<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Travel Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/category/lifestyle/travel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/category/lifestyle/travel/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 02:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Travel Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/category/lifestyle/travel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</title>
		<link>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lambanapu]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Penelitian dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul kembali memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Melalui riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Media Wisata Volume 24 Nomor 1 edisi Mei 2026, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berhasil mengungkap potensi besar Desa Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai desa wisata yang mampu menggabungkan kekuatan alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>Penelitian berjudul Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency tersebut menunjukkan bahwa Desa Lambanapu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan. Hasil analisis menempatkan desa tersebut pada posisi yang sangat strategis untuk dikembangkan melalui penguatan potensi yang sudah dimiliki.</p>
<p>Dr. Ani Wijayanti menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi unggulan Desa Lambanapu sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang tepat agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>“Desa Lambanapu memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat sebagai modal pengembangan desa wisata. Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa potensi tersebut tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan,&#8221; jelas Dr. Ani dalam rilis yang diterima, Kamis (18/6).</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan sejumlah daya tarik yang menjadi kekuatan utama Desa Lambanapu. Dari sisi wisata alam, terdapat Bukit Tanau dan Bukit Seribu yang menawarkan panorama khas bentang alam Sumba. Sementara dari sisi budaya, desa ini memiliki Situs Lambanapu sebagai warisan sejarah, berbagai pertunjukan seni tradisional yang dikelola Sanggar Ori Angu dan Sanggar Li Luri, serta kerajinan tenun ikat yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.</p>
<p>Menurut Dr. Ani, kekuatan terbesar Desa Lambanapu terletak pada kombinasi antara keindahan alam dan keaslian budaya yang masih terjaga hingga saat ini.</p>
<p>“Kami melihat bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman autentik. Desa Lambanapu memiliki keduanya. Inilah yang menjadi nilai lebih dibandingkan banyak destinasi lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sebanyak 10 informan yang terdiri dari pengelola desa wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha lokal dilibatkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan peluang pengembangan desa.</p>
<p>Hasil analisis SWOT, IFAS, EFAS, dan Matriks Internal-Eksternal (IE) menunjukkan bahwa Desa Lambanapu berada pada Kuadran I, yang menandakan kondisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang besar. Posisi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki prospek cerah untuk terus tumbuh melalui strategi pengembangan yang agresif dan berkelanjutan.</p>
<p>Atun Yulianto menambahkan bahwa salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah tingginya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Bahkan, sekitar 60 persen anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berasal dari kalangan perempuan.</p>
<p>“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Partisipasi perempuan yang cukup besar menunjukkan adanya modal sosial yang kuat untuk mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan sejumlah strategi pengembangan, mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi dan pemasaran produk lokal.</p>
<p>“Kami merekomendasikan pengembangan paket wisata yang menggabungkan wisata alam, budaya, dan pengalaman langsung bersama masyarakat. Wisatawan dapat menikmati aktivitas trekking, mengunjungi situs budaya, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, hingga belajar membuat tenun ikat khas Sumba. Konsep seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkap Atun.</p>
<p>Selain aspek ekonomi, penelitian ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata. Menurut para peneliti, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Melalui hasil penelitian tersebut, Dr. Ani Wijayanti dan Atun Yulianto berharap strategi yang dirumuskan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan Desa Lambanapu sebagai destinasi wisata unggulan di Sumba Timur.</p>
<p>“Potensi yang dimiliki Desa Lambanapu sangat besar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, kami optimistis desa ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam untuk generasi mendatang,” tutup Dr. Ani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/">Riset Dosen UBSI Buktikan Lambanapu Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumba Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/riset-dosen-ubsi-buktikan-lambanapu-berpotensi-jadi-destinasi-wisata-unggulan-sumba-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</title>
		<link>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jogjahitz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 07:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Joss]]></category>
		<category><![CDATA[Resto Kalibayem]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Nongkrong di Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com &#8211; Bagi sebagian orang, Jogja adalah tentang...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/">Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com </strong>&#8211; Bagi sebagian orang, Jogja adalah tentang pulang. Namun, bagi mereka yang hidup dan berjibaku di dalamnya, entah mahasiswa yang dikejar <em>deadline</em> skripsi atau pekerja yang lelah dengan rutinitas, Jogja kadang terasa sesak. Hiruk-pikuk jalanan Bantul dan riuh rendah aktivitas kota seringkali menuntut tubuh untuk terus bergerak, bahkan ketika jiwa sudah berteriak minta istirahat.</p>
<p>Di tengah kelelahan kolektif itu, Resto Kalibayem Jogja hadir bukan sekadar sebagai tempat makan. Di Jalan Rejodadi, Sonopakis Kidul,  Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta, bangunan ini berdiri menawarkan sebuah anomali yang menenangkan, yakni Sebuah Pendopo yang lazimnya menapak bumi, justru diangkat tinggi ke udara.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a></strong></p>
<p>Jika lantai dasar adalah tentang kesibukan, maka lantai empat, atau <em>rooftop</em> Resto Kalibayem adalah tentang pelepasan. Ada filosofi unik yang ditawarkan di sini, yaitu “Pendopo Langit”. Sebuah konsep <em>outdoor</em> berkapasitas puluhan orang yang memaksa kita mendongak, melihat bahwa langit masih luas dan masalah kita mungkin tidak sebesar yang kita takutkan.</p>
<p>Pagi hari di <em>rooftop</em> ini adalah definisi “ruang jeda” yang sesungguhnya. Ketika cuaca cerah, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat gagah dari kejauhan, seolah menyapa mereka yang sedang <em>Work From Cafe</em> (WFC) atau sekadar melamun menjauh dari notifikasi ponsel. Dari ketinggian ini, pemandangan Rawa Kalibayem dan orang-orang yang sabar memancing di tepiannya menjadi tontonan terapi yang mendamaikan hati.</p>
<p>Ketika matahari mulai tergelincir, suasana berubah menjadi magis. Istilah “nyenja” (menikmati senja) menjadi ritual wajib di sini. Namun, Resto Kalibayem paham, untuk tetap waras di tengah gempuran hidup, kita tidak butuh kemewahan yang berjarak. Kita butuh yang dekat di hati.</p>
<p>Itulah mengapa, berbeda dengan lantai di bawahnya, menu di <em>rooftop</em> ini justru kembali ke akar, yakni Angkringan.</p>
<p>Ada nasi kucing, nasi jinggo khas Bali, sate-satean, dan gorengan hangat. Namun, primadonanya tetaplah Kopi Joss. Bunyi “cesss” saat arang panas dicelupkan ke dalam kopi hitam pekat bukan sekadar atraksi, melainkan sebuah sinyal bahwa beban pikiran siap diredam. Bagi yang ingin makan berat, menu dari lantai bawah pun siap diantar ke atas. Semua dibuat mudah, agar pengunjung bisa fokus pada satu hal, yaitu kenyamanan dan istirahat.</p>
<h2><strong>Ruang Kolaborasi dan Pesta yang “Sadar”</strong></h2>
<p>Resto Kalibayem menjadi saksi bahwa bersenang-senang tidak harus kehilangan kesadaran. Di sini, alkohol tidak mendapat tempat. Sebagai gantinya, tersedia kearifan lokal dalam botol, seperti Kopi Bir, Temulawak, dan Sarsaparilla. Minuman berkarbonasi tradisional ini menjadi teman setia saat karaoke, atau saat DJ Dj-an memutar lagu-lagu yang mengajak pengunjung berdendang.</p>
<p>Lebih dari itu, tempat ini menjadi oase bagi komunitas dan mahasiswa. Mulai dari yoga, tarian kontemporer, rapat, hingga <em>screening</em> film hasil kolaborasi dengan teman-teman mahasiswa atau komunitas. Di saat mencari <em>venue</em> dengan harga terjangkau di Jogja semakin sulit, Resto Kalibayem justru membuka tangan lebar-lebar.</p>
<p>Lebih dari sekadar menyediakan tempat, mereka bahkan menyediakan <em>snack kit</em> untuk komunitas, seniman, atau mahasiswa yang ingin membuat acara. Hal tersebut menjadi bentuk <em>support</em> resto pada hal-hal berbau positif yang ada di lingkungan masyarakat.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-wfc-di-jogja-pas-banget-di-resto-kalibayem-wifi-kenceng-harga-gak-neken/">Cari Tempat WFC di Jogja? Pas Banget di Resto Kalibayem, WiFi Kenceng Harga Gak Neken!</a></strong></p>
<p>Hidup mungkin akan terus berjalan cepat, dan tugas-tugas itu mungkin tak akan pernah habis. Tapi, kita selalu punya pilihan untuk berhenti sejenak.</p>
<p>Jika dada mulai terasa sesak oleh target pekerjaan atau hiruk-pikuk kota, mungkin ini saatnya kita menepi ke Sonopakis Kidul. Pesan segelas Kopi Joss, duduk di pendopo lantai empat, dan biarkan angin sore Resto Kalibayem membasuh lelah kita sambil menikmati pemandagan Rawa Kalibayem dan jajaran pegunungan di Jawa Tengah yang indah.</p>
<p>Karena kadang, untuk bisa kembali berjalan jauh, kita hanya butuh duduk diam sembari melihat matahari pulang ke peraduannya. Mari bertemu di atas, di mana kopi terasa lebih nikmat dan hati menjadi lebih ringan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/">Nongkrong, Nobar, atau Makan di Sini, Bonus View Merapi dan Merbabu yang Indah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/nongkrong-nobar-atau-makan-di-sini-bonus-view-merapi-dan-merbabu-yang-indah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</title>
		<link>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jogjahitz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 07:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Oleh-Oleh di Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Resto Kalibayem]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Menginap di Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=4984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com &#8211; Kalau lagi main ke Resto Kalibeyem...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com </strong>&#8211; Kalau lagi main ke Resto Kalibeyem Jogja, lantai tiga jadi salah satu area yang paling bikin penasaran. Di lantai ini, fungsinya bukan cuma sebagai area parkir, tapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM lokal, sentuhan budaya, dan pengalaman yang terasa personal. Begitu masuk, suasananya langsung berbeda. Ada deretan souvenir, produk lokal, dan nuansa tradisional yang dibalut dengan konsep modern.</p>
<p>Area ini memang dirancang sebagai ruang kolektif. Kalibeyem berkolaborasi dengan berbagai pelaku UMKM dan brand lokal, salah satunya Lurik Prasojo dari Klaten. Lurik yang ditampilkan di sini punya karakter berbeda dengan batik. Coraknya lebih sederhana, teksturnya kuat, dan semuanya berbasis kain tenun tradisional. Menariknya, produk lurik ini masih diproduksi langsung di daerah asalnya, Klaten, dengan cara-cara lama yang tetap dijaga sampai sekarang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-wfc-di-jogja-pas-banget-di-resto-kalibayem-wifi-kenceng-harga-gak-neken/">Cari Tempat WFC di Jogja? Pas Banget di Resto Kalibayem, WiFi Kenceng Harga Gak Neken!</a></strong></p>
<p>Selain kain lurik, pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk UMKM lain seperti camilan, souvenir khas, kaos, sampai pernak-pernik lokal yang cocok buat oleh-oleh. Konsepnya dibuat supaya UMKM bisa tumbuh bareng, tanpa saling bertabrakan produknya. Jadi semuanya terasa rapi, beragam dan tetap satu cerita.</p>
<p>Salah satu spot yang paling mencuri perhatian di lantai tiga adalah alat tenun tradisional yang dipajang di area ini. Bukan sekadar pajangan, alat ini punya nilai sejarah yang kuat dari pemilik Kalibayem sendiri, yang berasal dari Klaten, daerah yang sejak dulu dikenal sebagai sentra lurik. Alat tenun tersebut masih bisa beroperasi, meski usianya sudah sangat tua dan perlu perawatan khusus. Kehadirannya jadi simbol bahwa produk lurik yang ada di Kalibeyem bukan sekadar jualan, tapi juga membawa cerita panjang dari masa lalu.</p>
<h2><strong>Souvenir antik tradisional dan fungsional, lengkap dengan oleh-oleh bakpia produksi sendiri</strong></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-4985 size-full" src="https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2026/02/resto-kalibayem-jogja.png" alt="" width="843" height="506" /></p>
<p>Di area yang sama, pengunjung juga bisa menemukan toko oleh-oleh yang terhubung langsung dengan <em>bakery</em> dan penginapan. Salah satu produk andalannya adalah bakpia yang diproduksi sendiri. Bakpia menjadi produk utama yang selalu tersedia, sementara produk <em>bakery</em> lain biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Cocok untuk kebutuhan ulang tahun, acara keluarga, atau sekadar <em>request</em> khusus. Semuanya dibuat fleksibel, menyesuaikan kebutuhan pengunjung.</p>
<p>Resto Kalibeyem juga tidak melupakan sisi edukasinya. Di lantai tiga ini, ada narasi visual yang menceritakan sejarah Rawa Kalibeyem, daerah tempat berdirinya resto di wilayah Kalibayem. Rawa ini dikenal sebagai satu-satunya rawa alami yang masih tersisa di kawasan tersebut.</p>
<p>Dulunya, area ini adalah perkampungan dan persawahan, hingga akhirnya ambles akibat gempa Yogyakarta pada tahun 2004-2006 dan memunculkan mata air alami. Menariknya lagi, kawasan ini pernah menjadi lokasi uji coba kapal selam sekitar tahun 1946. Sejarah ini perlahan dikemas dan ditampilkan agar pengunjung tidak hanya datang untuk makan atau berbelanja saja, tapi juga pulang membawa cerita.</p>
<p>Dari sisi penginapan, Kalibeyem menyediakan kamar dengan konsep sederhana namun nyaman. Ada kamar kecil untuk satu orang dan kamar berukuran sedang yang cocok untuk dua orang atau keluarga kecil. Beberapa kamar menawarkan pemandangan taman dan aliran sungai yang bikin suasana menginap terasa lebih tenang. Tamu yang menginap juga mendapatkan berbagai keuntungan tambahan, termasuk kemudahan akses ke area kuliner dan layanan lainnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/jadi-salah-satu-tempat-nongkrong-cozy-di-jogja-wajib-banget-ke-resto-kalibayem/">Jadi Salah Satu Tempat Nongkrong Cozy di Jogja, Wajib Banget ke Resto Kalibayem</a></strong></p>
<p>Lokasi Resto Kalibeyem juga terbilang strategis. Dari sini, pengunjung bisa menjangkau pusat kota Yogyakarta seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, Keraton, hingga Taman Sari hanya dalam waktu sekitar 15 sampai 25 menit. Buat yang datang dari luar kota, Kalibeyem bahkan menyediakan layanan antar jemput dari Stasiun Tugu, jadi <em>nggak</em> perlu ribet mikirin transportasi.</p>
<p>Menariknya lagi, Kalibeyem juga menawarkan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari wisata dalam kota sampai luar kota, semuanya bisa diatur langsung. Tinggal datang, nikmati fasilitas, dan biarkan tim Kalibeyem yang mengurus sisanya. Konsep ini bikin Kalibeyem terasa seperti satu paket lengkap: makan bisa, nginep bisa, belanja oleh-oleh bisa, bahkan jalan-jalan pun sudah disiapkan.</p>
<p>Dengan konsep <em>all-in-one</em> yang matang, Kalibeyem berhasil menghadirkan pengalaman yang bukan cuma nyaman, tapi juga berkesan. Lantai tiga menjadi bukti bahwa satu ruang bisa punya banyak fungsi, mulai dari tempat singgah, ruang kolaborasi UMKM, sampai medium untuk merawat cerita dan sejarah lokal. Tempat ini cocok buat siapa saja yang ingin menikmati Yogyakarta dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan penuh makna.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/">Cari Tempat Nginep, Belanja Oleh-Oleh dan Makan di Jogja? Di Kalibayem Lengkap!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/cari-tempat-nginep-belanja-oleh-oleh-dan-makan-di-jogja-di-kalibayem-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</title>
		<link>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 00:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Disambut Hangat UTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur — Suasana penuh antusiasme mewarnai kedatangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/">Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuala Lumpur — Suasana penuh antusiasme mewarnai kedatangan rombongan mahasiswa Cyber University di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Senin (25/8). Setibanya di Malaysia, mahasiswa disambut hangat oleh perwakilan Universiti Teknologi Petronas (UTP) dengan sapaan ramah dan papan ucapan selamat datang yang penuh warna.</p>
<p>Perjalanan belum berakhir, setelah penerbangan dari Jakarta, rombongan kembali melanjutkan perjalanan darat sekitar tiga jam menuju kampus UTP di Seri Iskandar, Perak. Waktu tempuh tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan jalan raya Malaysia, sebelum memulai rangkaian kegiatan internasional.</p>
<p>Di UTP, melalui International Student Exchange and Fintech Immersion Program ini mahasiswa Cyber University akan terlibat dalam program akademik dan non-akademik yang dirancang untuk memperluas wawasan global. Agenda kegiatan meliputi kolaborasi proyek Hackathon Fintech melalui diskusi, presentasi, dan brainstorming ide-ide kreatif; kunjungan industri ke PayNet dan Setel, dua perusahaan digital terkemuka di Malaysia; serta program pertukaran budaya yang membuka ruang interaksi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia.</p>
<p>Partisipasi ini sejalan dengan posisi Cyber University sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia. Dengan model pembelajaran 3+1 dari program unggulannya Company Learning Program (CLP), yakni tiga tahun di kampus dan satu tahun magang di industri, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman langsung di dunia kerja.</p>
<p>Program studi yang ditawarkannya pun mulai dari Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, hingga Digital Entrepreneur, dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri digital. Selain itu, program CLP ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek bersama perusahaan mitra, sehingga proses pembelajaran terintegrasi dengan kebutuhan industri.</p>
<p>Kunjungan ke UTP ini sekaligus menegaskan komitmen Cyber University dalam menyiapkan mahasiswa berwawasan global yang mampu bersaing di era digital dan membangun jejaring internasional. Dengan slogan “The New Generation”, kampus ini mendorong mahasiswanya untuk menjadi agen perubahan yang membawa semangat kolaborasi lintas negara.</p>
<p>“Pemberangkatan mahasiswa Cyber University ke Universiti Teknologi PETRONAS merupakan momentum penting untuk menanamkan perspektif global, semangat kolaborasi, dan keberanian melangkah lebih jauh di era digital. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan, mengalami, dan membawa pulang nilai-nilai baru yang akan memperkaya perjalanan akademik mereka di Indonesia,” ujar Dr. Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University dalam rilis yang diterima, Senin (25/8).</p>
<p>Sementara itu, Rianti Rozalina, dosen pendamping kegiatan, menekankan pentingnya pengalaman internasional tersebut. “Perjalanan ini bukan sekadar belajar di kelas, melainkan tentang membangun pengalaman, jaringan, dan perspektif baru. Kami yakin mahasiswa Cyber University akan membawa pulang cerita dan inspirasi berharga dari Malaysia,” kata Rianti.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi mahasiswa Cyber University untuk mengembangkan kompetensi global, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mencetak generasi baru yang siap berkiprah di kancah internasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/">Mendarat di Malaysia, Mahasiswa Cyber University Disambut Hangat UTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/mendarat-di-malaysia-mahasiswa-cyber-university-disambut-hangat-utp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</title>
		<link>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 02:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[desa wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karawang – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/">Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karawang – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) bersama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sedari, Kabupaten Karawang, pada Rabu (14/8). Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Desa Sedari Menuju Desa Wisata: Pendampingan Pengusulan SK Desa Wisata dan Branding Wisata Mangrove berbasis Digital”.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari hibah PkM bidang Sains dan Teknologi (Saintek) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Dukungan hibah ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi lokal melalui riset dan teknologi.</p>
<p>Kegiatan dipimpin oleh Ani Yoraeni, Dosen UNM dari prodi Sistem Informasi selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim yaitu Asep Dosen UBSI, Maruloh Dosen UNM dari prodi Sistem Informasi, serta dua mahasiswa Prodi Informatika UNM, Ridwan Saputra dan Ridho Ari Saputro.</p>
<p>Menurut Ani selaku ketua pelaksana, fokus program ini adalah pendampingan masyarakat Desa Sedari dalam mempersiapkan pengajuan SK Desa Wisata serta memperkuat branding wisata mangrove dengan pendekatan digital.</p>
<p>“Desa Sedari memiliki kekayaan alam berupa hutan mangrove yang sangat potensial. Melalui pendampingan ini, kami berharap Sedari dapat berkembang menjadi desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (19/8).</p>
<p>Rangkaian kegiatan meliputi demonstrasi website Desa Wisata yang dipandu oleh Maruloh bersama tim. Website ini dirancang sebagai media promosi digital yang menampilkan informasi destinasi, fasilitas, hingga paket wisata mangrove. Selain itu, workshop marketing desa wisata dibawakan oleh Asep, yang menekankan strategi promosi melalui media sosial, konten kreatif, dan kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.</p>
<p>Ani menambahkan bahwa keberlanjutan program ini menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>“Kami tidak ingin pendampingan ini berhenti di sini saja. Ke depan, kami berharap Desa Sedari benar-benar dapat memiliki legalitas sebagai Desa Wisata melalui SK resmi, serta mampu mengoptimalkan potensi mangrove dengan strategi branding digital yang berkesinambungan,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan PkM ini disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Desa Sedari. Kehadiran Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis semakin mempertegas peran perguruan tinggi dalam membangun desa cerdas dan mandiri melalui teknologi digital.</p>
<p>“Dengan dukungan hibah Kemdikbudristek, Desa Sedari diharapkan tidak hanya siap dalam pengusulan SK Desa Wisata, tetapi juga mampu mengelola dan mempromosikan wisata mangrove secara digital, sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/">Desa Sedari Bersiap Mendunia: UNM Dorong Branding Wisata Mangrove dengan Sentuhan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/desa-sedari-bersiap-mendunia-unm-dorong-branding-wisata-mangrove-dengan-sentuhan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Unguara: Kreasi Mahasiswa Cyber University yang Harum, Gurih, dan Bikin Nagih</title>
		<link>https://jogjahitz.com/nasi-uduk-unguara-kreasi-mahasiswa-cyber-university-yang-harum-gurih-dan-bikin-nagih/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/nasi-uduk-unguara-kreasi-mahasiswa-cyber-university-yang-harum-gurih-dan-bikin-nagih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 05:35:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Uduk Unguara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Cyber University yang terkenal sebagai Kampus...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nasi-uduk-unguara-kreasi-mahasiswa-cyber-university-yang-harum-gurih-dan-bikin-nagih/">Nasi Uduk Unguara: Kreasi Mahasiswa Cyber University yang Harum, Gurih, dan Bikin Nagih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Cyber University yang terkenal sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia, kembali membuktikan komitmennya dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa melalui karya kuliner kreatif. Kali ini, kelompok mahasiswa menghadirkan Nasi Uduk Unguara, hidangan sarapan yang memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan profesional.</p>
<p>Sejak proses memasak, aroma santan kelapa segar yang merebak dari kukusan sudah mampu menarik perhatian siapa pun yang melintas. Beras pilihan dimasak bersama daun pandan dan rempah khas Nusantara menghasilkan butiran nasi yang lembut, pulen, dan kaya rasa. Setiap sendoknya menghadirkan perpaduan gurih alami dan wangi memikat, membuat banyak orang penasaran untuk mencicipinya.</p>
<p>Kelezatan Nasi Uduk Unguara semakin istimewa berkat ragam lauk pelengkap yang diracik dengan penuh perhatian. Ayam goreng berbumbu rempah yang renyah di luar namun juicy di dalam, orek tempe manis gurih, telur balado pedas membangkitkan selera, hingga sambal kacang beraroma khas dengan tingkat kepedasan pas, semuanya tersaji dalam kemasan praktis yang tetap menjaga kehangatan.</p>
<p>Di balik sajian ini, berdiri empat mahasiswa Cyber University, yaitu Fatma Aulia Puteri, Davina Fairuz, Navisa Lailatin Avifah, dan Muhammad Kayyis Abdullah. Mereka menjalankan proses produksi dengan ketelitian tinggi di bawah bimbingan Dr. Anang Martoyo, Kepala Career Center. Setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan baku, penentuan takaran, hingga kombinasi topping, dilakukan secara profesional demi menjaga kualitas.</p>
<p>&#8220;Momen perdana untuk menikmati Nasi Uduk Unguara akan berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025 mendatang, saat mereka membuka lapak di area kampus dan menerima pre-order dari calon konsumen. Kehadiran produk ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kuliner lokal dapat diangkat melalui kreativitas dan semangat muda,&#8221; ujar Dr. Anang dalam rilis yang diterima, Jumat (15/8).</p>
<p>Dengan cita rasa yang autentik, penyajian yang rapi, dan nilai kebersamaan yang kental, Nasi Uduk Unguara bukan sekadar makanan. Ia adalah cerita tentang dedikasi, kerja sama, dan mimpi mahasiswa untuk membawa kuliner tradisional ke level yang lebih tinggi.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/nasi-uduk-unguara-kreasi-mahasiswa-cyber-university-yang-harum-gurih-dan-bikin-nagih/">Nasi Uduk Unguara: Kreasi Mahasiswa Cyber University yang Harum, Gurih, dan Bikin Nagih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/nasi-uduk-unguara-kreasi-mahasiswa-cyber-university-yang-harum-gurih-dan-bikin-nagih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</title>
		<link>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional-2/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 02:02:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Edutrip Program 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional-2/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi penutup penuh makna dari rangkaian Edutrip Program: Dive Into Culture yang digelar oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Hari terakhir program ini ditandai dengan kunjungan ke institusi pendidikan internasional dan industri kreatif kelas dunia yang memberi pengalaman berharga bagi para peserta sebelum mereka kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).</p>
<p>Destinasi pertama adalah Management and Science University (MSU), salah satu universitas swasta terbaik di Malaysia yang dikenal memiliki standar pendidikan berorientasi global. Dalam kunjungan ini, mahasiswa UNM mendapat kesempatan langka untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan kampus MSU, menelusuri fasilitas modern, dan mempelajari sistem pendidikan berbasis kompetensi serta praktik industri. Interaksi ini membuka wawasan peserta terhadap potensi kolaborasi dan mobilitas internasional.</p>
<p>Petualangan edukatif berlanjut ke Royal Selangor International, produsen kerajinan timah tertua dan terbesar di dunia. Di sana, peserta tidak hanya menyaksikan proses produksi pewter secara langsung, tetapi juga mempelajari bagaimana nilai historis, budaya lokal, dan strategi pemasaran global berpadu menciptakan produk berdaya saing tinggi di pasar internasional.</p>
<p>Menurut Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Margonda yang juga sebagai dosen pendamping peserta edutrif, kunjungan ke Royal Selangor menjadi bagian penting dari misi edutrip untuk mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana kearifan lokal dan kreativitas dapat diolah menjadi bisnis global. Edutrip ini adalah ruang belajar nyata tentang inovasi, branding, dan daya saing global,” jelasnya dalam keterangan rilis, pada Senin (4/8).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa program edutrip ini juga selaras dengan visi Universitas Nusa Mandiri dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif melalui Internship Experience Program (IEP) atau dikenal dengan skema 3+1.</p>
<p>“Melalui program unggulan ini, mahasiswa UNM menempuh perkuliahan selama tiga tahun dan secara langsung menjalani satu tahun magang profesional di perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional. Edutrip menjadi bagian pendukung dari IEP dalam membuka cakrawala mahasiswa terhadap dunia kerja dan jejaring internasional,” katanya.</p>
<p>Usai kunjungan ke MSU dan Royal Selangor, ungkapnya, rombongan edutrip UNM menuju bandara untuk kembali ke tanah air. Momen perpisahan diwarnai rasa haru, antusiasme, serta semangat baru yang terbentuk selama empat hari tiga malam menjelajahi dunia pendidikan dan industri di Singapura dan Malaysia.</p>
<p>“Program ini menjadi bukti bahwa kuliah di Universitas Nusa Mandiri tidak sekadar kegiatan akademik dalam kelas, melainkan juga mencakup eksplorasi budaya, global exposure, dan pengalaman nyata yang membentuk karakter mahasiswa sebagai insan mandiri, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional-2/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</title>
		<link>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 01:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Edutrip Program 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi penutup penuh makna dari rangkaian Edutrip Program: Dive Into Culture yang digelar oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Hari terakhir program ini ditandai dengan kunjungan ke institusi pendidikan internasional dan industri kreatif kelas dunia yang memberi pengalaman berharga bagi para peserta sebelum mereka kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).</p>
<p>Destinasi pertama adalah Management and Science University (MSU), salah satu universitas swasta terbaik di Malaysia yang dikenal memiliki standar pendidikan berorientasi global. Dalam kunjungan ini, mahasiswa UNM mendapat kesempatan langka untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan kampus MSU, menelusuri fasilitas modern, dan mempelajari sistem pendidikan berbasis kompetensi serta praktik industri. Interaksi ini membuka wawasan peserta terhadap potensi kolaborasi dan mobilitas internasional.</p>
<p>Petualangan edukatif berlanjut ke Royal Selangor International, produsen kerajinan timah tertua dan terbesar di dunia. Di sana, peserta tidak hanya menyaksikan proses produksi pewter secara langsung, tetapi juga mempelajari bagaimana nilai historis, budaya lokal, dan strategi pemasaran global berpadu menciptakan produk berdaya saing tinggi di pasar internasional.</p>
<p>Menurut Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Margonda yang juga sebagai dosen pendamping peserta edutrif, kunjungan ke Royal Selangor menjadi bagian penting dari misi edutrip untuk mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana kearifan lokal dan kreativitas dapat diolah menjadi bisnis global. Edutrip ini adalah ruang belajar nyata tentang inovasi, branding, dan daya saing global,” jelasnya dalam keterangan rilis, pada Senin (4/8).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa program edutrip ini juga selaras dengan visi Universitas Nusa Mandiri dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif melalui Internship Experience Program (IEP) atau dikenal dengan skema 3+1.</p>
<p>“Melalui program unggulan ini, mahasiswa UNM menempuh perkuliahan selama tiga tahun dan secara langsung menjalani satu tahun magang profesional di perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional. Edutrip menjadi bagian pendukung dari IEP dalam membuka cakrawala mahasiswa terhadap dunia kerja dan jejaring internasional,” katanya.</p>
<p>Usai kunjungan ke MSU dan Royal Selangor, ungkapnya, rombongan edutrip UNM menuju bandara untuk kembali ke tanah air. Momen perpisahan diwarnai rasa haru, antusiasme, serta semangat baru yang terbentuk selama empat hari tiga malam menjelajahi dunia pendidikan dan industri di Singapura dan Malaysia.</p>
<p>“Program ini menjadi bukti bahwa kuliah di Universitas Nusa Mandiri tidak sekadar kegiatan akademik dalam kelas, melainkan juga mencakup eksplorasi budaya, global exposure, dan pengalaman nyata yang membentuk karakter mahasiswa sebagai insan mandiri, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelajah Budaya dan Komunikasi Global, Usman Mahasiswa UBSI Ceritakan Pengalaman Berharga di Edutrip Internasional</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jelajah-budaya-dan-komunikasi-global-usman-mahasiswa-ubsi-ceritakan-pengalaman-berharga-di-edutrip-internasional-2/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jelajah-budaya-dan-komunikasi-global-usman-mahasiswa-ubsi-ceritakan-pengalaman-berharga-di-edutrip-internasional-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 01:04:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Edutrip UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2778</guid>

					<description><![CDATA[<p>Singapura &#8212; Mengikuti program internasional bukan hanya soal...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jelajah-budaya-dan-komunikasi-global-usman-mahasiswa-ubsi-ceritakan-pengalaman-berharga-di-edutrip-internasional-2/">Jelajah Budaya dan Komunikasi Global, Usman Mahasiswa UBSI Ceritakan Pengalaman Berharga di Edutrip Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Singapura &#8212; Mengikuti program internasional bukan hanya soal kunjungan ke luar negeri, tetapi tentang membuka diri terhadap perspektif baru, memperluas relasi, dan memahami komunikasi lintas budaya secara langsung. Hal inilah yang dirasakan oleh Usman, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda, saat mengikuti Edutrip Internasional 2025 selama 4 hari ke Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Dalam program yang berlangsung sejak 28 hingga 31 Juli 2025 tersebut, Usman bersama peserta lainnya tidak hanya mengunjungi objek wisata, tetapi juga menjelajahi sejumlah kampus ternama dan perusahaan teknologi internasional. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran, terutama dalam konteks komunikasi global dan pemahaman lintas budaya.</p>
<p>“Buat saya pribadi, ini bukan sekadar jalan-jalan. Kami berdialog langsung dengan akademisi dan profesional di luar negeri, belajar bagaimana cara mereka berkomunikasi, bekerja, hingga bagaimana budaya membentuk cara berpikir mereka. Ini sangat berharga, terutama bagi saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ungkap Usman.</p>
<p>Edutrip ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman belajar yang luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Apalagi, UBSI yang kini telah terakreditasi Unggul terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.</p>
<p>Selama program berlangsung, Usman dan peserta lainnya mengunjungi Nanyang Technological University (NTU) di Singapura, serta University of Kuala Lumpur (UniKL) dan Management &amp; Science University (MSU) di Malaysia. Mereka juga belajar langsung dari ekosistem profesional seperti di kantor Glints dan Vast Group Sdn Bhd. Tidak hanya itu, para mahasiswa juga diajak untuk mengamati nilai-nilai budaya di situs-situs bersejarah seperti Malaka, Batu Caves, dan Dataran Merdeka.</p>
<p>“Yang paling berkesan adalah ketika kami berdiskusi tentang budaya di Singapura. Dari situ saya menyadari pentingnya keterbukaan, toleransi, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan multikultural. Ini sangat berguna bukan hanya untuk karier, tapi juga untuk kehidupan sosial ke depan,” tambahnya.</p>
<p>Program Edutrip Internasional ini sekaligus menjadi cerminan pendekatan pendidikan yang inklusif dan progresif dari UBSI. Melalui perpaduan antara pengalaman akademik, profesional, dan kultural, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga adaptif dan visioner dalam menghadapi tantangan global.</p>
<p>Dengan semangat belajar dan berbagi pengalaman, Usman berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Saya yakin, pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi saya dalam dunia kerja nantinya. Semoga lebih banyak mahasiswa UBSI yang bisa merasakannya,” tutupnya dengan semangat.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jelajah-budaya-dan-komunikasi-global-usman-mahasiswa-ubsi-ceritakan-pengalaman-berharga-di-edutrip-internasional-2/">Jelajah Budaya dan Komunikasi Global, Usman Mahasiswa UBSI Ceritakan Pengalaman Berharga di Edutrip Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jelajah-budaya-dan-komunikasi-global-usman-mahasiswa-ubsi-ceritakan-pengalaman-berharga-di-edutrip-internasional-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 06:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[JIKF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta,  Festival layang-layang internasional bertajuk Jogja International Kite...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/">JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta,  Festival layang-layang internasional bertajuk <em>Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025</em> sukses digelar selama dua hari pada 26 hingga 27 Juli 2025 di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang tahunan ini kembali memikat ribuan pengunjung dengan pertunjukan layang-layang dari dalam dan luar negeri yang memeriahkan langit selatan Jogja.</p>
<p>Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, festival tahun ini diikuti oleh peserta dari beberapa negara seperti: Amerika Serikat, Slovenia, Slovakia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia serta Indonesia sendiri. Mereka tampil bersama puluhan klub nasional dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Yogyakarta, Solo, Magelang, Lampung, dan Cilacap. Ragam bentuk, warna, dan ukuran layang-layang yang diterbangkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Menurut Imam Pratanadi selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY, JIKF telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Parangkusumo dan Parangtritis sebagai destinasi unggulan berskala internasional. Ia menegaskan bahwa acara ini tidak hanya sarat nilai budaya dan seni, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM, pedagang, dan pelayan jasa wisata merasakan lonjakan pendapatan selama festival berlangsung.</p>
<p>Ketua Panitia JIKF 2025, Anang Saryanto, menyebut bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah inovasi. Salah satunya adalah pertunjukan unik seperti candy drop dari layang-layang raksasa, penyebaran udik-udik kepada pengunjung, serta kehadiran layang-layang berdesain artistik dan berukuran besar yang menghibur sekaligus mendidik. Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi global memengaruhi partisipasi beberapa pelayang luar negeri akibat tingginya harga tiket, panitia tetap berupaya mengundang mereka untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat melalui festival ini.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-2746" src="https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/jikf-parangkusumo-2-700x400.png" alt="" width="680" height="389" /></p>
<p>Dalam proses penilaian, panitia membagi kriteria ke dalam tiga aspek utama: budaya, seni, dan teknis layangan. Aspek budaya menilai kesesuaian tema dengan karakter layang-layang yang ditampilkan, aspek seni mencakup keindahan visual dan harmoni warna, sedangkan aspek teknis melihat konstruksi, kestabilan, dan kemampuan layangan saat diterbangkan.</p>
<p>Meski acara berlangsung meriah, ada beberapa catatan dari pengunjung. Nasrul, warga Yogyakarta yang hadir bersama keluarganya, mengungkapkan sulitnya akses ke lokasi. “Acara ini keren dan menghibur, anak-anak juga senang banget lihat layang-layangnya. Tapi sayangnya, jalan ke pantai macet banget. Biasanya cuma 30 menit dari rumah, tadi sampai satu jam lebih karena kendaraan numpuk di jalan masuk ke lokasi,” ujarnya.</p>
<p>Kendati demikian, Nasrul berharap festival ini tetap berlanjut dan ke depan bisa dikelola lebih baik dari sisi pengaturan lalu lintas. “Kalau bisa, tahun depan petugasnya ditambah dan arus kendaraan dibagi dua yaitu jalur utama dan alternatif supaya enggak terlalu padat,” tambahnya.</p>
<p>Disamping itu lokasi penyelenggaraan JIKF 2025 ini tidak terlalu jauh dari pusat pendidikan tinggi, salah satunya Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta. Kampus ini berjarak kurang lebih 30 KM dari lokasi festival dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan bermotor. Kedekatan ini menjadi nilai tambah tersendiri, khususnya bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin mengakses langsung pengalaman budaya dan pariwisata berskala internasional.</p>
<p>Kesuksesan JIKF 2025 menjadi bukti bahwa Yogyakarta, khususnya kawasan selatan, memiliki daya saing tinggi dalam industri pariwisata berbasis budaya. Langit Parangkusumo yang dipenuhi warna-warni layang-layang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghubungkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan identitas budaya dari berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/">JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
