<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bisnis/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 07:09:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Bisnis Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/bisnis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Munfie, Mahasiswi Cyber University yang Aktif Berbisnis hingga ke Dunia Seni</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kisah-munfie-mahasiswi-cyber-university-yang-aktif-berbisnis-hingga-ke-dunia-seni/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kisah-munfie-mahasiswi-cyber-university-yang-aktif-berbisnis-hingga-ke-dunia-seni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber University]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa berprestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Aktivitas mahasiswa di era digital kini...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kisah-munfie-mahasiswi-cyber-university-yang-aktif-berbisnis-hingga-ke-dunia-seni/">Kisah Munfie, Mahasiswi Cyber University yang Aktif Berbisnis hingga ke Dunia Seni</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Aktivitas mahasiswa di era digital kini tak hanya terbatas belajar di ruang kelas saja. Hal ini dibuktikan oleh Munfiqohwa Afiatul Khoiriah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Universitas Siber Indonesia atau Cyber University yang membangun pengalaman nyata melalui berbagai bidang.</p>
<p>Sejak awal masuk kuliah pada 2024, mahasiswi yang akrab disapa Munfie ini telah merintis usaha makanan dan minuman. Melalui program Cyber Entrepreneur, ia belajar mengelola proses bisnis secara langsung, mulai dari tahap produksi hingga strategi pemasaran.</p>
<p>Tak hanya di sektor bisnis, Munfie juga aktif sebagai panitia inti dalam berbagai kegiatan kampus. Ia terlibat dalam program pengabdian masyarakat di Cisarua, Bogor, serta menjadi representasi kampus dalam ajang Edu Fair di Jakarta Convention Center (JCC).</p>
<p>Di bidang seni, sisi kreatifnya membawa Munfie dipercaya menjadi Ketua Club Musik di kampus periode 2026-2027. Peran kepemimpinan ini ia manfaatkan untuk membangun kepercayaan diri serta mengasah kemampuan bekerja dalam tim di luar aspek akademik.</p>
<p>Keterlibatan multidimensi tersebut tetap didukung oleh penguatan intelektual. Munfie tercatat ikut serta dalam kolaborasi penulisan buku bertema &#8220;Interaksi Manusia dan Komputer&#8221; sebagai bagian dari pengembangan wawasan teknologi dalam konteks bisnis.</p>
<p>Ketua Prodi Bisnis Digital Cyber University, Vivi Afifah, menilai profil mahasiswi seperti Munfie mencerminkan arah baru pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa saat ini harus mampu menyeimbangkan teori dengan praktik di lapangan.</p>
<p>&#8220;Mahasiswa hari ini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan berpengalaman. Keterlibatan dalam bisnis, organisasi, dan kegiatan kreatif menjadi bekal penting agar mereka siap menghadapi dunia kerja,&#8221; ujar Vivi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/5).</p>
<p>Vivi menambahkan, pihaknya secara konsisten mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam proyek nyata. “Tujuannya adalah membangun ekosistem belajar yang mampu menghasilkan talenta digital inovatif dan mampu menciptakan peluang baru,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Munfie sendiri menargetkan untuk mengembangkan usaha di bidang desain, pemasaran, dan bisnis fesyen di masa depan. Ia berencana memanfaatkan keterampilan desain grafis dan manajemen keuangan yang telah ia pelajari selama masa kuliah.</p>
<p>Kiprah Munfie menjadi gambaran bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik mulai membuahkan hasil nyata. Di tengah ekonomi digital yang kompetitif, mahasiswa kini dipersiapkan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, melainkan menjadi motor penggerak inovasi. Hal ini juga sesuai dengan Cyber University yang dikenal sebagai kampus pencetak pemimpin digital masa depan (Shaping Future Digital Leaders).</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kisah-munfie-mahasiswi-cyber-university-yang-aktif-berbisnis-hingga-ke-dunia-seni/">Kisah Munfie, Mahasiswi Cyber University yang Aktif Berbisnis hingga ke Dunia Seni</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kisah-munfie-mahasiswi-cyber-university-yang-aktif-berbisnis-hingga-ke-dunia-seni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill</title>
		<link>https://jogjahitz.com/modal-tipis-bukan-alasan-mahasiswa-bisa-mulai-bisnis-dari-skill/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/modal-tipis-bukan-alasan-mahasiswa-bisa-mulai-bisnis-dari-skill/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5288</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Pengen punya bisnis sih… tapi belum ada modal!”....</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/modal-tipis-bukan-alasan-mahasiswa-bisa-mulai-bisnis-dari-skill/">Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Pengen punya bisnis sih… tapi belum ada modal!”. Kalimat ini kerap terdengar di kalangan mahasiswa. Namun jika ditelusuri lebih dalam, persoalan utama sering kali bukan soal uang, melainkan keberanian untuk memulai dari potensi yang sudah dimiliki.</p>
<p>Faktanya, banyak bisnis mahasiswa lahir bukan dari modal besar, melainkan dari skill sederhana yang diasah secara konsisten. Di era digital saat ini, skill justru menjadi aset paling berharga bahkan kerap melampaui peran modal uang.</p>
<p>Mulai dari Skill, Bukan dari Uang</p>
<p>Di lingkungan kampus, peluang itu sebenarnya sangat dekat. Mahasiswa yang mahir desain grafis dapat menjadi freelancer. Yang piawai mengedit video bisa membuka jasa konten kreator. Kemampuan public speaking dapat dikembangkan menjadi MC acara atau kelas kecil. Bahkan hobi memasak dan meracik kopi pun berpotensi menjadi bisnis.</p>
<p>Sayangnya, banyak mahasiswa menganggap skill mereka “biasa saja”. Padahal, dalam dunia bisnis, skill yang tampak sederhana bisa menjadi bernilai tinggi jika dikemas dengan tepat.</p>
<p>Ada tiga langkah awal yang bisa dilakukan mahasiswa:</p>
<p>1.Mengenali skill yang paling sering diapresiasi orang lain<br />
2.Menguji coba ke lingkar pertemanan terdekat<br />
3.Memperbaiki layanan berdasarkan masukan awal</p>
<p>Bisnis tidak selalu harus dimulai dengan rencana besar. Yang terpenting adalah keberanian untuk menjual kemampuan yang sudah ada.</p>
<p>Modal Minim, Strategi Harus Maksimal</p>
<p>Perkembangan teknologi digital membuat keterbatasan modal bukan lagi hambatan utama. Media sosial gratis, marketplace, hingga berbagai tools digital memungkinkan mahasiswa memulai bisnis tanpa harus menyewa tempat atau menyiapkan stok besar.</p>
<p>Yang jauh lebih menentukan justru konsistensi, positioning yang jelas, serta pemahaman terhadap target pasar. Banyak mahasiswa terjebak pada pola pikir harus memiliki modal jutaan rupiah terlebih dahulu. Padahal, sering kali yang dibutuhkan hanya kuota internet, kemauan belajar, dan keberanian untuk memulai langkah pertama.</p>
<p>Peran Kampus Digital Bisnis</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berkomitmen mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Lingkungan akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi membuat mahasiswa lebih siap mengubah skill digital menjadi peluang bisnis nyata.</p>
<p>Mahasiswa UNM tidak hanya dibekali teori di ruang kelas saja, tetapi juga didorong mengembangkan potensi diri agar relevan dengan kebutuhan industri dan pasar. Peran Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) menjadi bagian penting dalam proses tersebut, sebagai wadah diskusi, pendampingan, dan penguatan mindset kewirausahaan.</p>
<p>Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menilai banyak mahasiswa sebenarnya telah memiliki potensi, namun belum cukup percaya diri untuk memulainya.</p>
<p>“Sering kali mahasiswa merasa harus punya modal besar dulu untuk mulai bisnis. Padahal yang utama adalah skill dan kemauan belajar. Di NEC, kami mendorong mahasiswa berani memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki, meskipun dengan modal minim,” ujarnya dalam keterangan rilis, pada Senin (9/3).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil instan. “Bisnis bukan soal langsung besar, tetapi tentang konsisten berkembang. Mulai saja dari yang kecil, lalu perbaiki pelan-pelan,” jelasnya.</p>
<p>Lebih dari Sekadar Penghasilan</p>
<p>Menariknya, ketika mahasiswa mulai bisnis dari skill, mereka tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan. Mereka juga belajar menghadapi klien, mengatur waktu, mengelola keuangan, hingga membangun kepercayaan diri, pengalaman yang tidak selalu didapat dari teori semata.</p>
<p>Pada akhirnya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, melainkan proses bertumbuh. Maka, jika hari ini masih ragu memulai karena modal minim, mungkin pertanyaannya perlu diubah. Bukan lagi “punya uang berapa?”, tetapi “skill apa yang bisa dijual hari ini?” Karena bisa jadi, langkah kecil dari skill sederhana itulah yang kelak berkembang menjadi bisnis besar.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/modal-tipis-bukan-alasan-mahasiswa-bisa-mulai-bisnis-dari-skill/">Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/modal-tipis-bukan-alasan-mahasiswa-bisa-mulai-bisnis-dari-skill/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nunggu Lulus Baru Cari Duit? Ini 7 Peluang Bisnis Gen Z Saat Masih Kulia</title>
		<link>https://jogjahitz.com/nunggu-lulus-baru-cari-duit-ini-7-peluang-bisnis-gen-z-saat-masih-kulia/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/nunggu-lulus-baru-cari-duit-ini-7-peluang-bisnis-gen-z-saat-masih-kulia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:11:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepeneur]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[peluang bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2026 menjadi titik balik bagi mahasiswa dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nunggu-lulus-baru-cari-duit-ini-7-peluang-bisnis-gen-z-saat-masih-kulia/">Nunggu Lulus Baru Cari Duit? Ini 7 Peluang Bisnis Gen Z Saat Masih Kulia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2026 menjadi titik balik bagi mahasiswa dan Gen Z. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan persaingan kerja yang makin ketat, pola pikir generasi muda berubah. Mereka tak lagi menunggu wisuda untuk punya penghasilan. Bisnis digital, media sosial, dan teknologi kini membuka peluang usaha yang bisa dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah. Fenomena ini juga diperkuat oleh peran Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong mahasiswa membangun usaha sejak dini.</p>
<p>Berikut tujuh peluang bisnis yang paling relevan dan realistis bagi Gen Z dan mahasiswa di tahun 2026.</p>
<p><strong>1. Bangun Personal Branding dari Media Sosial</strong></p>
<p>Gen Z unggul dalam membangun audiens. Konten edukasi, review niche, atau cerita kehidupan kampus bisa berkembang menjadi sumber penghasilan dari endorsement, kelas online, hingga produk digital.</p>
<p><strong>2. Jual Jasa Digital ke UMKM</strong></p>
<p>Banyak UMKM masih kesulitan masuk ke dunia digital. Mahasiswa bisa menawarkan jasa sebagai admin media sosial, desainer konten, copywriter, hingga pengelola marketplace dengan modal nyaris nol.</p>
<p><strong>3. Ciptakan Produk Digital</strong></p>
<p>Template CV, e-book, Notion planner, dan mini course adalah contoh produk yang bisa dibuat sekali lalu dijual berulang kali. Ini menjadikannya salah satu model bisnis paling efisien.</p>
<p><strong>4. Fokus Niche di Dropship dan Reseller</strong></p>
<p>Dropship masih relevan jika dikelola dengan strategi niche, storytelling, dan promosi berbasis konten, bukan sekadar perang harga di marketplace.</p>
<p><strong>5. Monetisasi Skill Pribadi</strong></p>
<p>Desain grafis, editing video, coding, UI/UX, voice over, hingga data entry bisa langsung menjadi bisnis freelance berbasis skill dan laptop.</p>
<p><strong>6. Bangun Komunitas dan Kelas Berbayar</strong></p>
<p>Komunitas belajar, kelas online, dan event kecil berbayar berkembang pesat karena bertumpu pada kepercayaan dan relasi.</p>
<p><strong>7. Masuk ke Bisnis Kreatif dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Produk ramah lingkungan, merchandise lokal, dan brand berbasis budaya makin diminati Gen Z karena sejalan dengan nilai keberlanjutan dan identitas.</p>
<p>Melihat tren ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis memperkuat perannya melalui Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) sebagai ekosistem pembinaan wirausaha mahasiswa. NEC membekali mahasiswa dengan mindset bisnis, pendampingan usaha, penguatan skill digital, serta akses jejaring industri.</p>
<p>Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menegaskan bahwa wirausaha mahasiswa kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan.</p>
<p>“Di era digital, mahasiswa tidak cukup hanya menunggu lowongan kerja. Mereka harus mampu menciptakan peluang sendiri. NEC hadir untuk membekali mahasiswa dengan mindset, keterampilan, dan keberanian agar bisa memulai bisnis sejak masih kuliah, meski dengan modal minim,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Senin (19/1).</p>
<p>Dengan dukungan ekosistem kampus seperti Universitas Nusa Mandiri, Gen Z kini memiliki jalur nyata untuk membangun kemandirian ekonomi. Tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang paling cepat melamar kerja, tetapi siapa yang paling cepat memanfaatkan peluang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nunggu-lulus-baru-cari-duit-ini-7-peluang-bisnis-gen-z-saat-masih-kulia/">Nunggu Lulus Baru Cari Duit? Ini 7 Peluang Bisnis Gen Z Saat Masih Kulia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/nunggu-lulus-baru-cari-duit-ini-7-peluang-bisnis-gen-z-saat-masih-kulia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
