<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karir Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/category/karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/category/karir/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 02:13:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Karir Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/category/karir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kampus Tak Butuh Dosen Biasa, UNM Dorong Akademisi Naik Kelas</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kampus-tak-butuh-dosen-biasa-unm-dorong-akademisi-naik-kelas/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kampus-tak-butuh-dosen-biasa-unm-dorong-akademisi-naik-kelas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:45:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dosen UNM]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pengembangan karier dosen menjadi salah satu...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kampus-tak-butuh-dosen-biasa-unm-dorong-akademisi-naik-kelas/">Kampus Tak Butuh Dosen Biasa, UNM Dorong Akademisi Naik Kelas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pengembangan karier dosen menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Komitmen tersebut terus diperkuat Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui peningkatan kompetensi akademik, riset, dan profesionalisme dosen.</p>
<p>Hal itu tercermin dari perjalanan akademik Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Dr. Anton, M.Kom, yang berhasil menyelesaikan studi doktoral di bidang Ilmu Komputer setelah menempuh perjalanan akademik selama enam tahun.</p>
<p>Pencapaian tersebut dinilai bukan hanya sebagai keberhasilan meraih gelar akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetensi penelitian, inovasi teknologi, serta kepemimpinan akademik di lingkungan perguruan tinggi.</p>
<p>Melalui disertasi yang berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Dr. Anton menunjukkan bahwa dosen dituntut untuk terus menghasilkan riset yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam keterangannya, Dr. Anton mengungkapkan bahwa pengembangan karier dosen tidak berhenti setelah meraih gelar doktor. Menurutnya, dosen harus terus meningkatkan kualitas diri melalui jabatan fungsional, hibah penelitian, sertifikasi internasional, hingga kolaborasi akademik global.</p>
<p>“Jangan pernah ragu untuk terus belajar serta mengembangkan diri,” ujar Dr. Anton.</p>
<p>Ia juga menilai pengalaman mengikuti konferensi internasional menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan akademik sekaligus membuka peluang kerja sama riset dengan berbagai institusi global.</p>
<p>Sebagai Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Dr. Anton menegaskan bahwa pengembangan karier dosen harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas institusi. Sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dinilai menjadi faktor utama dalam membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Mandiri, Dr. Nita Merlina, turut memberikan apresiasi atas komitmen pengembangan profesional dosen di lingkungan UNM.</p>
<p>“Universitas Nusa Mandiri terus mendorong dosen untuk meningkatkan kompetensi akademik, penelitian, dan jejaring internasional. Pengembangan karier dosen menjadi bagian penting dalam menciptakan kualitas pendidikan tinggi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (25/5).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa dosen memiliki peran strategis sebagai motor penggerak inovasi, riset, dan transformasi pendidikan di era globalisasi dan teknologi digital.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri juga terus menghadirkan berbagai program pengembangan akademik, riset, dan inovasi guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kampus-tak-butuh-dosen-biasa-unm-dorong-akademisi-naik-kelas/">Kampus Tak Butuh Dosen Biasa, UNM Dorong Akademisi Naik Kelas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kampus-tak-butuh-dosen-biasa-unm-dorong-akademisi-naik-kelas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerja Sesuai Passion, Alumni UBSI Tumbuh di Industri Wedding</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kerja-sesuai-passion-alumni-ubsi-tumbuh-di-industri-wedding/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kerja-sesuai-passion-alumni-ubsi-tumbuh-di-industri-wedding/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:12:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solo &#8211; Tidak semua orang beruntung bisa bekerja...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kerja-sesuai-passion-alumni-ubsi-tumbuh-di-industri-wedding/">Kerja Sesuai Passion, Alumni UBSI Tumbuh di Industri Wedding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Solo &#8211; Tidak semua orang beruntung bisa bekerja di bidang yang benar-benar sesuai dengan passion mereka. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, banyak anak muda akhirnya memilih pekerjaan hanya demi memenuhi kebutuhan, meski tidak selalu sesuai dengan apa yang mereka sukai.</p>
<p>Namun, hal berbeda dirasakan Erika Yuniasri, alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, justru menemukan dunia kerja yang membuatnya terus berkembang dan menikmati prosesnya.</p>
<p>Berawal dari ketertarikannya pada dunia kreatif dan komunikasi, Erika kini bekerja sebagai Administrasi dan Marketing Support di Wedding Simbah Group Surakarta, salah satu jasa wedding yang cukup dikenal di Solo dan sekitarnya. Baginya, bekerja di industri wedding bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang menjadi bagian dari momen bahagia banyak orang.</p>
<p>“Awalnya saya tidak menyangka bisa bekerja di dunia wedding. Tapi setelah menjalani, saya merasa bidang ini sangat seru karena setiap hari bertemu orang baru, suasana baru, dan tantangan yang berbeda,” ujar Erika dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).</p>
<p>Di balik momen pernikahan yang terlihat indah, ada banyak proses yang harus dipersiapkan dengan detail. Mulai dari pengelolaan administrasi, komunikasi dengan klien, hingga membantu promosi digital menjadi bagian dari tanggung jawab yang kini dijalani Erika setiap hari.</p>
<p>Lulusan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi itu mengaku ilmu yang didapat selama kuliah cukup membantunya dalam menghadapi ritme kerja yang cepat dan dinamis. Menurutnya, kemampuan administrasi, pengelolaan data, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi bekal penting dalam pekerjaannya saat ini.</p>
<p>“Ilmu selama kuliah ternyata sangat membantu, terutama dalam mengatur data, administrasi, sampai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Ditambah lagi sekarang dunia wedding juga sudah dekat dengan digital marketing dan media sosial,” katanya.</p>
<p>Tak hanya fokus pada administrasi, Erika juga aktif membantu pengembangan strategi promosi digital Wedding Simbah Group agar semakin dikenal masyarakat, khususnya calon pengantin muda yang aktif di media sosial.</p>
<p>Baginya, bekerja sesuai passion membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan. Meski harus terus beradaptasi dengan perkembangan industri kreatif yang bergerak cepat, Erika justru merasa tertantang untuk terus berkembang.</p>
<p>“Kalau kerja sesuai passion, capeknya memang ada, tapi tetap dinikmati. Saya jadi lebih semangat untuk belajar dan berkembang,” tambahnya.</p>
<p>Perjalanan karier Erika menjadi gambaran bahwa anak muda saat ini memiliki peluang untuk berkembang di berbagai bidang selama mau mencoba, belajar, dan terus mengasah kemampuan diri.</p>
<p>Kisah Erika juga menjadi salah satu bukti bahwa lulusan UBSI mampu beradaptasi dan berkembang di industri kreatif. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus mendorong mahasiswanya agar tidak hanya siap kerja, tetapi juga berani menemukan karier yang sesuai dengan minat dan passion mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kerja-sesuai-passion-alumni-ubsi-tumbuh-di-industri-wedding/">Kerja Sesuai Passion, Alumni UBSI Tumbuh di Industri Wedding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kerja-sesuai-passion-alumni-ubsi-tumbuh-di-industri-wedding/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, BCC UBSI Gandeng Aston Sentul Lake Resort</title>
		<link>https://jogjahitz.com/siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-bcc-ubsi-gandeng-aston-sentul-lake-resort/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-bcc-ubsi-gandeng-aston-sentul-lake-resort/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 01:36:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BCC UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bogor &#8211; Dalam upaya mempersiapkan mahasiswa agar lebih...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-bcc-ubsi-gandeng-aston-sentul-lake-resort/">Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, BCC UBSI Gandeng Aston Sentul Lake Resort</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bogor &#8211; Dalam upaya mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja, BSI Career Center (BCC) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cilebut, Bogor melakukan kunjungan industri dan penjajakan kerja sama dengan Aston Sentul Lake Resort &amp; Conference Center pada Selasa (19/5). Kegiatan yang berlangsung di Aston Sentul Lake Resort &amp; Conference Center tersebut membahas peluang program magang atau On the Job Training (OJT) bagi mahasiswa UBSI.</p>
<p>Kegiatan kunjungan industri tersebut dihadiri oleh Dini Nurlaela selaku Koordinator BCC UBSI kampus Bogor bersama Fuad Nur Hasan selaku Kepala Kampus UBSI Kampus Cilebut. Kehadiran tim UBSI disambut langsung oleh Arie selaku Human Resources Manager (HRM) Aston Sentul Lake Resort &amp; Conference Center.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama magang mahasiswa di berbagai divisi yang tersedia di lingkungan hotel. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa sekaligus membantu mereka memahami kebutuhan dan budaya kerja di dunia industri, khususnya bidang hospitality.</p>
<p>Dini Nurlaela menjelaskan bahwa kolaborasi dengan dunia industri menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.</p>
<p>“Melalui penjajakan kerja sama ini, kami berharap mahasiswa UBSI dapat memperoleh kesempatan magang yang sesuai dengan kompetensi dan minat mereka, sehingga bisa menjadi bekal pengalaman sebelum memasuki dunia profesional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Senin (25/5).</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa pengalaman praktik langsung di perusahaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa setelah lulus kuliah.</p>
<p>Sementara itu, pihak Aston Sentul Lake Resort &amp; Conference Center menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan berharap kolaborasi yang terjalin nantinya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, BCC UBSI terus memperluas jaringan kerja sama dengan dunia usaha dan industri guna menghadirkan lebih banyak peluang pengembangan karier dan pengalaman profesional bagi mahasiswa.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-bcc-ubsi-gandeng-aston-sentul-lake-resort/">Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, BCC UBSI Gandeng Aston Sentul Lake Resort</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-bcc-ubsi-gandeng-aston-sentul-lake-resort/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Tunggu Lulus, Siapkan Karier Sejak Kuliah</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jangan-tunggu-lulus-siapkan-karier-sejak-kuliah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jangan-tunggu-lulus-siapkan-karier-sejak-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 13:28:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Siapkan Karier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-tunggu-lulus-siapkan-karier-sejak-kuliah/">Jangan Tunggu Lulus, Siapkan Karier Sejak Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan kompetitif, perguruan tinggi tidak lagi bisa berpuas diri hanya menjadi ruang transfer ilmu. Ada tuntutan yang jauh lebih besar: memastikan lulusan benar-benar siap menghadapi realitas industri. Pertanyaannya sederhana, tetapi krusial, apakah kampus hari ini sudah cukup efektif menjembatani dunia akademik dengan dunia kerja?</p>
<p>Realitas menunjukkan, banyak lulusan masih gamang saat memasuki dunia profesional. Bukan karena kurang pintar, tetapi karena kurang siap. Kesenjangan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh perguruan tinggi.</p>
<p>Di sinilah urgensi perubahan paradigma pendidikan tinggi. Kampus harus bergerak dari sekadar knowledge provider menjadi career enabler. Artinya, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kesiapan karier mahasiswa secara menyeluruh.</p>
<p>Sebagai bagian dari Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) mencoba menjawab tantangan ini melalui pendekatan yang lebih terintegrasi. Kurikulum tidak lagi disusun secara statis, melainkan dirancang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi diperkuat dengan praktik, studi kasus, dan pengalaman nyata yang relevan.</p>
<p>Namun, kesiapan karier tidak hanya ditentukan oleh hard skills. Dunia kerja saat ini justru semakin menekankan pentingnya soft skills kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, hingga etika profesional. Sayangnya, aspek ini kerap terabaikan jika tidak dirancang secara sistematis dalam proses pendidikan.</p>
<p>Karena itu, penguatan soft skills harus menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem kampus. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan menyusun CV yang kuat, menghadapi wawancara kerja dengan percaya diri, serta membangun personal branding yang kredibel di ruang digital. Ini bukan pelengkap, melainkan kebutuhan.</p>
<p>Lebih jauh lagi, kampus juga harus membuka ruang interaksi langsung dengan dunia industri. Kolaborasi dengan perusahaan, program magang, hingga kegiatan rekrutmen kampus menjadi jembatan penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan dinamika dunia kerja sejak dini.</p>
<p>Melalui Nusa Mandiri Career Center (NCC), berbagai upaya tersebut diintegrasikan dalam satu ekosistem pengembangan karier. Mahasiswa tidak dibiarkan berjalan sendiri, tetapi didampingi untuk mengenali potensi, mengasah kompetensi, dan membangun jejaring profesional. Pendekatan ini menjadi penting, karena karier tidak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui proses yang terarah sejak masa kuliah.</p>
<p>Kita perlu jujur mengakui bahwa ijazah saja tidak lagi cukup. Dunia kerja tidak hanya mencari lulusan, tetapi talenta yang siap berkontribusi sejak hari pertama. Mereka yang memiliki pengalaman, portofolio, dan jejaring akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat.</p>
<p>Karena itu, mahasiswa tidak bisa lagi menunda persiapan karier hingga mendekati kelulusan. Justru sejak hari pertama kuliah, arah masa depan harus mulai dibangun. Kampus, di sisi lain, wajib hadir sebagai ekosistem yang memfasilitasi proses tersebut secara serius dan berkelanjutan.</p>
<p>Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari berapa banyak mahasiswa yang lulus, tetapi sejauh mana mereka mampu bertahan, berkembang, dan memberi kontribusi nyata di dunia kerja. Dan untuk mencapai itu, sinergi antara kurikulum, dosen, serta dukungan pengembangan karier menjadi kunci utama.</p>
<p>Sudah saatnya kita berhenti melihat kuliah sebagai tujuan akhir. Kuliah adalah titik awal. Pertanyaannya, apakah kita siap memanfaatkannya?</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-tunggu-lulus-siapkan-karier-sejak-kuliah/">Jangan Tunggu Lulus, Siapkan Karier Sejak Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jangan-tunggu-lulus-siapkan-karier-sejak-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Cuma Main Medsos! Mahasiswi UNM Ini Sudah Jadi Data Analyst di Perusahaan Nasional Lewat IEP 3+1</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jangan-cuma-main-medsos-mahasiswi-unm-ini-sudah-jadi-data-analyst-di-perusahaan-nasional-lewat-iep-31/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jangan-cuma-main-medsos-mahasiswi-unm-ini-sudah-jadi-data-analyst-di-perusahaan-nasional-lewat-iep-31/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 13:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Data Analyst]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Industri digital saat ini tidak lagi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-cuma-main-medsos-mahasiswi-unm-ini-sudah-jadi-data-analyst-di-perusahaan-nasional-lewat-iep-31/">Jangan Cuma Main Medsos! Mahasiswi UNM Ini Sudah Jadi Data Analyst di Perusahaan Nasional Lewat IEP 3+1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Industri digital saat ini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan yang pintar teori, tetapi juga talenta yang mampu memadukan kemampuan analitis dengan kreativitas berbasis teknologi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswi Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, Ardelia Felicia, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah lolos seleksi magang sebagai Data Analyst di PT Duta Pustaka Indonesia, perusahaan nasional di bidang penerbitan dan distribusi buku.</p>
<p>Keberhasilan Ardelia menjadi bukti nyata implementasi program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1 Universitas Nusa Mandiri. Program ini memberikan kesempatan mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di dunia industri melalui magang profesional, proyek industri, maupun riset.</p>
<p>Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam ekosistem kerja nyata sebelum lulus kuliah.</p>
<p>“Data tanpa kreativitas hanyalah angka, tapi di tangan yang tepat, ia bisa menjadi cerita yang mengubah dunia,” ungkap Ardelia Felicia.</p>
<p>Sejak resmi bergabung pada 6 April 2026 hingga September 2026 mendatang, Ardelia dipercaya menangani berbagai pekerjaan strategis di bidang data analyst. Ia mengolah data transaksi penjualan buku nasional, melakukan analisis stok distribusi, menjalankan market sentiment analysis berbasis Text Data Mining, hingga membantu pengembangan predictive analytics menggunakan Machine Learning untuk memprediksi kebutuhan cetak buku di masa depan.</p>
<p>Tak hanya itu, Ardelia juga terlibat dalam pengembangan reporting dashboard bagi manajemen perusahaan sebagai bagian dari pengambilan keputusan berbasis data.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengapresiasi capaian mahasiswinya tersebut. Menurutnya, prestasi Ardelia membuktikan bahwa kurikulum Sains Data UNM selaras dengan kebutuhan industri digital saat ini.</p>
<p>“Kami sangat bangga atas capaian Ardelia. Apa yang ia kerjakan di perusahaan nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa Sains Data UNM mampu mengimplementasikan teknologi seperti Machine Learning dan Text Data Mining langsung di dunia industri sejak masih kuliah,” jelas Tati.</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa keberhasilan Ardelia merupakan hasil konkret dari implementasi program IEP 3+1 yang dirancang untuk mempercepat kesiapan karier mahasiswa.</p>
<p>“Program IEP 3+1 bukan sekadar magang biasa. Mahasiswa membangun pengalaman profesional nyata yang menjadi bekal penting memasuki dunia kerja. Keberhasilan Ardelia menunjukkan bahwa mahasiswa UNM mampu bersaing dan dipercaya di posisi strategis industri nasional,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (21/5).</p>
<p>Dalam proses magangnya, Ardelia juga menerapkan berbagai kompetensi penting di bidang data science, mulai dari pengembangan Machine Learning untuk prediksi stok dan produksi buku, penerapan Text Data Mining dalam analisis tren pasar berbasis media sosial, hingga manajemen proyek sains data secara profesional dan kolaboratif.</p>
<p>Di akhir wawancara, Ardelia membagikan tips bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya meraih peluang magang di industri nasional.</p>
<p>“Sering-sering eksplor LinkedIn dan jangan takut apply ke perusahaan yang sesuai dengan kemampuan kita. Kuasai tools yang dibutuhkan industri, terus belajar, dan percaya diri saat wawancara. Yang paling penting, tetap jadi diri sendiri,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-cuma-main-medsos-mahasiswi-unm-ini-sudah-jadi-data-analyst-di-perusahaan-nasional-lewat-iep-31/">Jangan Cuma Main Medsos! Mahasiswi UNM Ini Sudah Jadi Data Analyst di Perusahaan Nasional Lewat IEP 3+1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jangan-cuma-main-medsos-mahasiswi-unm-ini-sudah-jadi-data-analyst-di-perusahaan-nasional-lewat-iep-31/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lulusan Prodi Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah Ditempat yang Lulusannya Diburu Perusahaan</title>
		<link>https://jogjahitz.com/lulusan-prodi-bisnis-digital-unm-tembus-industri-kreatif-saatnya-kuliah-ditempat-yang-lulusannya-diburu-perusahaan/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/lulusan-prodi-bisnis-digital-unm-tembus-industri-kreatif-saatnya-kuliah-ditempat-yang-lulusannya-diburu-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 13:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNM]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Transformasi digital yang terus berkembang telah mengubah kebutuhan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/lulusan-prodi-bisnis-digital-unm-tembus-industri-kreatif-saatnya-kuliah-ditempat-yang-lulusannya-diburu-perusahaan/">Lulusan Prodi Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah Ditempat yang Lulusannya Diburu Perusahaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Transformasi digital yang terus berkembang telah mengubah kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia. Perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga individu yang memiliki keterampilan digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri, Kampus Digital Bisnis, terus berupaya menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di era digital melalui pendekatan pembelajaran adaptif dan berbasis praktik.</p>
<p>Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan alumni Program Studi S1 Bisnis Digital FEB Universitas Nusa Mandiri, Saripah Nabilah, yang kini sukses berkarier sebagai Digital Marketing Specialist di BATAS.</p>
<p>Karier yang dijalani Sarpiah menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan industri terhadap talenta digital terus meningkat. Kemampuan di bidang digital marketing, strategi konten, branding, hingga analisis pasar digital kini menjadi kompetensi yang banyak dibutuhkan perusahaan di berbagai sektor industri.</p>
<p>Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menyampaikan bahwa keberhasilan alumni menjadi motivasi bagi kampus untuk terus menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu diterapkan di dunia kerja. Perkembangan industri digital saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan teknologi yang baik,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (22/5).</p>
<p>Menurutnya, Prodi Bisnis Digital FEB UNM dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan terhadap perkembangan dunia usaha dan industri digital.</p>
<p>“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep bisnis, tetapi juga memahami praktik digital marketing, pengelolaan bisnis berbasis teknologi, hingga bagaimana membangun strategi bisnis di era digital. Harapannya, lulusan mampu bersaing dan memiliki fleksibilitas karier yang luas,” tambahnya.</p>
<p>Selain pembelajaran di kelas, FEB UNM juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan pengalaman praktik melalui proyek, portofolio, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi digital mahasiswa.</p>
<p>“Tidak hanya itu, Universitas Nusa Mandiri juga menghadirkan program unggulan yang mendukung kesiapan karier mahasiswa, yaitu Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset. Melalui program tersebut, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk memahami kebutuhan industri sejak dini dan membangun pengalaman profesional sebelum lulus,” paparnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberhasilan alumni dalam memasuki dunia profesional menjadi salah satu indikator penting bahwa pendidikan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja berbasis digital, lulusan dengan kemampuan yang relevan akan memiliki peluang karier yang semakin terbuka.</p>
<p>“Melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan selaras dengan kebutuhan industri, FEB Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mencetak talenta-talenta digital yang siap memberikan kontribusi nyata di dunia kerja maupun industri kreatif digital,” tandasnya.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan pendidikan yang relevan, modern, dan berorientasi pada masa depan karier generasi muda Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/lulusan-prodi-bisnis-digital-unm-tembus-industri-kreatif-saatnya-kuliah-ditempat-yang-lulusannya-diburu-perusahaan/">Lulusan Prodi Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah Ditempat yang Lulusannya Diburu Perusahaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/lulusan-prodi-bisnis-digital-unm-tembus-industri-kreatif-saatnya-kuliah-ditempat-yang-lulusannya-diburu-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerja Saja Tidak Cukup, Mengapa Karyawan Kini Perlu Kembali Kuliah?</title>
		<link>https://jogjahitz.com/kerja-saja-tidak-cukup-mengapa-karyawan-kini-perlu-kembali-kuliah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/kerja-saja-tidak-cukup-mengapa-karyawan-kini-perlu-kembali-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:16:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah sambil kerja]]></category>
		<category><![CDATA[PMB 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PMB UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu, lulus kuliah sering dianggap sebagai tiket masuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kerja-saja-tidak-cukup-mengapa-karyawan-kini-perlu-kembali-kuliah/">Kerja Saja Tidak Cukup, Mengapa Karyawan Kini Perlu Kembali Kuliah?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, lulus kuliah sering dianggap sebagai tiket masuk menuju dunia kerja. Setelah itu, pengalaman menjadi penentu utama perjalanan karier seseorang.</p>
<p>Namun hari ini, realitasnya berbeda. Dunia kerja bergerak jauh lebih cepat, teknologi berkembang tanpa jeda, dan standar kompetensi terus naik seperti harga cabai, tiba-tiba sudah tinggi saja.</p>
<p>Akibatnya, bekerja saja tidak lagi cukup. Banyak karyawan mulai sadar bahwa tanpa peningkatan pendidikan, peluang karier bisa semakin sempit.</p>
<p><strong>Bukan Karena Tidak Mampu, Tapi Karena Ingin Tetap Relevan</strong></p>
<p>Fenomena karyawan yang kembali ke bangku kuliah kini bukan hal yang aneh. Justru, ini menjadi tren baru yang menunjukkan kesadaran bahwa belajar tidak berhenti setelah wisuda pertama.</p>
<p>Mereka kuliah lagi bukan karena gagal bekerja. Justru karena mereka ingin tetap relevan, tidak tertinggal, dan punya ruang untuk naik lebih tinggi.</p>
<p>Di era sekarang, loyal saja tidak cukup. Dunia kerja mencari orang yang bisa berkembang.</p>
<p><strong>Perusahaan Tidak Lagi Ramah pada yang Statis</strong></p>
<p>Banyak perusahaan kini tidak hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, dan kesiapan menghadapi perubahan.</p>
<p>Bahkan, banyak posisi strategis mensyaratkan jenjang pendidikan tertentu. Bukan karena formalitas, tapi karena kompleksitas pekerjaan memang membutuhkan fondasi yang lebih kuat.</p>
<p>Di sisi lain, otomatisasi dan kecerdasan buatan mulai menggantikan pekerjaan yang sifatnya rutin. Artinya, jika kompetensi tidak ikut naik, risiko tertinggal menjadi semakin nyata.</p>
<p><strong>Antara Ingin Kuliah dan Realita yang Menarik Baju</strong></p>
<p>Masalahnya, tidak semua karyawan bisa dengan mudah kembali kuliah. Waktu menjadi musuh utama.</p>
<p>Rutinitas kerja yang padat membuat banyak orang terus menunda. Belum lagi persoalan biaya dan sistem perkuliahan yang masih dianggap terlalu kaku.</p>
<p>Masih banyak yang berpikir kuliah harus dilakukan seperti mahasiswa reguler, masuk pagi, tugas menumpuk, hidup bergantung pada kopi dan deadline.</p>
<p>Padahal, kebutuhan karyawan jelas berbeda. Mereka butuh sistem yang lebih manusiawi.</p>
<p><strong>Kuliah Harus Menyesuaikan Kehidupan Nyata</strong></p>
<p>Pendidikan tinggi tidak bisa lagi memakai satu pola untuk semua orang. Karyawan membutuhkan sistem yang fleksibel, adaptif, dan realistis.</p>
<p>Model pembelajaran hybrid gabungan online dan offline menjadi salah satu jawaban paling relevan. Ditambah jadwal kuliah di luar jam kerja, seperti malam hari atau akhir pekan, membuat proses belajar jadi lebih mungkin dijalani.</p>
<p>Kuliah tidak lagi menjadi penghalang pekerjaan. Justru menjadi bagian dari proses upgrade diri yang berkelanjutan.</p>
<p><strong>Investasi yang Tidak Bisa Terus Ditunda</strong></p>
<p>Banyak orang berkata, “nanti kalau sudah siap, baru kuliah lagi.” Masalahnya, dunia kerja tidak menunggu kesiapan kita sambil duduk manis. Ia terus bergerak. Kompetensi baru terus dibutuhkan. Persaingan semakin ketat.</p>
<p>Menunda terlalu lama kadang bukan soal strategi, tapi cara halus untuk kehilangan momentum.</p>
<p>Kuliah sambil kerja memang tidak mudah. Tapi hasilnya sebanding. Pengalaman kerja yang dipadukan dengan pendidikan akademik menciptakan posisi yang jauh lebih kuat di dunia profesional.</p>
<p><strong>UBSI Hadir untuk Karyawan yang Ingin Naik Level</strong></p>
<p>Menjawab kebutuhan itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan program kelas karyawan yang dirancang khusus bagi para pekerja.</p>
<p>Dengan jadwal kuliah pada hari Jumat dan Sabtu, serta sistem pembelajaran hybrid yang menggabungkan kelas online dan offline, mahasiswa tetap bisa belajar tanpa harus mengorbankan pekerjaan utama.</p>
<p>Didukung program studi yang relevan dengan kebutuhan industri, biaya kuliah yang terjangkau, sistem pembayaran yang bisa dicicil, serta berbagai pilihan beasiswa, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif membuka akses pendidikan tinggi yang lebih realistis.</p>
<p>Status kampus yang sudah terakreditasi UNGGUL juga menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin memastikan pendidikan yang diambil benar-benar berdampak untuk masa depan.</p>
<p><strong>Yang Terus Belajar Akan Selalu Punya Tempat</strong></p>
<p>Pada akhirnya, kuliah sambil kerja bukan lagi soal gaya hidup atau sekadar pencapaian pribadi. Ini soal bertahan dan berkembang.</p>
<p>Di tengah perubahan yang begitu cepat, mereka yang terus belajar akan selalu menemukan ruang. Sementara mereka yang berhenti berkembang, perlahan akan tertinggal.</p>
<p>Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk naik level dalam karier, mungkin ini saatnya berhenti berkata “nanti” dan mulai berkata “sekarang”.</p>
<p>Informasi lengkap mengenai kelas karyawan dan pendaftaran bisa diakses melalui https://pmbubsi.id. Karena masa depan tidak dibangun dari rencana yang terus ditunda. Tapi dari langkah kecil yang benar-benar dimulai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/kerja-saja-tidak-cukup-mengapa-karyawan-kini-perlu-kembali-kuliah/">Kerja Saja Tidak Cukup, Mengapa Karyawan Kini Perlu Kembali Kuliah?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/kerja-saja-tidak-cukup-mengapa-karyawan-kini-perlu-kembali-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Data Scientist hingga AI Engineer, Ini Skill yang Harus Dipelajari Mahasiswa Sejak Kuliah</title>
		<link>https://jogjahitz.com/data-scientist-hingga-ai-engineer-ini-skill-yang-harus-dipelajari-mahasiswa-sejak-kuliah/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/data-scientist-hingga-ai-engineer-ini-skill-yang-harus-dipelajari-mahasiswa-sejak-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI Engineer]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Data Scientist]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNM]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[SKill Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/data-scientist-hingga-ai-engineer-ini-skill-yang-harus-dipelajari-mahasiswa-sejak-kuliah/">Data Scientist hingga AI Engineer, Ini Skill yang Harus Dipelajari Mahasiswa Sejak Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta&#8211;Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kian masif dan memengaruhi berbagai sektor, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan hingga media digital. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara industri bekerja, tetapi juga mendefinisikan ulang keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.</p>
<p>Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, memahami AI kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Perusahaan di berbagai sektor telah memanfaatkan teknologi ini untuk analisis data, efisiensi operasional, hingga menciptakan inovasi produk dan layanan.</p>
<p>Sejumlah laporan industri global menunjukkan bahwa adopsi AI meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, lebih dari 60 persen perusahaan global telah mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis mereka. Hal ini menegaskan bahwa kemampuan berbasis data dan kecerdasan buatan menjadi kompetensi krusial di era digital.</p>
<p>Menurut Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, generasi muda harus mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan ini.</p>
<p>“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa perlu memahami cara kerja dan pemanfaatannya secara produktif,” ujarnya, Senin (20/4).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia, melainkan menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi kerja.</p>
<p>“AI mampu mengolah data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat. Namun kreativitas, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan strategis tetap menjadi keunggulan manusia,” jelasnya.</p>
<p>Perkembangan AI juga membuka peluang karier baru yang menjanjikan, seperti data scientist, AI engineer, machine learning specialist, hingga data analyst. Profesi ini semakin dibutuhkan di berbagai industri.</p>
<p>Menjawab kebutuhan tersebut, dunia pendidikan dituntut menghadirkan program yang relevan. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan Program Studi Sains Data yang membekali mahasiswa dengan kompetensi pengolahan data, analisis statistik, pemrograman, serta penerapan AI di berbagai bidang industri.</p>
<p>Melalui pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa didorong untuk mampu mengolah data menjadi insight strategis yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis maupun inovasi teknologi.</p>
<p>Bryan menambahkan, kombinasi antara kemampuan teknologi dan pemahaman bisnis menjadi kunci utama daya saing lulusan saat ini.</p>
<p>“Di era transformasi digital, skill teknologi harus diimbangi dengan wawasan bisnis. Kombinasi ini akan membuat lulusan lebih siap dan unggul di dunia kerja,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Kampus ini fokus mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan era transformasi digital, termasuk dalam penguasaan teknologi AI.</p>
<p>Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menciptakan solusi digital bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/data-scientist-hingga-ai-engineer-ini-skill-yang-harus-dipelajari-mahasiswa-sejak-kuliah/">Data Scientist hingga AI Engineer, Ini Skill yang Harus Dipelajari Mahasiswa Sejak Kuliah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/data-scientist-hingga-ai-engineer-ini-skill-yang-harus-dipelajari-mahasiswa-sejak-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Campus Recruitment UBSI Kampus Pontianak Jembatani Lulusan ke Industri, Kualitas Pelamar Diapresiasi</title>
		<link>https://jogjahitz.com/campus-recruitment-ubsi-kampus-pontianak-jembatani-lulusan-ke-industri-kualitas-pelamar-diapresiasi/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/campus-recruitment-ubsi-kampus-pontianak-jembatani-lulusan-ke-industri-kualitas-pelamar-diapresiasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Career Center]]></category>
		<category><![CDATA[Campus Recruitment]]></category>
		<category><![CDATA[Campus Recruitment UBSI Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bina Sarana Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Upaya mempertemukan lulusan dengan dunia kerja...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/campus-recruitment-ubsi-kampus-pontianak-jembatani-lulusan-ke-industri-kualitas-pelamar-diapresiasi/">Campus Recruitment UBSI Kampus Pontianak Jembatani Lulusan ke Industri, Kualitas Pelamar Diapresiasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak &#8211; Upaya mempertemukan lulusan dengan dunia kerja terus dilakukan melalui berbagai inisiatif kampus. Salah satunya melalui kegiatan Campus Recruitment yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak bekerja sama dengan PT Trans Hybrid Communication pada Jumat (17/4).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini diikuti oleh 12 pelamar dan menjadi wadah bagi mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum untuk mengakses peluang kerja secara langsung, khususnya di bidang telekomunikasi berbasis fiber optik.</p>
<p>Industri Apresiasi Kualitas dan Antusiasme Pelamar</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti tahapan seleksi awal sekaligus mendapatkan informasi mengenai profil perusahaan dan kebutuhan kompetensi di dunia industri.</p>
<p>Perwakilan HR PT Trans Hybrid Communication, Nurul Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dalam menjaring kandidat potensial.</p>
<p>“Kami melihat kegiatan Campus Recruitment ini sangat positif karena mempertemukan langsung perusahaan dengan calon kandidat yang potensial. Meskipun jumlah pelamar sebanyak 12 orang, kualitas dan antusiasme yang ditunjukkan cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan awal kami,” ujarnya dalam rilis yang diterima di Pontianak pada Sabtu (18/4).</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam proses rekrutmen.</p>
<p>“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut agar perusahaan dapat menjaring talenta muda yang siap berkembang dan berkontribusi di industri telekomunikasi,” tambahnya.</p>
<p>Peran Kampus dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja</p>
<p>Dari sisi kampus, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung kesiapan kerja lulusan sekaligus memperluas jejaring dengan dunia industri.</p>
<p>Koordinator BSI Career Center (BCC) UBSI kampus Pontianak, Reza Maulana, menjelaskan bahwa Campus Recruitment menjadi salah satu langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan.</p>
<p>“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung kesiapan kerja lulusan serta membuka akses yang lebih luas terhadap peluang karier,” ungkapnya.</p>
<p>Beragam posisi yang ditawarkan dalam kegiatan ini meliputi bidang jaringan dan proyek, seperti Core Network Engineer, NOC Engineer Monitoring, hingga Teknisi Fiber Optik.</p>
<p>Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan program yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri. Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Pontianak menegaskan perannya dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/campus-recruitment-ubsi-kampus-pontianak-jembatani-lulusan-ke-industri-kualitas-pelamar-diapresiasi/">Campus Recruitment UBSI Kampus Pontianak Jembatani Lulusan ke Industri, Kualitas Pelamar Diapresiasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/campus-recruitment-ubsi-kampus-pontianak-jembatani-lulusan-ke-industri-kualitas-pelamar-diapresiasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Jadi Penonton Startup, Saatnya Mahasiswa Ambil Peran</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jangan-jadi-penonton-startup-saatnya-mahasiswa-ambil-peran/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jangan-jadi-penonton-startup-saatnya-mahasiswa-ambil-peran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[zahra salsabila]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 11:26:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Digital Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5645</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gelombang besar ekonomi digital sedang terjadi di depan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-jadi-penonton-startup-saatnya-mahasiswa-ambil-peran/">Jangan Jadi Penonton Startup, Saatnya Mahasiswa Ambil Peran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang besar ekonomi digital sedang terjadi di depan mata. Indonesia hari ini tidak lagi sekadar pasar, tetapi telah menjelma menjadi salah satu pusat pertumbuhan startup terbesar di Asia Tenggara. Pertanyaannya bukan lagi apakah peluang itu ada, melainkan siapa yang siap mengambil peran.</p>
<p>Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang memposisikan diri sebagai penonton. Pola pikir “kuliah–lulus–cari kerja” masih mendominasi, padahal lanskap ekonomi telah berubah drastis. Di era digital, mahasiswa memiliki peluang yang jauh lebih luas: menjadi inovator, membangun startup, bahkan menciptakan lapangan kerja sejak masih duduk di bangku kuliah.</p>
<p>Laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain &amp; Company memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan menembus lebih dari 130 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. Angka ini bukan sekadar optimisme, tetapi refleksi dari pertumbuhan sektor e-commerce, fintech, dan berbagai layanan berbasis aplikasi yang semakin masif.</p>
<p>Di balik angka tersebut, ada ruang besar yang masih terbuka ruang yang seharusnya diisi oleh generasi muda. Mahasiswa, dengan kreativitas dan kedekatannya terhadap teknologi, memiliki keunggulan alami untuk masuk ke dalam ekosistem ini. Mereka memahami tren, perilaku pengguna, dan dinamika digital lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.</p>
<p>Namun peluang tidak akan berubah menjadi keberhasilan tanpa kesiapan. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi krusial. Kampus tidak lagi cukup hanya menjadi pusat pembelajaran teoritis, tetapi harus bertransformasi menjadi ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan kewirausahaan.</p>
<p>Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis memandang bahwa pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk berpikir kreatif, berani mengambil risiko, dan mampu mengeksekusi ide menjadi solusi nyata.</p>
<p>Membangun startup bukan semata soal ide brilian. Banyak ide bagus gagal karena tidak pernah diwujudkan. Tantangan terbesar justru terletak pada keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam mengembangkan. Di era saat ini, hambatan untuk memulai bisnis digital semakin kecil. Teknologi telah membuka akses luas, dari pembuatan produk hingga pemasaran.</p>
<p>Lebih jauh, dukungan terhadap ekosistem startup di Indonesia juga semakin kuat. Pemerintah, investor, hingga komunitas digital terus mendorong lahirnya inovasi baru. Ini adalah momentum yang tidak boleh dilewatkan oleh mahasiswa.</p>
<p>Namun demikian, ekosistem yang kuat tetap menjadi kunci. Mahasiswa membutuhkan ruang untuk belajar dari praktik nyata, akses ke mentor, serta kesempatan berkolaborasi dengan industri. Tanpa itu, potensi besar yang dimiliki bisa terhambat.</p>
<p>Di lingkungan Universitas Nusa Mandiri, berbagai program berbasis teknologi dan bisnis digital dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif serta dukungan program studi unggulan seperti Informatika, Sistem Informasi, dan Sains Data, mahasiswa didorong untuk berkembang tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta peluang.</p>
<p>Masa depan ekonomi digital Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian generasi mudanya. Mahasiswa tidak bisa lagi sekadar mengikuti arus. Mereka harus menjadi bagian dari perubahan, bahkan menjadi penggeraknya.</p>
<p>Pilihan ada di tangan generasi muda hari ini: tetap menjadi pengguna teknologi, atau bertransformasi menjadi inovator yang menciptakan solusi.</p>
<p>Karena pada akhirnya, di tengah derasnya arus digitalisasi, mereka yang berani memulai lebih awal akan memiliki keunggulan yang tidak tergantikan. Dan masa depan itu, sejatinya, dimulai dari langkah kecil yang diambil hari ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jangan-jadi-penonton-startup-saatnya-mahasiswa-ambil-peran/">Jangan Jadi Penonton Startup, Saatnya Mahasiswa Ambil Peran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jangan-jadi-penonton-startup-saatnya-mahasiswa-ambil-peran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
