p>Riset akademik mengenai sistem pembayaran digital menunjukkan bahwa kemudahan transaksi berbanding lurus dengan peningkatan partisipasi ekonomi sektor informal. Studi dari berbagai universitas dan lembaga seperti KemenKopUKM menemukan bahwa UMKM yang mengadopsi pembayaran digital cenderung mengalami peningkatan omzet, pencatatan keuangan yang lebih baik, serta memudahkan akses ke permodalan formal.</p>
<p>Lebih jauh, QRIS menciptakan apa yang dalam literatur ekonomi disebut sebagai financial data trail. Data transaksi yang sebelumnya tidak pernah tercatat kini menjadi dasar penilaian kelayakan usaha. Ini merupakan lompatan struktural: dari ekonomi berbasis kepercayaan personal menuju ekonomi berbasis data. Dampaknya tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang kerja baru di bidang analitik data, pengembangan sistem pembayaran, dan keamanan siber.</p>
<p><strong>Fintech Pembiayaan dan Kenaikan Kelas UMKM</strong></p>
<p>Di vertikal pembiayaan, fintech peer-to-peer lending memainkan peran penting dalam menjembatani kesenjangan struktural antara UMKM dan lembaga keuangan formal. Selama bertahun-tahun, penelitian akademik menyoroti persoalan credit rationing, di mana UMKM produktif gagal mengakses kredit bukan karena tidak layak, melainkan karena keterbatasan informasi dan agunan.</p>
<p>Fintech pembiayaan memperkenalkan pendekatan baru berbasis alternative credit scoring, dengan memanfaatkan data transaksi digital, perilaku pembayaran, dan aktivitas usaha. Model ini sejalan dengan temuan riset di bidang ekonomi pembangunan, yang menekankan pentingnya inovasi institusional dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.</p>
<p>Dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja bersifat tidak langsung namun signifikan. Ketika UMKM memperoleh modal, mereka meningkatkan kapasitas produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dengan demikian, fintech berfungsi sebagai katalis penciptaan kerja berbasis komunitas, bukan semata pencipta pekerjaan di pusat-pusat kota.</p>
<p><strong>E-Wallet dan Ekonomi Platform</strong></p>
<p>Perkembangan dompet digital telah menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi platform dan ekonomi gig di Indonesia. Fenomena ini mencerminkan pergeseran struktur pasar tenaga kerja—dari hubungan kerja konvensional menuju bentuk kerja yang lebih fleksibel.</p>
<p>Fintech pembayaran dalam bentuk e-wallet memungkinkan jutaan pekerja informal dan semi-formal masuk ke sistem keuangan formal. Akses terhadap tabungan digital, pembayaran non-tunai, hingga asuransi mikro meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga pekerja. Beberapa studi akademis menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki korelasi positif dengan stabilitas pendapatan dan kemampuan rumah tangga menghadapi guncangan ekonomi.</p>
<p>Namun, ekonomi platform juga menuntut perhatian kebijakan. Tantangan perlindungan sosial, kepastian pendapatan, dan peningkatan keterampilan menjadi agenda yang harus dijawab bersama. Di sinilah peran negara menjadi penting, yaitu memastikan fintech tidak hanya efisien, tetapi juga adil dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Insurtech dan Ketahanan Tenaga Kerja</strong></p>
<p>Vertikal fintech lain yang memiliki implikasi strategis adalah insurtech. Asuransi merupakan instrumen penting untuk mengelola risiko dan mendorong keberanian berusaha. Digitalisasi asuransi memungkinkan perlindungan risiko menjangkau kelompok yang selama ini terpinggirkan—petani, nelayan, dan pekerja sektor informal.</p>
<p>Riset di bidang ekonomi pembangunan menunjukkan bahwa perlindungan risiko meningkatkan produktivitas dan mendorong investasi rumah tangga pada pendidikan serta usaha produktif. Dengan kata lain, insurtech tidak hanya menciptakan lapangan kerja di sektor teknologi, tetapi juga memperkuat kualitas tenaga kerja nasional.</p>
<p><strong>Fintech, Data, dan Daya Saing Global</strong></p>
<p>Dalam konteks global, kekuatan utama Indonesia terletak pada skala—populasi besar, adopsi digital cepat, dan volume data yang masif. Jika dikelola dengan tata kelola yang kuat, data fintech dapat menjadi aset strategis nasional.</p>
<p>Namun, literatur akademik juga mengingatkan risiko ekonomi digital: monopoli data, kerentanan privasi, dan ketimpangan akses teknologi. Oleh karena itu, regulasi fintech harus bersifat adaptif sekaligus protektif—mendorong inovasi, tetapi menjaga kepentingan publik.</p>
<p>Negara-negara yang berhasil memanfaatkan fintech sebagai alat daya saing global adalah mereka yang memadukan inovasi teknologi dengan kebijakan pendidikan, perlindungan konsumen, dan pengembangan talenta. Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk mengikuti jejak tersebut, bahkan menjadi rujukan bagi negara berkembang lain.</p>
<p><strong>Fintech sebagai Agenda Pembangunan Jangka Panjang</strong></p>
<p>Fintech tidak boleh dilihat semata sebagai fenomena pasar atau tren teknologi sesaat. Ia adalah instrumen pembangunan jangka panjang, yang menyentuh inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan daya saing global.</p>
<p>QRIS di warung kecil, pembiayaan digital bagi UMKM, e-wallet bagi pekerja platform, dan asuransi mikro berbasis teknologi—semuanya menunjukkan bahwa fintech dapat bekerja dari bawah, membangun ekonomi dari fondasi yang paling nyata.</p>
<p>Tantangan ke depan bukan lagi apakah fintech relevan, melainkan bagaimana mengarahkan pertumbuhannya agar selaras dengan visi Indonesia yang berdaulat secara digital, berkeadilan secara sosial, dan berdaya saing secara global.</p>
<p>Jika dikelola dengan visi, kebijakan berbasis riset, dan kolaborasi lintas sektor, fintech dapat menjadi salah satu pilar utama Indonesia dalam menapaki ekonomi global menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p><strong>Oleh: Agus Trihandoyo, Wakil Rektor I Bidang Akademik Cyber University</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/peluang-fintech-untuk-pembangunan-nasional-dari-inovasi-teknologi-ke-penciptaan-lapangan-kerja/">Peluang Fintech untuk Pembangunan Nasional: Dari Inovasi Teknologi ke Penciptaan Lapangan Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/peluang-fintech-untuk-pembangunan-nasional-dari-inovasi-teknologi-ke-penciptaan-lapangan-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI Masuk Sekolah: UNM Sukses Digitalisasi SMPIT Ajimutu</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ai-masuk-sekolah-unm-sukses-digitalisasi-smpit-ajimutu/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ai-masuk-sekolah-unm-sukses-digitalisasi-smpit-ajimutu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 03:55:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekasi&#8211;Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis,...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-masuk-sekolah-unm-sukses-digitalisasi-smpit-ajimutu/">AI Masuk Sekolah: UNM Sukses Digitalisasi SMPIT Ajimutu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi&#8211;Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, berhasil melaksanakan program Pendampingan Digitalisasi Sekolah Berbasis Artificial Intelligence di SMPIT Ajimutu Global Insani, Tambun Utara, Bekasi. Program ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DPPM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun Anggaran 2025.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).</p>
<p>Ir Andi Saryoko, Ketua Pelaksana PKM UNM, menekankan pentingnya adaptasi teknologi di era digital.</p>
<p>“Artificial Intelligence bukan lagi masa depan, melainkan kebutuhan saat ini. Melalui pendampingan ini, kami berharap dapat membekali para pendidik dengan tools dan pengetahuan untuk memanfaatkan AI secara maksimal, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan efektif,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Rabu (10/9).</p>
<p>Pada kesempatan ini, Rizal Lubis, Kepala Sekolah SMPIT Ajimutu Global Insani, menyambut baik inisiatif dan kolaborasi dengan UNM. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.</p>
<p>“Workshop seperti ini sangat kami butuhkan untuk membuka wawasan dan mempersiapkan guru-guru kami dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kami yakin, ilmu yang diberikan hari ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi sekolah,” kata Rizal.</p>
<p>Pendampingan yang berlangsung Senin pagi itu terdiri dari dua sesi. Sesi pertama memaparkan materi mengenai “Digitalisasi Sekolah Berbasis Artificial Intelligence” yang disampaikan Faruq Aziz. Narasumber menjelaskan konsep dasar AI, penerapannya dalam berbagai aspek pendidikan, serta potensi dan tantangannya.</p>
<p>Sesi kedua berupa pelatihan praktis aplikasi Question Maker Application (QUMAA) berbasis AI yang dibawakan Muhammad Rizky Ardiansyah dan Ridho Ari Saputro. Peserta secara langsung dilatih menggunakan QUMAA untuk membuat soal dan bahan evaluasi pembelajaran secara efisien.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-masuk-sekolah-unm-sukses-digitalisasi-smpit-ajimutu/">AI Masuk Sekolah: UNM Sukses Digitalisasi SMPIT Ajimutu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ai-masuk-sekolah-unm-sukses-digitalisasi-smpit-ajimutu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
