<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bsi explore 2026 Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/bsi-explore-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bsi-explore-2026/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 02:11:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>bsi explore 2026 Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bsi-explore-2026/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BSI Explore 2026: Saat Mahasiswa UBSI Turun ke Lapangan, Bukan Cuma Duduk di Kelas</title>
		<link>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-saat-mahasiswa-ubsi-turun-ke-lapangan-bukan-cuma-duduk-di-kelas/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-saat-mahasiswa-ubsi-turun-ke-lapangan-bukan-cuma-duduk-di-kelas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:09:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[bsi explore 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekasi &#8211; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-saat-mahasiswa-ubsi-turun-ke-lapangan-bukan-cuma-duduk-di-kelas/">BSI Explore 2026: Saat Mahasiswa UBSI Turun ke Lapangan, Bukan Cuma Duduk di Kelas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi &#8211; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali membuka program unggulan BSI Explore 2026, sebuah inisiatif yang mengajak mahasiswa keluar dari ruang kelas dan masuk langsung ke realitas sosial masyarakat.</p>
<p>Di tengah dunia kerja yang makin kompetitif, pengalaman lapangan bukan lagi bonus tambahan. Ia sudah berubah jadi “mata uang baru” yang menentukan seberapa siap seseorang menghadapi dunia setelah lulus.</p>
<p><strong>Belajar Tidak Selalu Harus di Dalam Kelas</strong></p>
<p>BSI Explore 2026 bukan sekadar program kunjungan desa atau kegiatan formalitas pengabdian masyarakat. Di sini, mahasiswa benar-benar ditempatkan dalam situasi nyata yang menuntut mereka untuk berpikir, bergerak, dan beradaptasi.</p>
<p>Mereka akan berhadapan langsung dengan tantangan sosial di lapangan, mulai dari komunikasi lintas komunitas, dinamika masyarakat, hingga problem solving yang tidak selalu ada di buku teks. Dan justru di situlah nilai belajarnya muncul. Tidak rapi, tidak teoritis, tapi nyata.</p>
<p><strong>Soft Skill yang Tidak Bisa Dibeli di Marketplace</strong></p>
<p>Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan yang sering kali tidak cukup diajarkan di ruang kelas. Seperti kepemimpinan, komunikasi, hingga kemampuan mengambil keputusan di situasi yang tidak ideal.</p>
<p>Karena di dunia nyata, masalah tidak datang dengan pilihan ganda. Ia datang dengan kondisi yang kadang membingungkan, kadang mendadak, dan sering kali tidak terduga.</p>
<p><strong>Tiga Keuntungan yang Tidak Sekadar Tertulis di Brosur</strong></p>
<p>Mahasiswa yang terpilih dalam BSI Explore 2026 akan mendapatkan beberapa keuntungan yang berdampak langsung pada perjalanan akademik dan karier mereka.</p>
<p>Pertama, ada konversi SKS yang membuat kegiatan ini tetap terintegrasi dengan kurikulum, sehingga mahasiswa tidak tertinggal secara akademik.</p>
<p>Kedua, perluasan jaringan atau networking yang membuka peluang bertemu dengan tokoh masyarakat hingga profesional yang bisa menjadi mentor di masa depan.</p>
<p>Ketiga, transformasi diri yang sering kali justru menjadi hasil paling berharga. Karena di lapangan, mahasiswa belajar bukan hanya tentang apa yang mereka ketahui, tetapi juga siapa mereka sebenarnya.</p>
<p><strong>Belajar Jadi Agen Perubahan</strong></p>
<p>Menurut Ade Suryadi selaku ketua penyelenggara BSI Explore 2026, kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Ia menyebut BSI Explore 2026 sebagai tiket emas bagi mahasiswa yang ingin melangkah lebih jauh dari sekadar gelar sarjana.</p>
<p>Bukan hanya belajar, tetapi juga memberi dampak. Bukan hanya menjadi mahasiswa, tetapi menjadi bagian dari perubahan di masyarakat.</p>
<p><strong>Kuota Terbatas, Dampak Tidak Terbatas</strong></p>
<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, antusiasme terhadap program ini selalu tinggi. Namun kuotanya terbatas.</p>
<p>BSI Explore 2026 bukan sekadar perjalanan akademik. Ini latihan hidup. Karena pada akhirnya, yang paling membentuk kita bukan hanya kelas, tapi juga realitas yang kita hadapi di luar sana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-saat-mahasiswa-ubsi-turun-ke-lapangan-bukan-cuma-duduk-di-kelas/">BSI Explore 2026: Saat Mahasiswa UBSI Turun ke Lapangan, Bukan Cuma Duduk di Kelas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-saat-mahasiswa-ubsi-turun-ke-lapangan-bukan-cuma-duduk-di-kelas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi UBSI Kampus Ciledug Lolos Program BSI Explore 2026</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mahasiswi-ubsi-kampus-ciledug-lolos-program-bsi-explore-2026/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mahasiswi-ubsi-kampus-ciledug-lolos-program-bsi-explore-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 06:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[bsi explore 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Nabila Belva Zerlina, mahasiswi Program Studi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswi-ubsi-kampus-ciledug-lolos-program-bsi-explore-2026/">Mahasiswi UBSI Kampus Ciledug Lolos Program BSI Explore 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Nabila Belva Zerlina, mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Ciledug, berhasil terpilih sebagai salah satu peserta program BSI Explore 2026.</p>
<p>Nabila akan bergabung dengan ribuan kandidat terpilih lainnya, untuk mengabdi di berbagai desa di Indonesia. Program unggulan UBSI ini direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh untuk membantu pengembangan potensi daerah.</p>
<p>Perjalanan Nabila dimulai dari ketertarikannya melihat jejak pengalaman para senior di kampusnya. Meski awalnya hanya sekadar mengisi waktu luang, mahasiswi lulusan SMKN 59 Jakarta ini akhirnya memantapkan diri untuk keluar dari zona nyaman.</p>
<p>&#8220;Awalnya hanya iseng mencoba dan mengisi waktu luang perkuliahan. Namun, ada keinginan kuat untuk berkembang dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya bisa meraih kesempatan besar,&#8221; ujar Nabila dalam keterangannya, Kamis (23/4).</p>
<p>Proses seleksi yang dilalui tidaklah instan. Sejak tahun 2025, Nabila telah mempersiapkan diri dengan mengikuti rangkaian ujian, mulai dari seleksi daring hingga tes public speaking secara luring di UBSI kampus BSD, Tangerang Selatan.</p>
<p>Nabila mengaku sempat mengalami rasa tidak percaya diri, mengingat latar belakangnya yang dahulu kurang aktif berorganisasi. Namun, partisipasinya di Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA) sejak semester awal menjadi titik balik perubahan karakternya.</p>
<p>&#8220;Semua itu saya jalani dengan berani mencoba, aktif berorganisasi, hingga terus berlatih melawan rasa overthinking. Momen kelolosan ini sangat mengharukan dan tidak terlupakan bagi saya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>BSI Explore 2026 sendiri dirancang sebagai wadah mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk terjun langsung ke masyarakat. Para peserta akan fokus pada kegiatan mengajar serta menggali potensi ekonomi kreatif dan pariwisata di desa tujuan.</p>
<p>Program ini juga memberikan nilai tambah akademis berupa konversi Satuan Kredit Semester (SKS). Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial melalui interaksi langsung dengan warga setempat.</p>
<p>Keberhasilan ini pun disambut baik oleh keluarga Nabila. Dukungan penuh dari orang tua menjadi motivasi tambahan baginya untuk memberikan kontribusi terbaik selama masa pengabdian nanti.</p>
<p>Kisah Nabila menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Keberanian untuk mencoba hal baru bukan hanya membuka jalan bagi pengembangan diri, tetapi juga bagi kemajuan masyarakat luas di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mahasiswi-ubsi-kampus-ciledug-lolos-program-bsi-explore-2026/">Mahasiswi UBSI Kampus Ciledug Lolos Program BSI Explore 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mahasiswi-ubsi-kampus-ciledug-lolos-program-bsi-explore-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BSI Explore 2026: Mahasiswa Turun ke-38 Desa, Belajar dari Realita, Bukan Sekadar Teori</title>
		<link>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-mahasiswa-turun-ke-38-desa-belajar-dari-realita-bukan-sekadar-teori/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-mahasiswa-turun-ke-38-desa-belajar-dari-realita-bukan-sekadar-teori/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 04:19:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bsi explore 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekasi &#8211; Ada satu hal yang sering tidak...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-mahasiswa-turun-ke-38-desa-belajar-dari-realita-bukan-sekadar-teori/">BSI Explore 2026: Mahasiswa Turun ke-38 Desa, Belajar dari Realita, Bukan Sekadar Teori</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi &#8211; Ada satu hal yang sering tidak diajarkan di ruang kelas yaitu realita. Bukan karena dosennya tidak mampu, tapi karena kehidupan di luar kampus memang terlalu kompleks untuk sekadar dijelaskan lewat slide presentasi.</p>
<p>Mungkin itu juga yang coba dijawab oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang lewat program BSI Explore 2026. Sebuah program yang tidak hanya mengajak mahasiswa belajar, tapi benar-benar “dilempar” ke kehidupan nyata.</p>
<p>Program ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026, dengan target 38 desa sebagai lokasi pengabdian. Bukan angka asal pilih, tapi hasil dari proses pemetaan kebutuhan yang cukup panjang. Lebih dari 100 mahasiswa lintas program studi akan diterjunkan, dibagi ke dalam tim-tim kecil, lalu hidup dan belajar di tengah masyarakat selama beberapa pekan.</p>
<p>Di sana, mereka tidak datang sebagai “mahasiswa pintar”. Mereka datang sebagai orang yang harus belajar ulang cara memahami dunia. Fokus kegiatannya terdengar teknis, seperti pelatihan literasi digital, pendampingan UMKM masuk ke platform online, hingga edukasi dasar bagi pelajar. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ini bukan soal teknologi semata. Ini soal bagaimana ilmu yang selama ini terasa “rapi di kelas” bisa tetap berdiri ketika bertemu realita yang tidak selalu rapi.</p>
<p>Kepala Kampus UBSI kampus Cikarang, Hasan Basri, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan target yang jelas, bukan sekadar kegiatan seremonial.</p>
<p>“Kami menargetkan setiap desa mendapatkan output yang terukur, seperti minimal lima UMKM yang mampu masuk ke platform digital dan peningkatan literasi digital bagi masyarakat setempat,” ujarnya.</p>
<p>Kalimat itu terdengar sistematis. Tapi di baliknya ada tantangan yang tidak sederhana. Karena membantu UMKM bukan cuma soal membuat akun marketplace. Kadang, itu tentang meyakinkan seseorang bahwa usahanya layak untuk berkembang.</p>
<p>Program ini juga tidak membiarkan mahasiswa berjalan sendiri. Ada dosen pembimbing yang akan memonitor, ada proses observasi awal sebelum program dijalankan, dan ada evaluasi di akhir. Semua itu menjadikan pengalaman ini bukan sekadar “turun ke lapangan”, tapi bagian dari pembelajaran yang utuh.</p>
<p>Salah satu peserta, Rizky (21), mengaku sudah mempersiapkan diri jauh sebelum keberangkatan. Tapi tetap saja, ada rasa yang tidak bisa dipersiapkan sepenuhnya.</p>
<p>“Kami tidak hanya datang untuk mengajar, tapi juga belajar dari masyarakat. Tantangannya justru di situ, bagaimana program yang kami bawa bisa benar-benar diterapkan,” katanya.</p>
<p>Dan mungkin, di situlah inti dari semuanya. Bahwa kadang, yang kita sebut “mengajar” justru adalah proses belajar yang paling jujur. Di lapangan nanti, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan pelaku UMKM, perangkat desa, hingga pelajar. Mereka akan membantu membuat akun marketplace, mengelola media sosial bisnis, hingga menyusun strategi promosi sederhana.</p>
<p>Kedengarannya teknis. Tapi sebenarnya, ini tentang membangun kepercayaan. BSI Explore 2026 pada akhirnya bukan hanya program pengabdian. Ia adalah ruang pertemuan antara teori dan kenyataan. Tempat di mana mahasiswa belajar bahwa solusi tidak selalu datang dari buku, tapi dari keberanian untuk mendengar dan mencoba.</p>
<p>Dan kalau semua berjalan sesuai rencana, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh desa-desa tersebut. Tapi juga oleh mahasiswa itu sendiri yang pulang dengan cara pandang baru tentang dunia.</p>
<p>Kalau kamu ingin merasakan kuliah yang tidak berhenti di ruang kelas, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Di sini, kamu tidak hanya belajar teori, tapi juga diberi ruang untuk terjun, mencoba, dan menemukan makna dari ilmu yang kamu pelajari. Daftar sekarang di https://pmbubsi.id karena kadang, masa depan tidak datang dari apa yang kamu hafal, tapi dari apa yang kamu berani jalani.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-mahasiswa-turun-ke-38-desa-belajar-dari-realita-bukan-sekadar-teori/">BSI Explore 2026: Mahasiswa Turun ke-38 Desa, Belajar dari Realita, Bukan Sekadar Teori</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/bsi-explore-2026-mahasiswa-turun-ke-38-desa-belajar-dari-realita-bukan-sekadar-teori/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
