<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/category/lifestyle/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/category/lifestyle/wisata/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 15:01:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Wisata Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/category/lifestyle/wisata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pesona Pantai Gunungkidul yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik Wisatawan</title>
		<link>https://jogjahitz.com/pesona-pantai-gunungkidul-yang-tak-pernah-kehilangan-daya-tarik-wisatawan/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/pesona-pantai-gunungkidul-yang-tak-pernah-kehilangan-daya-tarik-wisatawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 08:58:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tempat Hitz]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com, Gunungkidul – Kabupaten Gunungkidul masih menjadi salah satu...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pesona-pantai-gunungkidul-yang-tak-pernah-kehilangan-daya-tarik-wisatawan/">Pesona Pantai Gunungkidul yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik Wisatawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="217" data-end="589"><strong data-start="217" data-end="232">Jogjahitz.com, Gunungkidul</strong> – Kabupaten Gunungkidul masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Deretan pantai berpasir putih dengan panorama tebing karst yang membentang di pesisir selatan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.</p>
<p data-start="591" data-end="1037">Pantai-pantai di Gunungkidul memiliki karakteristik yang beragam. <strong data-start="657" data-end="673">Pantai Baron</strong> dikenal sebagai pintu gerbang wisata pantai di kawasan selatan dengan aktivitas nelayan dan muara sungainya. Sementara itu, <strong data-start="798" data-end="814">Pantai Kukup</strong> menawarkan hamparan pasir putih serta jembatan yang menghubungkan daratan dengan pulau karang kecil, menjadikannya salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan laut.</p>
<p data-start="591" data-end="1037"><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/">5 Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan</a></strong></p>
<p data-start="1039" data-end="1400">Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang, <strong data-start="1097" data-end="1117">Pantai Sepanjang</strong>, <strong data-start="1119" data-end="1135">Pantai Drini</strong>, dan <strong data-start="1141" data-end="1158">Pantai Sundak</strong> menjadi pilihan menarik. Ketiga pantai tersebut menawarkan panorama laut yang jernih, pasir putih, serta suasana yang cocok untuk bersantai bersama keluarga maupun menikmati matahari terbit dan terbenam.</p>
<p data-start="1402" data-end="1762">Sementara itu, wisatawan pencinta aktivitas laut dapat mengunjungi <strong data-start="1469" data-end="1488">Pantai Nglambor</strong> dan <strong data-start="1493" data-end="1512">Pantai Sadranan</strong> yang dikenal sebagai lokasi favorit untuk snorkeling. Air laut yang relatif jernih serta keberadaan biota laut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan bawah laut Gunungkidul.</p>
<p data-start="1764" data-end="2183">Tak hanya menawarkan panorama pantai, Gunungkidul juga memiliki destinasi unik seperti <strong data-start="1851" data-end="1867">Pantai Jogan</strong>, yang dikenal dengan air terjun yang langsung mengalir ke bibir laut, serta <strong data-start="1944" data-end="1960">Pantai Siung</strong> yang menjadi salah satu lokasi panjat tebing alam bertaraf internasional. Keunikan tersebut membuat kawasan pesisir Gunungkidul memiliki daya tarik yang berbeda di setiap destinasinya.</p>
<p data-start="1764" data-end="2183"><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/">Menikmati Liburan di Yogyakarta, Perpaduan Alam, Budaya, dan Kuliner</a></strong></p>
<p data-start="2185" data-end="2565">Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan meningkatkan fasilitas dan akses menuju berbagai destinasi pantai. Wisatawan juga diimbau untuk menjaga kebersihan kawasan wisata, mematuhi aturan yang berlaku, serta selalu mengutamakan keselamatan mengingat karakter ombak Pantai Selatan yang cukup kuat.</p>
<p data-start="2567" data-end="2789">Dengan keindahan alam yang dimiliki, deretan pantai di Gunungkidul diperkirakan akan tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati pesona alam Yogyakarta.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pesona-pantai-gunungkidul-yang-tak-pernah-kehilangan-daya-tarik-wisatawan/">Pesona Pantai Gunungkidul yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik Wisatawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/pesona-pantai-gunungkidul-yang-tak-pernah-kehilangan-daya-tarik-wisatawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal KRL Jogja-Solo Pekan Ini 21-25 juli 2026</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jadwal-krl-jogja-solo-pekan-ini-21-25-juli-2026/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jadwal-krl-jogja-solo-pekan-ini-21-25-juli-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 05:25:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[KRL Jogja-Solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com, Yogyakarta – Commuter Line Yogyakarta-Solo masih menjadi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jadwal-krl-jogja-solo-pekan-ini-21-25-juli-2026/">Jadwal KRL Jogja-Solo Pekan Ini 21-25 juli 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com, Yogyakarta </strong>– <em>Commuter Line </em>Yogyakarta-Solo masih menjadi pilihan transportasi andalan masyarakat untuk mobilitas harian antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya. Dengan tarif yang terjangkau dan jadwal perjalanan yang cukup padat, layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan.</p>
<p>Mengutip informasi dari aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kai.kaiticketing&amp;pcampaignid=web_share"><em>Access by </em>KAI</a>, <em>Commuter Line </em>Yogyakarta-Palur beroperasi setiap hari dengan sejulah jadwal keberangkatan dari stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Palur. Kereta komuter ini melayani sejumlah stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, hingga berakhir di stasiun Palur.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/tak-sekadar-traveling-edutrip-ubsi-ajak-mahasiswa-belajar-di-singapura-dan-malaysia/">Tak Sekadar Traveling, EduTrip UBSI Ajak Mahasiswa Belajar di Singapura dan Malaysia</a></strong></p>
<p>Bagi masyarakat yang berencana bepergian menggunakan <em>Commuter Line </em>dalam periode 21 – 25 Juli 2026, berikut jadwal keberangkatan yang dirangkum dari aplikasi <em>Access by </em>KAI.</p>
<p><strong>Jadwal Commuter Line Yogyakarta-Solo 21-25 Juli 2026</strong></p>
<p><strong>Stasiun Tugu Yogyakarta</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.05 WIB, 06.00 WIB, 07.05 WIB, 07.54 WIB, 08.49 WIB, 10.56 WIB, 12.07 WIB, 13.57 WIB, 15.01 WIB, 16.10 WIB, 17.35 WIB, 18.08 WIB, 20.15 WIB, 21.25 WIB, 22.35 WIB.</p>
<p><strong>Stasiun Lempuyangan</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.10 WIB, 06.06 WIB, 07.10 WIB, 07.59 WIB, 08.54 WIB, 11.01 WIB, 12.12 WIB, 14.02 WIB, 15.06 WIB, 16.15 WIB, 17.40 WIB, 18.13 WIB, 20.20 WIB, 21.30 WIB, 22.40 WIB.</p>
<p><strong>Stasiun Maguwo</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.17 WIB, 06.13 WIB, 07.17 WIB, 08.06 WIB, 09.01 WIB, 11.08 WIB, 12.19 WIB, 14.10 WIB, 15.13 WIB, 16.22 WIB, 17.47 WIB, 18.20 WIB, 20.27 WIB, 21.37 WIB, 22.47 WIB.</p>
<p><strong>Stasiun Brambanan</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.26 WIB, 06.21 WIB, 07.25 WIB, 08.14 WIB, 09.09 WIB, 11.16 WIB, 12.17 WIB, 14.19 WIB, 15.22 WIB, 16.30 WIB, 17.55 WIB, 18.28 WIB, 20.36 WIB, 21.45 WIB, 22.56 WIB.</p>
<p><strong>Stasiun Srowot</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.33 WIB, 06.28 WIB, 07.32 WIB, 08.21 WIB, 09.16 WIB, 11.23 WIB, 12.34 WIB, 14.26 WIB, 15.29 WIB, 16.37 WIB, 18.01 WIB, 18.35 WIB, 20.43 WIB, 21.51 WIB, 23.03 WIB.</p>
<p><strong>Stasiun Klaten</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.40 WIB, 06.35 WIB, 07.39 WIB, 08.28 WIB, 09.23 WIB, 11.30 WIB, 12.41 WIB, 14.33 WIB, 15.36 WIB, 16.44 WIB, 18.08 WIB, 18.42 WIB, 20.50 WIB, 21.58 WIB, 23.10 WIB.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/jadi-salah-satu-tempat-nongkrong-cozy-di-jogja-wajib-banget-ke-resto-kalibayem/">Jadi Salah Satu Tempat Nongkrong Cozy di Jogja, Wajib Banget ke Resto Kalibayem</a></strong></p>
<p><strong>Stasiun Ceper</strong></p>
<p>Berangkat pukul 05.49 WIB, 06.44 WIB, 07.48 WIB, 08.37 WIB, 09.32 WIB, 11.39 WIB, 12.50 WIB, 14.42 WIB, 15.45 WIB, 16.53 WIB, 18.17 WIB, 18.51 WIB, 20.59 WIB, 22.07 WIB, 23.19 WIB.</p>
<p>Calon penumpang disarankan datang lebih awal ke stasiun untuk menghindari antrean, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Perlu diketahui, jadwal perjalanan <em>Commuter Line </em>dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan operator. Oleh karena itu, penumpang dihimbau untuk selalu melakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jadwal-krl-jogja-solo-pekan-ini-21-25-juli-2026/">Jadwal KRL Jogja-Solo Pekan Ini 21-25 juli 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jadwal-krl-jogja-solo-pekan-ini-21-25-juli-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Gratis! Masyarakat Bisa Jelajahi Istana Kepresidenan Yogyakarta Lewat Program ISTURA</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kini-gratis-masyarakat-bisa-jelajahi-istana-kepresidenan-yogyakarta-lewat-program-istura/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kini-gratis-masyarakat-bisa-jelajahi-istana-kepresidenan-yogyakarta-lewat-program-istura/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 11:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Kepresidenan Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ISTURA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com, Yogyakarta &#8211; Kabar baik bagi masyarakat yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kini-gratis-masyarakat-bisa-jelajahi-istana-kepresidenan-yogyakarta-lewat-program-istura/">Kini Gratis! Masyarakat Bisa Jelajahi Istana Kepresidenan Yogyakarta Lewat Program ISTURA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com, Yogyakarta</strong> &#8211; Kabar baik bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sejarah bangsa. Istana Kepresidenan Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Gedung Agung kini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkunjung melalui program ISTURA (Istana Untuk Rakyat) tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Mengutip dari postingan akun instagram <a href="https://www.instagram.com/p/DXWLDgMjHf7/"><em>@istanakepresidenanyogyakarta</em></a>, pada Selasa (14/7), pengunjung dapat menyusuri berbagai jejak sejarah Republik Indonesia yang tersimpan di Kawasan Gedung Agung. Selain menikmati suasana dan keindahan lingkungan istana, masyarakat juga berkesempatan melihat koleksi museum yang berada di dalam kompleks serta memperoleh penjelasan langsung dari pemandu yang telah disediakan.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/kolaborasi-pakar-warnai-festival-edukasi-inovasi-ai-2025/">Kolaborasi Pakar Warnai Festival Edukasi &amp; Inovasi AI 2025</a></strong></p>
<p>Program ISTURA sendiri dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat peran Gedung Agung dalam perjalanan sejarah Indonesia.</p>
<p>Sebagai salah satu bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan negara, Gedung Agung menyimpan banyak cerita penting yang patut diketahui generasi muda.</p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, harus memerhatikan beberapa hal ini. Pertama, pengunjung harus memilih jadwal kunjungan yang tersedia, menyiapkan surat permohonan, kemudian mengisi formulir pendaftaran melalui laman resmi <a href="https://isturatampaksiring.istanapresiden.go.id/trx/c_user_controller/pendaftaran">ISTURA</a>. Setelah proses verifikasi dan pengecekan kuota selesai dilakukan, persetujuan kunjungan akan dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.</p>
<p>Sementara itu, melalui hadirnya program ISTURA, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses dan mempelajari warisan sejarah bangsa secara langsung.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/ubsi-sebagai-kampus-digital-kreatif-yang-paham-betul-kegalauan-anak-muda/">UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif yang Paham Betul Kegalauan Anak Muda</a></strong></p>
<p>Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai nilai-nilai sejarah nasional.</p>
<p>Tertarik melihat Gedung Agung dari dekat? Jangan lewatkan kesempatan ini. Simpan informasi ini dan ajak teman maupun keluarga untuk merasakan pengalaman berkunjung ke salah satu bangunan bersejarah paling penting di Yogyakarta.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kini-gratis-masyarakat-bisa-jelajahi-istana-kepresidenan-yogyakarta-lewat-program-istura/">Kini Gratis! Masyarakat Bisa Jelajahi Istana Kepresidenan Yogyakarta Lewat Program ISTURA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kini-gratis-masyarakat-bisa-jelajahi-istana-kepresidenan-yogyakarta-lewat-program-istura/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Liburan di Yogyakarta, Perpaduan Alam, Budaya, dan Kuliner</title>
		<link>https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 06:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6357</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Yogyakarta selalu memiliki tempat istimewa di...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/">Menikmati Liburan di Yogyakarta, Perpaduan Alam, Budaya, dan Kuliner</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA </strong>— Yogyakarta selalu memiliki tempat istimewa di hati para wisatawan. Kota yang dikenal sebagai Daerah Istimewa ini menawarkan pengalaman liburan yang lengkap, mulai dari wisata alam yang memanjakan mata, kekayaan budaya yang masih lestari, hingga kuliner khas yang menggugah selera. Tak heran, Yogyakarta menjadi salah satu destinasi yang selalu ramai dikunjungi, baik saat akhir pekan maupun musim liburan.</p>
<p>Liburan di Yogyakarta dapat dimulai dengan mengunjungi berbagai destinasi budaya yang menjadi identitas kota ini. Keraton Yogyakarta masih berdiri kokoh sebagai pusat kebudayaan Jawa sekaligus simbol sejarah Kesultanan Yogyakarta. Tak jauh dari sana, kawasan Malioboro menghadirkan suasana khas dengan deretan toko batik, pedagang suvenir, seniman jalanan, dan kuliner tradisional yang selalu menarik perhatian wisatawan.</p>
<p>Keindahan alam Yogyakarta juga menjadi daya tarik yang sulit untuk dilewatkan. Dari pantai-pantai di kawasan Gunungkidul yang menawarkan pasir putih dan air laut yang jernih, hingga udara sejuk di Kaliurang dengan latar megah Gunung Merapi, setiap destinasi menyuguhkan pesona yang berbeda. Sementara itu, tempat-tempat wisata modern seperti Obelix Hills menghadirkan panorama matahari terbenam yang memikat, menjadikannya lokasi favorit untuk menikmati sore bersama keluarga maupun sahabat.</p>
<p>Perjalanan ke Yogyakarta terasa semakin lengkap dengan beragam kuliner khas yang menggoda selera. Gudeg menjadi sajian yang paling dikenal dengan cita rasa manis yang khas, disusul bakpia yang menjadi oleh-oleh favorit wisatawan. Saat malam tiba, angkringan menawarkan suasana sederhana namun hangat, tempat masyarakat dan wisatawan berkumpul sambil menikmati nasi kucing, sate, serta segelas wedang jahe.</p>
<p>Kota Yogyakarta begitu istimewa bukan hanya banyaknya tempat yang dapat dikunjungi, tetapi juga keramahan masyarakatnya. Senyum hangat warga, suasana kota yang nyaman, serta nilai-nilai budaya yang masih dijaga membuat setiap perjalanan terasa lebih bermakna. Setiap sudut kota menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi ciri khas Yogyakarta.</p>
<p>Pada akhirnya, liburan di Yogyakarta bukan sekadar perjalanan menuju sebuah destinasi, melainkan kesempatan untuk menikmati harmoni antara alam, budaya, dan kuliner dalam satu pengalaman yang utuh. Keindahan alamnya menenangkan, budayanya memperkaya wawasan, dan kulinernya meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Itulah sebabnya Yogyakarta selalu menjadi kota yang dirindukan dan memiliki tempat istimewa bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/">Menikmati Liburan di Yogyakarta, Perpaduan Alam, Budaya, dan Kuliner</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/menikmati-liburan-di-yogyakarta-perpaduan-alam-budaya-dan-kuliner/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan</title>
		<link>https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 06:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6352</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Yogyakarta selalu menjadi destinasi yang tak...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/">5 Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA </strong>— Yogyakarta selalu menjadi destinasi yang tak pernah kehilangan pesonanya. Kota Istimewa ini menawarkan pengalaman liburan yang lengkap, mulai dari wisata budaya, keindahan alam, hingga destinasi modern yang terus berkembang. Tak heran, banyak wisatawan memilih Yogyakarta sebagai tujuan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, maupun menikmati perjalanan seorang diri. Berikut lima destinasi yang layak masuk dalam daftar liburan saat berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<ol>
<li>Keraton Yogyakarta<br />
Keraton Yogyakarta merupakan jantung budaya Jawa yang masih mempertahankan tradisi hingga kini. Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat arsitektur khas Jawa, koleksi benda-benda bersejarah, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang digelar pada waktu tertentu. Mengunjungi Keraton bukan sekadar berwisata, tetapi juga mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang menjadi identitas Yogyakarta.</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Malioboro<br />
Tak lengkap rasanya berlibur ke Yogyakarta tanpa menyusuri Jalan Malioboro. Kawasan ini selalu ramai oleh wisatawan yang berburu batik, kerajinan tangan, dan beragam oleh-oleh khas. Pada malam hari, suasana semakin hidup dengan kehadiran musisi jalanan, kuliner tradisional, serta deretan lampu yang mempercantik kawasan tersebut. Malioboro menjadi tempat yang tepat untuk merasakan denyut kehidupan Kota Yogyakarta.</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Pantai Parangtritis<br />
Bagi pencinta wisata alam, Pantai Parangtritis menawarkan panorama laut selatan yang memukau. Hamparan pasir yang luas, deburan ombak, dan semilir angin menciptakan suasana yang menenangkan. Menjelang sore, wisatawan dapat menikmati matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik utama pantai ini. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat mencoba berbagai aktivitas seperti menaiki delman atau kendaraan ATV di sepanjang pantai.</li>
</ol>
<ol start="4">
<li>Obelix Hills<br />
Obelix Hills menjadi salah satu destinasi wisata modern yang semakin populer di Yogyakarta. Berlokasi di kawasan perbukitan Prambanan, tempat ini menawarkan panorama alam dari ketinggian dengan latar perbukitan hijau yang memanjakan mata. Beragam spot foto yang menarik serta suasana senja yang indah menjadikan Obelix Hills pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati keindahan alam.</li>
</ol>
<ol start="5">
<li>Kaliurang<br />
Kawasan Kaliurang menawarkan suasana pegunungan yang sejuk di lereng Gunung Merapi. Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati udara segar, menjelajahi hutan pinus, atau mengikuti wisata edukasi mengenai aktivitas vulkanik Merapi. Keindahan alam yang masih asri menjadikan Kaliurang sebagai tempat yang tepat untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.</li>
</ol>
<p>Kelima destinasi tersebut menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki daya tarik yang beragam. Wisata budaya menghadirkan pengalaman belajar tentang sejarah dan tradisi, wisata alam menawarkan ketenangan dan panorama yang memikat, sementara destinasi modern memberikan pengalaman baru yang tak kalah menarik. Perpaduan inilah yang membuat Yogyakarta selalu menjadi pilihan favorit wisatawan dari berbagai daerah.</p>
<p>Liburan ke Yogyakarta bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat yang indah, tetapi juga menikmati keramahan masyarakat, mencicipi kuliner khas, dan merasakan suasana kota yang penuh kehangatan. Setiap perjalanan akan menghadirkan cerita yang berbeda, sekaligus menjadi alasan untuk kembali menjelajahi keistimewaan Yogyakarta di lain waktu.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/">5 Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/5-destinasi-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-masuk-daftar-liburan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</title>
		<link>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lambanapu]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul kembali memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Melalui riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Media Wisata Volume 24 Nomor 1 edisi Mei 2026, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berhasil mengungkap potensi besar Desa Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai desa wisata yang mampu menggabungkan kekuatan alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>Penelitian berjudul Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency tersebut menunjukkan bahwa Desa Lambanapu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. Hasil analisis menempatkan desa tersebut pada posisi yang sangat strategis untuk dikembangkan melalui penguatan potensi yang sudah dimiliki.</p>
<p>Dr. Ani Wijayanti menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi unggulan Desa Lambanapu sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang tepat agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>“Desa Lambanapu memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat sebagai modal pengembangan desa wisata. Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa potensi tersebut tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan,&#8221; jelas Dr. Ani dalam rilis yang diterima, Kamis (18/6).</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan sejumlah daya tarik yang menjadi kekuatan utama Desa Lambanapu. Dari sisi wisata alam, terdapat Bukit Tanau dan Bukit Seribu yang menawarkan panorama khas bentang alam Sumba. Sementara dari sisi budaya, desa ini memiliki Situs Lambanapu sebagai warisan sejarah, berbagai pertunjukan seni tradisional yang dikelola Sanggar Ori Angu dan Sanggar Li Luri, serta kerajinan tenun ikat yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.</p>
<p>Menurut Dr. Ani, kekuatan terbesar Desa Lambanapu terletak pada kombinasi antara keindahan alam dan keaslian budaya yang masih terjaga hingga saat ini.</p>
<p>“Kami melihat bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman autentik. Desa Lambanapu memiliki keduanya. Inilah yang menjadi nilai lebih dibandingkan banyak destinasi lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sebanyak 10 informan yang terdiri dari pengelola desa wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha lokal dilibatkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan peluang pengembangan desa.</p>
<p>Hasil analisis SWOT, IFAS, EFAS, dan Matriks Internal-Eksternal (IE) menunjukkan bahwa Desa Lambanapu berada pada Kuadran I, yang menandakan kondisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang besar. Posisi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki prospek cerah untuk terus tumbuh melalui strategi pengembangan yang agresif dan berkelanjutan.</p>
<p>Atun Yulianto menambahkan bahwa salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah tingginya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Bahkan, sekitar 60 persen anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berasal dari kalangan perempuan.</p>
<p>“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Partisipasi perempuan yang cukup besar menunjukkan adanya modal sosial yang kuat untuk mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan sejumlah strategi pengembangan, mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi dan pemasaran produk lokal.</p>
<p>“Kami merekomendasikan pengembangan paket wisata yang menggabungkan wisata alam, budaya, dan pengalaman langsung bersama masyarakat. Wisatawan dapat menikmati aktivitas trekking, mengunjungi situs budaya, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, hingga belajar membuat tenun ikat khas Sumba. Konsep seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkap Atun.</p>
<p>Selain aspek ekonomi, penelitian ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata. Menurut para peneliti, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Melalui hasil penelitian tersebut, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berharap strategi yang dirumuskan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan Desa Lambanapu sebagai destinasi wisata unggulan di Sumba Timur.</p>
<p>“Potensi yang dimiliki Desa Lambanapu sangat besar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, kami optimistis desa ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam untuk generasi mendatang,” tutup Dr. Ani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</title>
		<link>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jogjahitz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 07:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Joss]]></category>
		<category><![CDATA[Resto Kalibayem]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Nongkrong di Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com &#8211; Bagi sebagian orang, Jogja adalah tentang...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/">Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com </strong>&#8211; Bagi sebagian orang, Jogja adalah tentang pulang. Namun, bagi mereka yang hidup dan berjibaku di dalamnya, entah mahasiswa yang dikejar <em>deadline</em> skripsi atau pekerja yang lelah dengan rutinitas, Jogja kadang terasa sesak. Hiruk-pikuk jalanan Bantul dan riuh rendah aktivitas kota seringkali menuntut tubuh untuk terus bergerak, bahkan ketika jiwa sudah berteriak minta istirahat.</p>
<p>Di tengah kelelahan kolektif itu, Resto Kalibayem Jogja hadir bukan sekadar sebagai tempat makan. Di Jalan Rejodadi, Sonopakis Kidul,  Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta, bangunan ini berdiri menawarkan sebuah anomali yang menenangkan, yakni Sebuah Pendopo yang lazimnya menapak bumi, justru diangkat tinggi ke udara.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a></strong></p>
<p>Jika lantai dasar adalah tentang kesibukan, maka lantai empat, atau <em>rooftop</em> Resto Kalibayem adalah tentang pelepasan. Ada filosofi unik yang ditawarkan di sini, yaitu “Pendopo Langit”. Sebuah konsep <em>outdoor</em> berkapasitas puluhan orang yang memaksa kita mendongak, melihat bahwa langit masih luas dan masalah kita mungkin tidak sebesar yang kita takutkan.</p>
<p>Pagi hari di <em>rooftop</em> ini adalah definisi “ruang jeda” yang sesungguhnya. Ketika cuaca cerah, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat gagah dari kejauhan, seolah menyapa mereka yang sedang <em>Work From Cafe</em> (WFC) atau sekadar melamun menjauh dari notifikasi ponsel. Dari ketinggian ini, pemandangan Rawa Kalibayem dan orang-orang yang sabar memancing di tepiannya menjadi tontonan terapi yang mendamaikan hati.</p>
<p>Ketika matahari mulai tergelincir, suasana berubah menjadi magis. Istilah “nyenja” (menikmati senja) menjadi ritual wajib di sini. Namun, Resto Kalibayem paham, untuk tetap waras di tengah gempuran hidup, kita tidak butuh kemewahan yang berjarak. Kita butuh yang dekat di hati.</p>
<p>Itulah mengapa, berbeda dengan lantai di bawahnya, menu di <em>rooftop</em> ini justru kembali ke akar, yakni Angkringan.</p>
<p>Ada nasi kucing, nasi jinggo khas Bali, sate-satean, dan gorengan hangat. Namun, primadonanya tetaplah Kopi Joss. Bunyi “cesss” saat arang panas dicelupkan ke dalam kopi hitam pekat bukan sekadar atraksi, melainkan sebuah sinyal bahwa beban pikiran siap diredam. Bagi yang ingin makan berat, menu dari lantai bawah pun siap diantar ke atas. Semua dibuat mudah, agar pengunjung bisa fokus pada satu hal, yaitu kenyamanan dan istirahat.</p>
<h2><strong>Ruang Kolaborasi dan Pesta yang “Sadar”</strong></h2>
<p>Resto Kalibayem menjadi saksi bahwa bersenang-senang tidak harus kehilangan kesadaran. Di sini, alkohol tidak mendapat tempat. Sebagai gantinya, tersedia kearifan lokal dalam botol, seperti Kopi Bir, Temulawak, dan Sarsaparilla. Minuman berkarbonasi tradisional ini menjadi teman setia saat karaoke, atau saat DJ Dj-an memutar lagu-lagu yang mengajak pengunjung berdendang.</p>
<p>Lebih dari itu, tempat ini menjadi oase bagi komunitas dan mahasiswa. Mulai dari yoga, tarian kontemporer, rapat, hingga <em>screening</em> film hasil kolaborasi dengan teman-teman mahasiswa atau komunitas. Di saat mencari <em>venue</em> dengan harga terjangkau di Jogja semakin sulit, Resto Kalibayem justru membuka tangan lebar-lebar.</p>
<p>Lebih dari sekadar menyediakan tempat, mereka bahkan menyediakan <em>snack kit</em> untuk komunitas, seniman, atau mahasiswa yang ingin membuat acara. Hal tersebut menjadi bentuk <em>support</em> resto pada hal-hal berbau positif yang ada di lingkungan masyarakat.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-wfc-di-jogja-pas-banget-di-resto-kalibayem-wifi-kenceng-harga-gak-neken/">Cari Tempat WFC di Jogja? Pas Banget di Resto Kalibayem, WiFi Kenceng Harga Gak Neken!</a></strong></p>
<p>Hidup mungkin akan terus berjalan cepat, dan tugas-tugas itu mungkin tak akan pernah habis. Tapi, kita selalu punya pilihan untuk berhenti sejenak.</p>
<p>Jika dada mulai terasa sesak oleh target pekerjaan atau hiruk-pikuk kota, mungkin ini saatnya kita menepi ke Sonopakis Kidul. Pesan segelas Kopi Joss, duduk di pendopo lantai empat, dan biarkan angin sore Resto Kalibayem membasuh lelah kita sambil menikmati pemandagan Rawa Kalibayem dan jajaran pegunungan di Jawa Tengah yang indah.</p>
<p>Karena kadang, untuk bisa kembali berjalan jauh, kita hanya butuh duduk diam sembari melihat matahari pulang ke peraduannya. Mari bertemu di atas, di mana kopi terasa lebih nikmat dan hati menjadi lebih ringan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/">Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</title>
		<link>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jogjahitz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 07:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Oleh-Oleh di Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Resto Kalibayem]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Menginap di Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com &#8211; Kalau lagi main ke Resto Kalibeyem...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com </strong>&#8211; Kalau lagi main ke Resto Kalibeyem Jogja, lantai tiga jadi salah satu area yang paling bikin penasaran. Di lantai ini, fungsinya bukan cuma sebagai area parkir, tapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM lokal, sentuhan budaya, dan pengalaman yang terasa personal. Begitu masuk, suasananya langsung berbeda. Ada deretan souvenir, produk lokal, dan nuansa tradisional yang dibalut dengan konsep modern.</p>
<p>Area ini memang dirancang sebagai ruang kolektif. Kalibeyem berkolaborasi dengan berbagai pelaku UMKM dan brand lokal, salah satunya Lurik Prasojo dari Klaten. Lurik yang ditampilkan di sini punya karakter berbeda dengan batik. Coraknya lebih sederhana, teksturnya kuat, dan semuanya berbasis kain tenun tradisional. Menariknya, produk lurik ini masih diproduksi langsung di daerah asalnya, Klaten, dengan cara-cara lama yang tetap dijaga sampai sekarang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-wfc-di-jogja-pas-banget-di-resto-kalibayem-wifi-kenceng-harga-gak-neken/">Cari Tempat WFC di Jogja? Pas Banget di Resto Kalibayem, WiFi Kenceng Harga Gak Neken!</a></strong></p>
<p>Selain kain lurik, pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk UMKM lain seperti camilan, souvenir khas, kaos, sampai pernak-pernik lokal yang cocok buat oleh-oleh. Konsepnya dibuat supaya UMKM bisa tumbuh bareng, tanpa saling bertabrakan produknya. Jadi semuanya terasa rapi, beragam dan tetap satu cerita.</p>
<p>Salah satu spot yang paling mencuri perhatian di lantai tiga adalah alat tenun tradisional yang dipajang di area ini. Bukan sekadar pajangan, alat ini punya nilai sejarah yang kuat dari pemilik Kalibayem sendiri, yang berasal dari Klaten, daerah yang sejak dulu dikenal sebagai sentra lurik. Alat tenun tersebut masih bisa beroperasi, meski usianya sudah sangat tua dan perlu perawatan khusus. Kehadirannya jadi simbol bahwa produk lurik yang ada di Kalibeyem bukan sekadar jualan, tapi juga membawa cerita panjang dari masa lalu.</p>
<h2><strong>Souvenir antik tradisional dan fungsional, lengkap dengan oleh-oleh bakpia produksi sendiri</strong></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-4985 size-full" src="https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2026/02/resto-kalibayem-jogja.png" alt="" width="843" height="506" /></p>
<p>Di area yang sama, pengunjung juga bisa menemukan toko oleh-oleh yang terhubung langsung dengan <em>bakery</em> dan penginapan. Salah satu produk andalannya adalah bakpia yang diproduksi sendiri. Bakpia menjadi produk utama yang selalu tersedia, sementara produk <em>bakery</em> lain biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Cocok untuk kebutuhan ulang tahun, acara keluarga, atau sekadar <em>request</em> khusus. Semuanya dibuat fleksibel, menyesuaikan kebutuhan pengunjung.</p>
<p>Resto Kalibeyem juga tidak melupakan sisi edukasinya. Di lantai tiga ini, ada narasi visual yang menceritakan sejarah Rawa Kalibeyem, daerah tempat berdirinya resto di wilayah Kalibayem. Rawa ini dikenal sebagai satu-satunya rawa alami yang masih tersisa di kawasan tersebut.</p>
<p>Dulunya, area ini adalah perkampungan dan persawahan, hingga akhirnya ambles akibat gempa Yogyakarta pada tahun 2004-2006 dan memunculkan mata air alami. Menariknya lagi, kawasan ini pernah menjadi lokasi uji coba kapal selam sekitar tahun 1946. Sejarah ini perlahan dikemas dan ditampilkan agar pengunjung tidak hanya datang untuk makan atau berbelanja saja, tapi juga pulang membawa cerita.</p>
<p>Dari sisi penginapan, Kalibeyem menyediakan kamar dengan konsep sederhana namun nyaman. Ada kamar kecil untuk satu orang dan kamar berukuran sedang yang cocok untuk dua orang atau keluarga kecil. Beberapa kamar menawarkan pemandangan taman dan aliran sungai yang bikin suasana menginap terasa lebih tenang. Tamu yang menginap juga mendapatkan berbagai keuntungan tambahan, termasuk kemudahan akses ke area kuliner dan layanan lainnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/jadi-salah-satu-tempat-nongkrong-cozy-di-jogja-wajib-banget-ke-resto-kalibayem/">Jadi Salah Satu Tempat Nongkrong Cozy di Jogja, Wajib Banget ke Resto Kalibayem</a></strong></p>
<p>Lokasi Resto Kalibeyem juga terbilang strategis. Dari sini, pengunjung bisa menjangkau pusat kota Yogyakarta seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, Keraton, hingga Taman Sari hanya dalam waktu sekitar 15 sampai 25 menit. Buat yang datang dari luar kota, Kalibeyem bahkan menyediakan layanan antar jemput dari Stasiun Tugu, jadi <em>nggak</em> perlu ribet mikirin transportasi.</p>
<p>Menariknya lagi, Kalibeyem juga menawarkan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari wisata dalam kota sampai luar kota, semuanya bisa diatur langsung. Tinggal datang, nikmati fasilitas, dan biarkan tim Kalibeyem yang mengurus sisanya. Konsep ini bikin Kalibeyem terasa seperti satu paket lengkap: makan bisa, nginep bisa, belanja oleh-oleh bisa, bahkan jalan-jalan pun sudah disiapkan.</p>
<p>Dengan konsep <em>all-in-one</em> yang matang, Kalibeyem berhasil menghadirkan pengalaman yang bukan cuma nyaman, tapi juga berkesan. Lantai tiga menjadi bukti bahwa satu ruang bisa punya banyak fungsi, mulai dari tempat singgah, ruang kolaborasi UMKM, sampai medium untuk merawat cerita dan sejarah lokal. Tempat ini cocok buat siapa saja yang ingin menikmati Yogyakarta dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan penuh makna.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 00:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Disambut Hangat UTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur — Suasana penuh antusiasme mewarnai kedatangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/">Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuala Lumpur — Suasana penuh antusiasme mewarnai kedatangan rombongan mahasiswa Cyber University di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Senin (25/8). Setibanya di Malaysia, mahasiswa disambut hangat oleh perwakilan Universiti Teknologi Petronas (UTP) dengan sapaan ramah dan papan ucapan selamat datang yang penuh warna.</p>
<p>Perjalanan belum berakhir, setelah penerbangan dari Jakarta, rombongan kembali melanjutkan perjalanan darat sekitar tiga jam menuju kampus UTP di Seri Iskandar, Perak. Waktu tempuh tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan jalan raya Malaysia, sebelum memulai rangkaian kegiatan internasional.</p>
<p>Di UTP, melalui International Student Exchange and Fintech Immersion Program ini mahasiswa Cyber University akan terlibat dalam program akademik dan non-akademik yang dirancang untuk memperluas wawasan global. Agenda kegiatan meliputi kolaborasi proyek Hackathon Fintech melalui diskusi, presentasi, dan brainstorming ide-ide kreatif; kunjungan industri ke PayNet dan Setel, dua perusahaan digital terkemuka di Malaysia; serta program pertukaran budaya yang membuka ruang interaksi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia.</p>
<p>Partisipasi ini sejalan dengan posisi Cyber University sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia. Dengan model pembelajaran 3+1 dari program unggulannya Company Learning Program (CLP), yakni tiga tahun di kampus dan satu tahun magang di industri, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman langsung di dunia kerja.</p>
<p>Program studi yang ditawarkannya pun mulai dari Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, hingga Digital Entrepreneur, dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri digital. Selain itu, program CLP ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek bersama perusahaan mitra, sehingga proses pembelajaran terintegrasi dengan kebutuhan industri.</p>
<p>Kunjungan ke UTP ini sekaligus menegaskan komitmen Cyber University dalam menyiapkan mahasiswa berwawasan global yang mampu bersaing di era digital dan membangun jejaring internasional. Dengan slogan “The New Generation”, kampus ini mendorong mahasiswanya untuk menjadi agen perubahan yang membawa semangat kolaborasi lintas negara.</p>
<p>“Pemberangkatan mahasiswa Cyber University ke Universiti Teknologi PETRONAS merupakan momentum penting untuk menanamkan perspektif global, semangat kolaborasi, dan keberanian melangkah lebih jauh di era digital. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan, mengalami, dan membawa pulang nilai-nilai baru yang akan memperkaya perjalanan akademik mereka di Indonesia,” ujar Dr. Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University dalam rilis yang diterima, Senin (25/8).</p>
<p>Sementara itu, Rianti Rozalina, dosen pendamping kegiatan, menekankan pentingnya pengalaman internasional tersebut. “Perjalanan ini bukan sekadar belajar di kelas, melainkan tentang membangun pengalaman, jaringan, dan perspektif baru. Kami yakin mahasiswa Cyber University akan membawa pulang cerita dan inspirasi berharga dari Malaysia,” kata Rianti.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi mahasiswa Cyber University untuk mengembangkan kompetensi global, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mencetak generasi baru yang siap berkiprah di kancah internasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/">Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</title>
		<link>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 02:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karawang – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/">Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karawang – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) bersama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sedari, Kabupaten Karawang, pada Rabu (14/8). Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Desa Sedari Menuju Desa Wisata: Pendampingan Pengusulan SK Desa Wisata dan Branding Wisata Mangrove berbasis Digital”.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari hibah PkM bidang Sains dan Teknologi (Saintek) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Dukungan hibah ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi lokal melalui riset dan teknologi.</p>
<p>Kegiatan dipimpin oleh Ani Yoraeni, Dosen UNM dari prodi Sistem Informasi selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim yaitu Asep Dosen UBSI, Maruloh Dosen UNM dari prodi Sistem Informasi, serta dua mahasiswa Prodi Informatika UNM, Ridwan Saputra dan Ridho Ari Saputro.</p>
<p>Menurut Ani selaku ketua pelaksana, fokus program ini adalah pendampingan masyarakat Desa Sedari dalam mempersiapkan pengajuan SK Desa Wisata serta memperkuat branding wisata mangrove dengan pendekatan digital.</p>
<p>“Desa Sedari memiliki kekayaan alam berupa hutan mangrove yang sangat potensial. Melalui pendampingan ini, kami berharap Sedari dapat berkembang menjadi desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (19/8).</p>
<p>Rangkaian kegiatan meliputi demonstrasi website Desa Wisata yang dipandu oleh Maruloh bersama tim. Website ini dirancang sebagai media promosi digital yang menampilkan informasi destinasi, fasilitas, hingga paket wisata mangrove. Selain itu, workshop marketing desa wisata dibawakan oleh Asep, yang menekankan strategi promosi melalui media sosial, konten kreatif, dan kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.</p>
<p>Ani menambahkan bahwa keberlanjutan program ini menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>“Kami tidak ingin pendampingan ini berhenti di sini saja. Ke depan, kami berharap Desa Sedari benar-benar dapat memiliki legalitas sebagai Desa Wisata melalui SK resmi, serta mampu mengoptimalkan potensi mangrove dengan strategi branding digital yang berkesinambungan,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan PkM ini disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Desa Sedari. Kehadiran Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis semakin mempertegas peran perguruan tinggi dalam membangun desa cerdas dan mandiri melalui teknologi digital.</p>
<p>“Dengan dukungan hibah Kemdikbudristek, Desa Sedari diharapkan tidak hanya siap dalam pengusulan SK Desa Wisata, tetapi juga mampu mengelola dan mempromosikan wisata mangrove secara digital, sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/">Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
