<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AI dan Kesehatan Mental Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/tag/ai-dan-kesehatan-mental/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/tag/ai-dan-kesehatan-mental/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jul 2025 03:25:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>AI dan Kesehatan Mental Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/tag/ai-dan-kesehatan-mental/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Romansa Remaja Bisa Mematikan: Waspadai Spilis Si Peniru Ulung    Oleh Firdaus Djasad, MM – Staf Akademik &#038; Humas , Akademi Keperawatan Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</title>
		<link>https://jogjahitz.com/romansa-remaja-bisa-mematikan-waspadai-spilis-si-peniru-ulung-oleh-firdaus-djasad-mm-staf-akademik-humas-akademi-keperawatan-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-u/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/romansa-remaja-bisa-mematikan-waspadai-spilis-si-peniru-ulung-oleh-firdaus-djasad-mm-staf-akademik-humas-akademi-keperawatan-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-u/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 03:25:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan Kesehatan Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2402</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta-Di balik gemerlap kisah cinta remaja masa kini,...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/romansa-remaja-bisa-mematikan-waspadai-spilis-si-peniru-ulung-oleh-firdaus-djasad-mm-staf-akademik-humas-akademi-keperawatan-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-u/">Romansa Remaja Bisa Mematikan: Waspadai Spilis Si Peniru Ulung    Oleh Firdaus Djasad, MM – Staf Akademik &amp; Humas , Akademi Keperawatan Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta-Di balik gemerlap kisah cinta remaja masa kini, ada bahaya yang mengintai diam-diam—namanya spilis, atau dalam istilah medis: sifilis. Mungkin terdengar asing, tapi jangan anggap remeh. Penyakit menular seksual ini bisa menjadi bom waktu kesehatan yang mematikan jika tidak dikenali dan ditangani dengan cepat.</p>
<p>Spilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan utamanya ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Bahkan bisa juga menular dari ibu hamil ke bayinya—dikenal sebagai sifilis kongenital.</p>
<p>Ironisnya, di era keterbukaan informasi seperti sekarang, justru banyak remaja yang terperangkap dalam ketidaktahuan. Bukannya mendapat edukasi seks yang sehat dan ilmiah, mereka justru dijejali informasi keliru dari media sosial, film dewasa, atau omongan teman sebaya. Akibatnya, banyak yang tak sadar saat tubuhnya mulai disusupi oleh penyakit yang dijuluki “the great imitator”—peniru ulung karena gejalanya sering disangka penyakit lain.</p>
<p>Lonjakan Kasus dan Fakta Mengerikan<br />
Data Kementerian Kesehatan RI 2024 mencatat, lebih dari 35.000 kasus sifilis baru ditemukan tahun lalu. Yang mengerikan, kelompok usia 15–24 tahun menjadi penyumbang terbesar. Ini bukan sekadar angka, tapi cermin darurat edukasi kesehatan seksual di kalangan remaja.</p>
<p>Lebih tragis lagi, 1.700 bayi tercatat lahir dengan sifilis kongenital. Artinya, bukan hanya remaja yang terancam, tapi juga generasi berikutnya. Ini alarm keras bahwa skrining sifilis pada ibu hamil masih sangat lemah dan belum jadi prioritas utama.</p>
<p>Kenapa Remaja Sangat Rentan?<br />
Remaja hidup dalam dunia digital yang serba terbuka, tapi akses pada informasi yang benar masih tertutup. Seks dianggap tabu dibicarakan di rumah dan sekolah. Akibatnya, remaja memilih diam, malu bertanya, dan akhirnya nekat mencoba tanpa tahu risikonya.</p>
<p>Satu studi di Jakarta bahkan menunjukkan bahwa lebih dari 60% remaja tidak tahu spilis bisa menular melalui seks oral. Banyak dari mereka merasa “aman” tanpa sadar sedang bermain api.</p>
<p>Tahapan Spilis yang Harus Dikenali<br />
Spilis berkembang melalui empat tahap:</p>
<p>1. Tahap Primer: Luka kecil di kelamin, mulut, atau anus—tidak sakit, sering tak disadari.</p>
<p>2. Tahap Sekunder: Muncul ruam di telapak tangan/kaki, nyeri sendi, demam.</p>
<p>3. Tahap Laten: Gejala menghilang, tapi bakteri tetap aktif dalam tubuh.</p>
<p>4. Tahap Tersier: Setelah bertahun-tahun, menyerang jantung, otak, bahkan bisa berujung pada kematian.</p>
<p>Pencegahan Itu Kunci<br />
Spilis bisa dicegah. Bisa diobati. Tapi jangan tunggu sampai terlambat. Berikut yang perlu dilakukan:<br />
1. Edukasi seksual yang terbuka dan benar, mulai dari sekolah hingga rumah.</p>
<p>2. Gunakan kondom, bahkan saat seks oral.</p>
<p>3. Hindari seks bebas dan berganti-ganti pasangan.</p>
<p>4. Rutin tes kesehatan, khususnya jika aktif secara seksual.</p>
<p>5. Periksa diri ke puskesmas atau layanan VCT saat merasakan gejala.</p>
<p>Buat remaja yang ingin berkontribusi lebih untuk kesehatan masyarakat, jadi perawat adalah pilihan karier yang membanggakan. Bukan cuma di dalam negeri, profesi ini juga dibutuhkan di level internasional.</p>
<p>Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuka peluang bagi kamu untuk menjadi Perawat Profesional Masa Depan melalui Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/romansa-remaja-bisa-mematikan-waspadai-spilis-si-peniru-ulung-oleh-firdaus-djasad-mm-staf-akademik-humas-akademi-keperawatan-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-u/">Romansa Remaja Bisa Mematikan: Waspadai Spilis Si Peniru Ulung    Oleh Firdaus Djasad, MM – Staf Akademik &amp; Humas , Akademi Keperawatan Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/romansa-remaja-bisa-mematikan-waspadai-spilis-si-peniru-ulung-oleh-firdaus-djasad-mm-staf-akademik-humas-akademi-keperawatan-bina-insan-saat-ini-sedang-dalam-penyatuan-dengan-u/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI Tak Sekadar Cerdas, Tapi Juga Peduli: Universitas Nusa Mandiri Buka Wawasan Guru dan Siswa dalam Road to Conference</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ai-tak-sekadar-cerdas-tapi-juga-peduli-universitas-nusa-mandiri-buka-wawasan-guru-dan-siswa-dalam-road-to-conference/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ai-tak-sekadar-cerdas-tapi-juga-peduli-universitas-nusa-mandiri-buka-wawasan-guru-dan-siswa-dalam-road-to-conference/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 00:44:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan Kesehatan Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1805</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-tak-sekadar-cerdas-tapi-juga-peduli-universitas-nusa-mandiri-buka-wawasan-guru-dan-siswa-dalam-road-to-conference/">AI Tak Sekadar Cerdas, Tapi Juga Peduli: Universitas Nusa Mandiri Buka Wawasan Guru dan Siswa dalam Road to Conference</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Depok- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan posisinya sebagai kampus bisnis digital terdepan dengan sukses menyelenggarakan seminar bertajuk Road to AI Conference: Balancing Minds and Machines – AI and Mental Health in Harmony pada Kamis, 26 Juni 2025. Bertempat di Aula Kampus Margonda, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini membuka ruang dialog hangat dan penuh wawasan seputar peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung kesehatan mental, khususnya di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Di antara para peserta yang hadir, sosok Zeta Adha Trisativa guru Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) dari SMK Harapan Bangsa menjadi sorotan dalam sesi tanya jawab. Ia membagikan pandangannya mengenai potensi AI dalam membantu guru mengenali gejala masalah psikologis siswa sejak dini.</p>
<p>“Saat ini, AI sangat membantu para guru dalam mendeteksi sinyal-sinyal gangguan kesehatan mental pada siswa. Informasi yang tersedia di platform AI sangat berlimpah dan bisa jadi referensi awal sebelum kami mengambil langkah lebih lanjut atau berkoordinasi dengan guru BK,” ujar Zeta dengan antusias.</p>
<p>Namun, menurutnya, tantangan utama bukan pada teknologinya, melainkan pada pendekatan. Ia menekankan pentingnya menjadikan AI sebagai “asisten digital” bagi siswa, bukan sebagai jalan pintas untuk mencari jawaban instan.</p>
<p>“Yang kami usahakan sekarang adalah membangun pola pikir siswa agar melihat AI sebagai teman berpikir saat mereka buntu, bukan sebagai mesin jawaban. Peran guru tetap sangat penting dalam proses ini,” tambahnya.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai tindak lanjut pasca seminar, Zeta mengungkapkan harapan besarnya akan adanya kolaborasi yang lebih nyata, baik dalam bentuk pelatihan maupun workshop edukatif antara UNM dengan guru dan siswa.</p>
<p>“Kami sangat berharap ke depan Universitas Nusa Mandiri bisa menyelenggarakan pelatihan yang melibatkan siswa dan guru. Dengan begitu, pemahaman tentang AI tidak sekadar teoritis, tapi bisa langsung diterapkan secara etis dan produktif di sekolah,” katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-tak-sekadar-cerdas-tapi-juga-peduli-universitas-nusa-mandiri-buka-wawasan-guru-dan-siswa-dalam-road-to-conference/">AI Tak Sekadar Cerdas, Tapi Juga Peduli: Universitas Nusa Mandiri Buka Wawasan Guru dan Siswa dalam Road to Conference</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ai-tak-sekadar-cerdas-tapi-juga-peduli-universitas-nusa-mandiri-buka-wawasan-guru-dan-siswa-dalam-road-to-conference/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI Tak Gantikan Manusia: Universitas Nusa Mandiri Edukasi Gen Z Lewat Seminar Cerdas</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ai-tak-gantikan-manusia-universitas-nusa-mandiri-edukasi-gen-z-lewat-seminar-cerdas/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ai-tak-gantikan-manusia-universitas-nusa-mandiri-edukasi-gen-z-lewat-seminar-cerdas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 00:28:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan Kesehatan Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=1784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok-Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-tak-gantikan-manusia-universitas-nusa-mandiri-edukasi-gen-z-lewat-seminar-cerdas/">AI Tak Gantikan Manusia: Universitas Nusa Mandiri Edukasi Gen Z Lewat Seminar Cerdas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Depok-Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu kontemporer dengan menggelar Seminar Road to AI Conference bertajuk “Balancing Minds and Machines: AI and Mental Health in Harmony”, pada Kamis 26 Juni 2025 di Aula UNM Kampus Margonda. Seminar ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK se-Kota Depok, mahasiswa UNM, hingga perwakilan dari berbagai perusahaan mitra.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah awal UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menyuarakan pentingnya literasi teknologi dan kesehatan mental, terutama di tengah gempuran era digital dan masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di berbagai aspek kehidupan.</p>
<p>Salah satu narasumber utama dalam seminar ini, Offie Dwi Natalia, seorang psikolog sekaligus Putri Jambi 2019, menggarisbawahi bahwa kesadaran mental adalah pondasi penting dalam menghadapi era digital yang penuh tekanan informasi dan keterhubungan instan.</p>
<p>“Kesehatan mental sangat penting, apalagi generasi muda sekarang hidup berdampingan dengan teknologi. AI itu ibarat alat bantu. Jangan sampai kita justru bergantung dan kehilangan kendali sebagai manusia,” ujar Offie di hadapan peserta seminar.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa meski teknologi AI bisa membantu dalam memberikan informasi awal seputar gangguan psikologis, peran psikolog tetap tak tergantikan dalam proses diagnosis dan penyembuhan. AI, menurutnya, bisa menjadi ‘teman awal’ yang memberi saran, namun bukan ‘penentu akhir’.</p>
<p>Lebih jauh, Offie juga mengapresiasi langkah Universitas Nusa Mandiri yang berani mengangkat tema yang menggabungkan dua ranah besar teknologi dan psikologi. Menurutnya, ini adalah pendekatan edukatif yang sangat relevan bagi generasi Gen Z yang saat ini menjadi aktor utama dalam pemanfaatan teknologi.</p>
<p>“Langkah UNM luar biasa. Mahasiswa dan calon mahasiswa diajak melek teknologi sekaligus sadar pentingnya menjaga kesehatan mental. Harapannya, UNM ke depan bisa lebih fokus mengembangkan diskursus ini dan menjadikannya bagian dari budaya akademik,” ungkapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ai-tak-gantikan-manusia-universitas-nusa-mandiri-edukasi-gen-z-lewat-seminar-cerdas/">AI Tak Gantikan Manusia: Universitas Nusa Mandiri Edukasi Gen Z Lewat Seminar Cerdas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ai-tak-gantikan-manusia-universitas-nusa-mandiri-edukasi-gen-z-lewat-seminar-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
