<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hiburan Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/category/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/category/hiburan/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2026 05:50:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Hiburan Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/category/hiburan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aksi Nyata Kampus Digital Kreatif, Nasi Box dari UBSI Kampus Jatiwaringin Jadi Berkah Pekerja Jalanan</title>
		<link>https://jogjahitz.com/aksi-nyata-kampus-digital-kreatif-nasi-box-dari-ubsi-kampus-jatiwaringin-jadi-berkah-pekerja-jalanan/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/aksi-nyata-kampus-digital-kreatif-nasi-box-dari-ubsi-kampus-jatiwaringin-jadi-berkah-pekerja-jalanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:48:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Kampus Jatiwaringin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5306</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kegiatan sosial Berbagi Nasi Box dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/aksi-nyata-kampus-digital-kreatif-nasi-box-dari-ubsi-kampus-jatiwaringin-jadi-berkah-pekerja-jalanan/">Aksi Nyata Kampus Digital Kreatif, Nasi Box dari UBSI Kampus Jatiwaringin Jadi Berkah Pekerja Jalanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kegiatan sosial Berbagi Nasi Box dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin yang digelar mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026 mendapat apresiasi dari para pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar UBSI kampus Jatiwaringin. Program yang dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat selama bulan Ramadhan ini, dinilai memberikan manfaat nyata bagi pekerja sektor informal yang berjuang di tengah kondisi ekonomi dan cuaca yang cukup terik di awal tahun 2026.</p>
<p>Salah satu pengemudi ojol, Firman, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan berbagi tersebut. Menurutnya, pembagian nasi box yang rutin dilakukan di area kampus meringankan beban pengeluaran harian, terutama untuk makan siang atau berbuka puasa saat masih berada di jalan.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan ini benar-benar membantu kami para driver. Jadi tidak perlu keluar biaya lagi untuk makan saat masih narik. Apalagi cuaca lagi panas-panasnya, ini jadi berkah buat kami,” ujar Firman saat ditemui di lokasi kegiatan Bekasi, Senin (9/3).</p>
<p>Ia menilai inisiatif yang dilakukan oleh UBSI kampus Jatiwaringin sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat ekonomi menengah ke bawah, khususnya para pekerja jalanan. Menurutnya, kehadiran kampus di wilayah Jatiwaringin bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari lingkungan sosial yang memberi dampak positif.</p>
<p>Firman juga mengapresiasi sikap mahasiswa yang terlibat langsung dalam pembagian nasi box. Ia mengaku merasakan suasana kekeluargaan selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>“Mahasiswanya ramah-ramah dan sopan. Cara mereka membagikan makanan juga tertib dan penuh senyum. Semoga kampus lain bisa ikut seperti ini, khususnya di Jakarta Timur,” tambahnya.</p>
<p>Kepala Kampus UBSI kampus Jatiwaringin, Ahmad Fauzi, mengatakan kegiatan Berbagi Nasi Box UBSI kampus Jatiwaringin merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.</p>
<p>Selain membantu meringankan kebutuhan pangan harian para pengemudi ojol, aksi sosial ini juga menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.</p>
<p>“UBSI kampus Jatiwaringin terus berkomitmen menghadirkan kegiatan berkualitas sebagai Kampus dengan akreditasi Unggul. Dukungan dan aspirasi dari para pekerja seperti Firman menjadi motivasi bagi kami untuk tetap konsisten menjalankan program pengabdian masyarakat,” ujar Fauzi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tapi juga bertujuan menciptakan kestabilan dan kemanfaatan lingkungan sekitar kampus. Menurutnya, kolaborasi antara civitas akademika dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang saling mendukung.</p>
<p>“Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi dan kualitas akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada mahasiswa. Kegiatan berbagi ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter agar mahasiswa memiliki empati, profesionalisme, serta tanggung jawab sosial,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/aksi-nyata-kampus-digital-kreatif-nasi-box-dari-ubsi-kampus-jatiwaringin-jadi-berkah-pekerja-jalanan/">Aksi Nyata Kampus Digital Kreatif, Nasi Box dari UBSI Kampus Jatiwaringin Jadi Berkah Pekerja Jalanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/aksi-nyata-kampus-digital-kreatif-nasi-box-dari-ubsi-kampus-jatiwaringin-jadi-berkah-pekerja-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UBSI Kampus Tangerang Berbagi Nasi Box Ramadhan 1447 H, Wujud Kepedulian Sosial di Bulan Suci</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ubsi-kampus-tangerang-berbagi-nasi-box-ramadhan-1447-h-wujud-kepedulian-sosial-di-bulan-suci/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ubsi-kampus-tangerang-berbagi-nasi-box-ramadhan-1447-h-wujud-kepedulian-sosial-di-bulan-suci/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:47:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi takjil]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Kampus Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ubsi-kampus-tangerang-berbagi-nasi-box-ramadhan-1447-h-wujud-kepedulian-sosial-di-bulan-suci/">UBSI Kampus Tangerang Berbagi Nasi Box Ramadhan 1447 H, Wujud Kepedulian Sosial di Bulan Suci</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tangerang menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Nasi Box untuk Berbuka Puasa. Program bertema “Ramadhan Inspiratif: Ilmu Bermanfaat, Kepedulian yang Menguatkan” ini dilaksanakan mulai 23 Februari 2026 hingga 13 Maret 2026, setiap Senin sampai Jumat pukul 15.00-15.30 WIB, dengan menyasar masyarakat sekitar kampus, driver ojek online, dan pedagang keliling.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dari Yayasan Bina Sarana Informatika di wilayah UBSI kampus Tangerang terhadap lingkungan sekitar, khususnya bagi masyarakat yang tetap beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.</p>
<p>Kepala Kampus UBSI kampus Tangerang, Mochamad Nandi Susila mengatakan, pembagian nasi box dilakukan secara langsung di area sekitar kampus, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang melintas maupun yang memang menjadi sasaran program sosial tersebut.</p>
<p>“Sebagai institusi pendidikan yang telah meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), UBSI tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tapi juga menanamkan nilai empati dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang teori di ruang kelas, melainkan juga tentang kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya, dalam keterangan rilis, Senin (9/3).</p>
<p>Tambahnya, program ini juga merupakan agenda rutin yang dihadirkan sebagai bentuk kepedulian di bulan penuh berkah.</p>
<p>“Kami ingin Ramadhan ini menjadi momentum untuk berbagi dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan sederhana seperti pembagian nasi box ini, kami berharap bisa membantu meringankan beban mereka yang masih bekerja menjelang waktu berbuka,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Azikri Ahmad, seorang driver ojek online yang menerima nasi box, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini sangat membantu kami yang masih di jalan saat waktu berbuka hampir tiba. Semoga kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun,” katanya.</p>
<p>Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, UBSI kampus Tangerang sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan bahwa pendidikan dan kepedulian sosial adalah dua hal yang berjalan beriringan. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang berbagi dan memperkuat solidaritas demi kebaikan bersama.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ubsi-kampus-tangerang-berbagi-nasi-box-ramadhan-1447-h-wujud-kepedulian-sosial-di-bulan-suci/">UBSI Kampus Tangerang Berbagi Nasi Box Ramadhan 1447 H, Wujud Kepedulian Sosial di Bulan Suci</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ubsi-kampus-tangerang-berbagi-nasi-box-ramadhan-1447-h-wujud-kepedulian-sosial-di-bulan-suci/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Ramadhan Mengajarkan Berbagi, UBSI Kampus Salemba Hadir untuk Masyarakat</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ketika-ramadhan-mengajarkan-berbagi-ubsi-kampus-salemba-hadir-untuk-masyarakat/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ketika-ramadhan-mengajarkan-berbagi-ubsi-kampus-salemba-hadir-untuk-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:24:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tebar Kebaikan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Kampus Salemba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5282</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Universitas...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-ramadhan-mengajarkan-berbagi-ubsi-kampus-salemba-hadir-untuk-masyarakat/">Ketika Ramadhan Mengajarkan Berbagi, UBSI Kampus Salemba Hadir untuk Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) untuk menebar kebaikan melalui kegiatan sosial UBSI Berbagi Nasi Box Ramadhan 1447 H yang digelar di Kampus UBSI kampus Salemba di jl. Salemba Tengah No. 45, Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan pembagian nasi kotak ini berlangsung selama Ramadhan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026, setiap Senin sampai Jumat, dengan menyasar masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.</p>
<p>Program ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari civitas akademika UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Setiap sore, suasana di sekitar kampus terasa lebih hangat dengan kehadiran relawan yang membagikan nasi box kepada warga yang membutuhkan.</p>
<p>Diah Ayu Agustin, Dosen Keperawatan Anak dari Akademi Keperawatan (Akper) Bina Insan yang saat ini sedang dalam proses penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata empati dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah.</p>
<p>“Kegiatan berbagi nasi box ini menjadi momen yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama. Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi, dan melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan lingkungan sekitar,” ujar Diah Ayu Agustin dalam keterangan rilis di Jakarta, Senin (9/3).</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tidak hanya fokus pada pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan inovasi, tetapi juga aktif menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program berbagi nasi box ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata kampus dalam membangun nilai kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.</p>
<p>Salah satu penerima manfaat, Dadang yang saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap, mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Baginya, bantuan sederhana seperti nasi box sangat berarti, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa.</p>
<p>“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami yang sedang membutuhkan. Semoga kebaikan dari kampus dan para relawan dibalas dengan rezeki yang lebih dan kesehatan,” ungkap Dadang.</p>
<p>Melalui kegiatan UBSI Berbagi Nasi Box Ramadhan 1447 H ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi sesama melalui aksi nyata yang sederhana namun penuh makna.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ketika-ramadhan-mengajarkan-berbagi-ubsi-kampus-salemba-hadir-untuk-masyarakat/">Ketika Ramadhan Mengajarkan Berbagi, UBSI Kampus Salemba Hadir untuk Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ketika-ramadhan-mengajarkan-berbagi-ubsi-kampus-salemba-hadir-untuk-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hangatkan Ramadhan, UBSI Kampus Salemba Tebar Kebaikan Lewat Program Berbagi Nasi Box</title>
		<link>https://jogjahitz.com/hangatkan-ramadhan-ubsi-kampus-salemba-tebar-kebaikan-lewat-program-berbagi-nasi-box/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/hangatkan-ramadhan-ubsi-kampus-salemba-tebar-kebaikan-lewat-program-berbagi-nasi-box/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 05:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tebar Kebaikan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Kampus Salemba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=5265</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/hangatkan-ramadhan-ubsi-kampus-salemba-tebar-kebaikan-lewat-program-berbagi-nasi-box/">Hangatkan Ramadhan, UBSI Kampus Salemba Tebar Kebaikan Lewat Program Berbagi Nasi Box</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan sosial berbagi nasi box kepada masyarakat di UBSI kampus Salemba, yang beralamat di jl. Salemba Tengah No. 45, Senen, Jakarta Pusat, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Program bertajuk UBSI Berbagi Nasi Box Ramadhan ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026, setiap Senin hingga Jumat, sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata berbagi kepada sesama.</p>
<p>Kegiatan ini menyasar masyarakat sekitar kampus serta pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Melalui program tersebut, civitas akademika UBSI berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan penuh berkah.</p>
<p>Astriyanti selaku Staf Operasional (SO) UBSI kampus Salemba 45 menjelaskan bahwa kegiatan berbagi nasi box ini merupakan agenda sosial yang rutin digelar saat Ramadhan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar.</p>
<p>“Melalui kegiatan UBSI Berbagi Nasi Box Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan kepedulian nyata kepada masyarakat. Semoga apa yang kami berikan bisa membantu mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka,” ujar Astriyanti dalam keterangan terulis di Jakarta, Senin (9/3).</p>
<p>Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Andin, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pembagian nasi box berlangsung tertib dan sangat membantu masyarakat.</p>
<p>“Menurut saya acara ini bagus sekali. Pembagian nasi box-nya teratur dan sangat bermanfaat bagi kami yang menerima. Semoga yang berbagi dan yang menerima selalu diberikan kesehatan serta rezeki yang lancar,” tutur Andin.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tidak hanya fokus pada pengembangan pendidikan berbasis teknologi, tetapi juga aktif menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui program berbagi di bulan Ramadhan.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/hangatkan-ramadhan-ubsi-kampus-salemba-tebar-kebaikan-lewat-program-berbagi-nasi-box/">Hangatkan Ramadhan, UBSI Kampus Salemba Tebar Kebaikan Lewat Program Berbagi Nasi Box</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/hangatkan-ramadhan-ubsi-kampus-salemba-tebar-kebaikan-lewat-program-berbagi-nasi-box/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SALI: Game Edukasi Serius yang Ajarkan Anak TK Hal-Hal yang Orang Dewasa Sering Canggung Bicarakan</title>
		<link>https://jogjahitz.com/sali-game-edukasi-serius-yang-ajarkan-anak-tk-hal-hal-yang-orang-dewasa-sering-canggung-bicarakan/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/sali-game-edukasi-serius-yang-ajarkan-anak-tk-hal-hal-yang-orang-dewasa-sering-canggung-bicarakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elen Novias]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 05:05:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Game Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=3714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Bayangkan suasana di sebuah TK di...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/sali-game-edukasi-serius-yang-ajarkan-anak-tk-hal-hal-yang-orang-dewasa-sering-canggung-bicarakan/">SALI: Game Edukasi Serius yang Ajarkan Anak TK Hal-Hal yang Orang Dewasa Sering Canggung Bicarakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Bayangkan suasana di sebuah TK di Rawajati, Jakarta Selatan. Anak-anak berlarian, ada yang sibuk mengejar temannya, ada yang asyik dengan crayon, ada juga yang masih belepotan bekas bekal di pipinya. Tapi hari Kamis (11/9), suasananya agak berbeda. Bukan sekadar belajar A-B-C atau nyanyi “Balonku Ada Lima”, melainkan mereka diajak main game. Game ini namanya SALI, singkatan dari Sadar dan Lindungi.</p>
<p>Tapi jangan salah. SALI bukan game sembarangan. Bukan juga aplikasi yang bikin anak-anak lupa waktu kayak Mobile Legends atau Roblox. SALI adalah media pembelajaran berbasis gamifikasi yang dibuat khusus oleh tim peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), dipimpin Oky Irnawati bersama anggotanya dan mahasiswa, buat ngajarin hal serius yaitu bagaimana anak-anak bisa melindungi diri dari tindakan pelecehan seksual.</p>
<p>Serius, topik ini biasanya bikin orang dewasa kikuk. Ada yang menghindar, ada yang bilang “ah nanti aja, anak-anak belum ngerti”. Padahal justru di usia dini, anak perlu ngerti bahwa bagian tubuh mana yang aman disentuh, dan bagian mana yang “jangan coba-coba”. Nah, SALI hadir dengan cara yang ramah, bukan menakut-nakuti.</p>
<p>Hari itu di TK Anak Bangsa, anak-anak melewati rangkaian kegiatan. Ada pre-test, storytelling interaktif, nyanyi lagu edukasi, main game SALI, lalu post-test. Hasilnya? Pengetahuan mereka meningkat. Yang tadinya cuma tahu “jangan jajan sembarangan”, sekarang paham juga tentang tubuh mereka sendiri.</p>
<p>Kepala sekolah TK Anak Bangsa, Yulita, sampai bilang dengan nada penuh syukur, “Aplikasi SALI sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk mengenal bagian tubuh yang boleh maupun yang tidak boleh disentuh sebagai perlindungan diri. Kami berterima kasih kepada DPPM Diktisaintek yang mendanai kegiatan ini serta tim peneliti UBSI selaku pelaksana penelitian.”</p>
<p>Dewi, salah satu guru TK Anak Bangsa, menambahkan dengan senyum lebar, “Pengetahuan anak-anak mengenai perlindungan diri terlihat meningkat setelah bermain game edukasi pada aplikasi SALI.”</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, ironis juga. Orang dewasa sering sibuk debat di medsos soal politik, gosip artis, sampai harga kopi susu kekinian. Tapi di balik layar, anak-anak masih butuh pelindung paling sederhana, yakni edukasi yang bikin mereka sadar, tubuh mereka berharga, dan mereka berhak bilang “tidak”.</p>
<p>SALI jadi bukti bahwa teknologi nggak melulu bikin anak-anak candu layar. Kalau diarahkan, teknologi bisa jadi tameng kecil yang menyenangkan. Anak main game, iya. Tapi game yang bikin mereka tahu batas, punya keberanian bicara, dan pelan-pelan tumbuh jadi generasi yang lebih sadar.</p>
<p>Di dunia yang makin ribut ini, SALI mengingatkan kita bahwa perlindungan anak nggak cukup hanya dengan pagar tinggi atau CCTV di rumah. Kesadaran harus ditanamkan dari dalam diri mereka sendiri. Dan kadang, cara paling ampuh untuk itu bukan ceramah panjang, melainkan sebuah game edukasi dengan lagu ceria.</p>
<p>Karena buat anak-anak, belajar itu harus menyenangkan. Dan buat kita orang dewasa, semestinya sadar bahwa harapan masa depan sering kali berawal dari hal-hal sederhana yang kita ajarkan sejak dini. Lembaga pendidikan juga berperan dalam hal ini, tentunya UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif sudah membuktikan kepeduliannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/sali-game-edukasi-serius-yang-ajarkan-anak-tk-hal-hal-yang-orang-dewasa-sering-canggung-bicarakan/">SALI: Game Edukasi Serius yang Ajarkan Anak TK Hal-Hal yang Orang Dewasa Sering Canggung Bicarakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/sali-game-edukasi-serius-yang-ajarkan-anak-tk-hal-hal-yang-orang-dewasa-sering-canggung-bicarakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</title>
		<link>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[venita Wahyu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 01:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Edutrip Program 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuala Lumpur – Kamis 31 Juli 2025 menjadi penutup penuh makna dari rangkaian Edutrip Program: Dive Into Culture yang digelar oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Hari terakhir program ini ditandai dengan kunjungan ke institusi pendidikan internasional dan industri kreatif kelas dunia yang memberi pengalaman berharga bagi para peserta sebelum mereka kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).</p>
<p>Destinasi pertama adalah Management and Science University (MSU), salah satu universitas swasta terbaik di Malaysia yang dikenal memiliki standar pendidikan berorientasi global. Dalam kunjungan ini, mahasiswa UNM mendapat kesempatan langka untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan kampus MSU, menelusuri fasilitas modern, dan mempelajari sistem pendidikan berbasis kompetensi serta praktik industri. Interaksi ini membuka wawasan peserta terhadap potensi kolaborasi dan mobilitas internasional.</p>
<p>Petualangan edukatif berlanjut ke Royal Selangor International, produsen kerajinan timah tertua dan terbesar di dunia. Di sana, peserta tidak hanya menyaksikan proses produksi pewter secara langsung, tetapi juga mempelajari bagaimana nilai historis, budaya lokal, dan strategi pemasaran global berpadu menciptakan produk berdaya saing tinggi di pasar internasional.</p>
<p>Menurut Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Margonda yang juga sebagai dosen pendamping peserta edutrif, kunjungan ke Royal Selangor menjadi bagian penting dari misi edutrip untuk mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana kearifan lokal dan kreativitas dapat diolah menjadi bisnis global. Edutrip ini adalah ruang belajar nyata tentang inovasi, branding, dan daya saing global,” jelasnya dalam keterangan rilis, pada Senin (4/8).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa program edutrip ini juga selaras dengan visi Universitas Nusa Mandiri dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif melalui Internship Experience Program (IEP) atau dikenal dengan skema 3+1.</p>
<p>“Melalui program unggulan ini, mahasiswa UNM menempuh perkuliahan selama tiga tahun dan secara langsung menjalani satu tahun magang profesional di perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional. Edutrip menjadi bagian pendukung dari IEP dalam membuka cakrawala mahasiswa terhadap dunia kerja dan jejaring internasional,” katanya.</p>
<p>Usai kunjungan ke MSU dan Royal Selangor, ungkapnya, rombongan edutrip UNM menuju bandara untuk kembali ke tanah air. Momen perpisahan diwarnai rasa haru, antusiasme, serta semangat baru yang terbentuk selama empat hari tiga malam menjelajahi dunia pendidikan dan industri di Singapura dan Malaysia.</p>
<p>“Program ini menjadi bukti bahwa kuliah di Universitas Nusa Mandiri tidak sekadar kegiatan akademik dalam kelas, melainkan juga mencakup eksplorasi budaya, global exposure, dan pengalaman nyata yang membentuk karakter mahasiswa sebagai insan mandiri, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/">Edutrip UNM Berakhir Inspiratif di Malaysia: Mahasiswa Belajar Bisnis Global dan Pendidikan Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/edutrip-unm-berakhir-inspiratif-di-malaysia-mahasiswa-belajar-bisnis-global-dan-pendidikan-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</title>
		<link>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 06:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[JIKF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=2744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta,  Festival layang-layang internasional bertajuk Jogja International Kite...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/">JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta,  Festival layang-layang internasional bertajuk <em>Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025</em> sukses digelar selama dua hari pada 26 hingga 27 Juli 2025 di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang tahunan ini kembali memikat ribuan pengunjung dengan pertunjukan layang-layang dari dalam dan luar negeri yang memeriahkan langit selatan Jogja.</p>
<p>Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, festival tahun ini diikuti oleh peserta dari beberapa negara seperti: Amerika Serikat, Slovenia, Slovakia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia serta Indonesia sendiri. Mereka tampil bersama puluhan klub nasional dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Yogyakarta, Solo, Magelang, Lampung, dan Cilacap. Ragam bentuk, warna, dan ukuran layang-layang yang diterbangkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Menurut Imam Pratanadi selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY, JIKF telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Parangkusumo dan Parangtritis sebagai destinasi unggulan berskala internasional. Ia menegaskan bahwa acara ini tidak hanya sarat nilai budaya dan seni, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM, pedagang, dan pelayan jasa wisata merasakan lonjakan pendapatan selama festival berlangsung.</p>
<p>Ketua Panitia JIKF 2025, Anang Saryanto, menyebut bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah inovasi. Salah satunya adalah pertunjukan unik seperti candy drop dari layang-layang raksasa, penyebaran udik-udik kepada pengunjung, serta kehadiran layang-layang berdesain artistik dan berukuran besar yang menghibur sekaligus mendidik. Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi global memengaruhi partisipasi beberapa pelayang luar negeri akibat tingginya harga tiket, panitia tetap berupaya mengundang mereka untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat melalui festival ini.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-2746" src="https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/jikf-parangkusumo-2-700x400.png" alt="" width="680" height="389" /></p>
<p>Dalam proses penilaian, panitia membagi kriteria ke dalam tiga aspek utama: budaya, seni, dan teknis layangan. Aspek budaya menilai kesesuaian tema dengan karakter layang-layang yang ditampilkan, aspek seni mencakup keindahan visual dan harmoni warna, sedangkan aspek teknis melihat konstruksi, kestabilan, dan kemampuan layangan saat diterbangkan.</p>
<p>Meski acara berlangsung meriah, ada beberapa catatan dari pengunjung. Nasrul, warga Yogyakarta yang hadir bersama keluarganya, mengungkapkan sulitnya akses ke lokasi. “Acara ini keren dan menghibur, anak-anak juga senang banget lihat layang-layangnya. Tapi sayangnya, jalan ke pantai macet banget. Biasanya cuma 30 menit dari rumah, tadi sampai satu jam lebih karena kendaraan numpuk di jalan masuk ke lokasi,” ujarnya.</p>
<p>Kendati demikian, Nasrul berharap festival ini tetap berlanjut dan ke depan bisa dikelola lebih baik dari sisi pengaturan lalu lintas. “Kalau bisa, tahun depan petugasnya ditambah dan arus kendaraan dibagi dua yaitu jalur utama dan alternatif supaya enggak terlalu padat,” tambahnya.</p>
<p>Disamping itu lokasi penyelenggaraan JIKF 2025 ini tidak terlalu jauh dari pusat pendidikan tinggi, salah satunya Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta. Kampus ini berjarak kurang lebih 30 KM dari lokasi festival dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan bermotor. Kedekatan ini menjadi nilai tambah tersendiri, khususnya bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin mengakses langsung pengalaman budaya dan pariwisata berskala internasional.</p>
<p>Kesuksesan JIKF 2025 menjadi bukti bahwa Yogyakarta, khususnya kawasan selatan, memiliki daya saing tinggi dalam industri pariwisata berbasis budaya. Langit Parangkusumo yang dipenuhi warna-warni layang-layang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghubungkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan identitas budaya dari berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/">JIKF 2025 di Parangkusumo: Langit Jogja Diramaikan Layang-Layang Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/jikf-2025-di-parangkusumo-langit-jogja-diramaikan-layang-layang-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Kebaya Janggan Jeng Yah dalam Film Gadis Kretek</title>
		<link>https://jogjahitz.com/keistimewaan-kebaya-janggan-jeng-yah-dalam-film-gadis-kretek/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/keistimewaan-kebaya-janggan-jeng-yah-dalam-film-gadis-kretek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 02:38:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=157</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serial “Gadis Kretek” yang baru-baru ini rilis di...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/keistimewaan-kebaya-janggan-jeng-yah-dalam-film-gadis-kretek/">Keistimewaan Kebaya Janggan Jeng Yah dalam Film Gadis Kretek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Serial “Gadis Kretek” yang baru-baru ini rilis di Netflix kini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat pecinta film Indonesia. Bukan hanya jalan ceritanya yang menarik sekaligus visual yang menggambarkan dua era sekaligus, yakni tahun 1960-an dan 2000-an yang dikemas secara transisi yang estetik, halus tidak menimbulkan kebingungan bagi para pemirsa, Serial ini juga meninggalkan kesan unik yakni kostum yang sering dipakai oleh Jeng Yah. Dalam cerita ini, gadis kretek menghadirkan tokoh Jeng Yah (Dian Sastrowardoyo) yang digambarkan teguh dan berani menentang tradisi di tahun 1960-an demi mewujudkan impian dan cintanya bersama Soeraja (Ario Bayu).</p>
<p>Dengan karakter perempuan yang tegas tersebut, Hagai Pakan selaku custome designer serial Gadis Kretek, dalam unggahan di instagramnya menjelaskan bahwa pemilihan kebaya hitam ini merupakan signature style dari tokoh Jeng Yah, dimana kebaya hitam ini dapat menggambarkan keteguhan hati sebagai seorang pejuang perempuan pada saat itu. Dalam serial netflix tersebut Jeng Yah mengenakan kebaya hitam dengan gabungan surjan, kebaya Janggan dan kebaya klasik. &#8220;Ini merupakan bentuk interpretasi saya terhadap konsep &#8220;<em>lady boss</em>&#8221; di Indonesia era itu, <em>powerful</em> (bukan maskulin), karena menjadi perempuan kuat bukan berarti menjadi maskulin,&#8221; tulis Hagai Pakan dalam unggahannya. Ditambahkan juga oleh Hagai bahwa Jeng Yah memadukan <a href="https://www.kompas.com/tag/kebaya-hitam">kebaya hitam</a> dengan kain motif batik parang yang melambangkan perlawanan batinnya. Kebaya janggan hitam yang dipakai Dian Sastro ini pun memberikan kesan kharismatik pada karakter perempuan Jeng Yah. Berkat serial <em> </em><a href="https://www.kompas.com/tag/Gadis-Kretek"><em>Gadis Kretek</em></a> pula, kebaya janggan warna hitam pun kembali populer di kalangan muda-mudi.</p>
<p>Kebaya Janggan mungkin belum familiar dikalangan muda-mudi ketimbang kebaya kartini dan kutubaru. Sebenarnya kebaya janggan termasuk salah satu jenis kebaya tradisional Indonesia. Kebaya ini ditandai dengan kerah tinggi bak cheongsam dan juga surjan (busana adat pria Jawa) yang menutup area leher. Nama janggan berasal dari kata jangga yang berarti leher. Kebaya ini melambangkan keindahan, kesucian para perempuan keraton dan perempuan Jawa pada umumnya. Selain kerah tinggi, kebaya ini memiliki detail kancing yang menyamping miring. Dengan lengan panjang dan bentuk yang ramping, kebaya janggan dibuat dengan bahan dasar kain bermotif bunga yang biasanya berwarna hitam. Warna hitam ini memiliki makna ketegasan, kesederhanaan dna kedalaman sedangkan motif kembangnya pun disebut kembang batu. Kebaya janggan ini merupakan busana abdi dalem perempuan yang ada di Kraton Yogyakarta, atau yang disebut estri punakawan. Kebaya ini juga tak melambangkan pangkat atau tugas khusus yang mereka emban, sehingga semua abdi dalem bisa menggunakan janggan.</p>
<p>Sumber : CNN Indonesia. 2023. Mengenal Kebaya Janggan yang Dipakai Jeng Yah Si Gadis Kretek</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/keistimewaan-kebaya-janggan-jeng-yah-dalam-film-gadis-kretek/">Keistimewaan Kebaya Janggan Jeng Yah dalam Film Gadis Kretek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/keistimewaan-kebaya-janggan-jeng-yah-dalam-film-gadis-kretek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
