<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bootcamp AI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/bootcamp-ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bootcamp-ai/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jul 2025 03:22:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Bootcamp AI Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bootcamp-ai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politik Digitalisasi: Ketika AI Menjadi Janji, Bukan Solusi    Oleh: Bambang Sucipto dari Unit Sistem  Informasi, Keilmuan Bahasa Akper Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</title>
		<link>https://jogjahitz.com/politik-digitalisasi-ketika-ai-menjadi-janji-bukan-solusi-oleh-bambang-sucipto-dari-unit-sistem-informasi-keilmuan-bahasa-akper-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-universitas-b/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/politik-digitalisasi-ketika-ai-menjadi-janji-bukan-solusi-oleh-bambang-sucipto-dari-unit-sistem-informasi-keilmuan-bahasa-akper-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-universitas-b/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 03:22:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bootcamp AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta-Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang pentingnya...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/politik-digitalisasi-ketika-ai-menjadi-janji-bukan-solusi-oleh-bambang-sucipto-dari-unit-sistem-informasi-keilmuan-bahasa-akper-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-universitas-b/">Politik Digitalisasi: Ketika AI Menjadi Janji, Bukan Solusi    Oleh: Bambang Sucipto dari Unit Sistem  Informasi, Keilmuan Bahasa Akper Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta-Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang pentingnya penguasaan Artificial Intelligence (AI) dan blockchain bagi generasi muda kembali mengguncang ruang diskusi publik. Di satu sisi, ini mencerminkan keberanian untuk mengangkat isu masa depan ke panggung nasional. Namun di sisi lain, ia juga menguak persoalan yang lebih dalam: populisme teknologi yang menjanjikan kemajuan, tapi sering kali tanpa peta jalan yang jelas.</p>
<p>Lewat podcast Forum Keadilan bertajuk Madilog, Prof. Sulfikar Amir, sosiolog teknologi dari Nanyang Technological University, bersama jurnalis senior Darmawan Sepriyossa, mengajak kita berpikir lebih dalam: apakah narasi AI ini murni soal kemajuan, atau sekadar kosmetika politik?</p>
<p>“Sering kali jargon seperti AI dan blockchain digunakan untuk memoles citra progresif, padahal tidak dibarengi infrastruktur pengetahuan dan literasi yang memadai,” kata Prof. Sulfikar. Ucapannya menjadi semacam cermin, memantulkan realitas di mana teknologi kerap dijual sebagai harapan, tapi dibungkus dengan minimnya pemahaman substantif.</p>
<p>Teknologi dan Janji Kosong yang Mengilap</p>
<p>Di era politik yang kian mengandalkan pencitraan, teknologi menjadi komoditas simbolik. Elite politik bicara tentang revolusi digital, seolah itu adalah tiket menuju masa depan gemilang. Namun di balik pidato dan pernyataan itu, masih banyak daerah di Indonesia yang kesulitan sinyal, belum tersentuh pelatihan digital, apalagi bicara soal AI.</p>
<p>Ironisnya, narasi digital kerap hanya menyentuh kalangan muda perkotaan, menciptakan bubble optimism yang seolah semua anak muda siap menjadi techpreneur. Padahal, kenyataan jauh lebih kompleks. Ada kesenjangan akses, ketimpangan sumber daya, dan yang lebih berbahaya: ketimpangan pemahaman.</p>
<p>Literasi Kritis: Bekal yang Terlupakan</p>
<p>Mendorong generasi muda untuk menguasai AI tentu langkah yang visioner. Tapi akan menjadi mimpi kosong jika tidak disertai pendidikan literasi digital yang kritis. Bukan hanya belajar coding, tapi juga mengerti siapa yang menciptakan teknologi, bagaimana ia bekerja, dan kepada siapa ia berpihak.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan etis seperti: apakah AI memperluas partisipasi atau justru menyempitkan? Apakah blockchain mendemokratisasi, atau hanya menguntungkan segelintir orang? harus diajarkan di ruang-ruang kelas, diskusi, dan media.</p>
<p>Narasi Boleh Maju, Tapi Jangan Kabur dari Realitas</p>
<p>Di tengah transformasi digital yang tengah berlangsung, para pemimpin seharusnya tidak hanya membangun narasi tentang masa depan. Mereka juga harus memperbaiki fondasi di masa kini. Literasi digital bukan soal menjadikan anak muda pengguna AI, tapi menjadikan mereka pemikir kritis yang bisa memandu ke mana arah AI harus dibawa bukan sebaliknya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/politik-digitalisasi-ketika-ai-menjadi-janji-bukan-solusi-oleh-bambang-sucipto-dari-unit-sistem-informasi-keilmuan-bahasa-akper-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-universitas-b/">Politik Digitalisasi: Ketika AI Menjadi Janji, Bukan Solusi    Oleh: Bambang Sucipto dari Unit Sistem  Informasi, Keilmuan Bahasa Akper Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/politik-digitalisasi-ketika-ai-menjadi-janji-bukan-solusi-oleh-bambang-sucipto-dari-unit-sistem-informasi-keilmuan-bahasa-akper-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-universitas-b/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Sekadar Teori! Mahasiswa UNM Jalani Bootcamp AI Marketing untuk Sukses Program 3+1</title>
		<link>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-unm-jalani-bootcamp-ai-marketing-untuk-sukses-program-31/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-unm-jalani-bootcamp-ai-marketing-untuk-sukses-program-31/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 02:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bootcamp AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1890</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bogor – Dalam upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-unm-jalani-bootcamp-ai-marketing-untuk-sukses-program-31/">Bukan Sekadar Teori! Mahasiswa UNM Jalani Bootcamp AI Marketing untuk Sukses Program 3+1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bogor – Dalam upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, sukses menyelenggarakan Bootcamp bertajuk “Growth Hacking for Students: Powerful Digital Marketing Techniques” pada Kamis–Jumat, 19–20 Juni 2025 di Hotel Asyana, Sentul, Bogor.</p>
<p>Bootcamp ini diikuti oleh 107 mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital. Mereka dibekali berbagai teknik pemasaran digital berbasis data dan kecerdasan buatan (AI), mulai dari perancangan konten hingga strategi optimasi media sosial dan iklan digital yang aplikatif.</p>
<p>Selama dua hari, mahasiswa mengikuti beragam materi menarik seperti:<br />
• AI for Digital Marketing Roadmap and Content Creation<br />
• Merancang Website dengan Canva<br />
• Optimasi SEM dan Google Ads dengan Bantuan AI<br />
• Langkah-Langkah Membuat Artikel SEO<br />
• Trend Content Creation dan AI for Social Media Marketing</p>
<p>Sebagai keynote speaker, Dekan FEB UNM, Ida Zuniarti, hadir memberikan semangat dan arahan kepada peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bootcamp ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di era digital.</p>
<p>“Melalui bootcamp ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini sangat sejalan dengan skema 3+1 yang kami terapkan di UNM, di mana mahasiswa menjalani tiga tahun kuliah dan satu tahun magang profesional. Tujuannya agar mereka siap pakai dan unggul di dunia kerja maupun dunia usaha,” jelas Ida.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program unggulan Internship Experience Program (IEP) atau skema 3+1 yang diusung Universitas Nusa Mandiri memberi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia kerja setelah tiga tahun kuliah. Mahasiswa UNM dapat menjalani magang di berbagai perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional, sebagai bagian dari strategi pendidikan berbasis praktik.</p>
<p>Dalam sesi praktik, mahasiswa ditantang untuk membuat proyek digital berupa landing page dan kampanye iklan berbasis AI. Proyek ini kemudian dipresentasikan di akhir acara sebagai bentuk evaluasi dan unjuk kemampuan.</p>
<p>Salah satu peserta, Jeri Debi, mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan. “Saya jadi lebih paham bagaimana membuat konten digital yang efektif dengan bantuan AI,” ujarnya. Senada dengan itu, Cikal, peserta lainnya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan dan menantang.</p>
<p>Bootcamp ini juga memberikan penghargaan bagi peserta terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dedikasi mereka.</p>
<p>Dengan semangat inovasi dan transformasi digital, kegiatan ini kembali menegaskan peran Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang konsisten dalam menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan unggul, adaptif, dan kreatif di era ekonomi digital.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-unm-jalani-bootcamp-ai-marketing-untuk-sukses-program-31/">Bukan Sekadar Teori! Mahasiswa UNM Jalani Bootcamp AI Marketing untuk Sukses Program 3+1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/bukan-sekadar-teori-mahasiswa-unm-jalani-bootcamp-ai-marketing-untuk-sukses-program-31/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
