<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<atom:link href="https://jogjahitz.com/category/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjahitz.com/category/ekonomi/</link>
	<description>Info Jogja Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 15:58:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jogjahitz.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Favicon-JogjaHitz-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Ekonomi Arsip - JogjaHitz.com</title>
	<link>https://jogjahitz.com/category/ekonomi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UBSI dan BRIN Berdayakan Peternak Domba Garut Lewat Digitalisasi dan Pakan Mandiri</title>
		<link>https://jogjahitz.com/ubsi-dan-brin-berdayakan-peternak-domba-garut-lewat-digitalisasi-dan-pakan-mandiri/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/ubsi-dan-brin-berdayakan-peternak-domba-garut-lewat-digitalisasi-dan-pakan-mandiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aura ayunda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 13:30:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Event Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Peternak Domba Garut]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI dan BRIN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjahitz.com, Garut &#8211; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ubsi-dan-brin-berdayakan-peternak-domba-garut-lewat-digitalisasi-dan-pakan-mandiri/">UBSI dan BRIN Berdayakan Peternak Domba Garut Lewat Digitalisasi dan Pakan Mandiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjahitz.com, Garut</strong> &#8211; Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong kemandirian peternak domba di Garut yang tergabung dalam kelompok Koperasi Cikal Maju. Keduanya memberikan pendampingan lanjutan program Bisnis Tani Terpadu (BINTARA) bagi Koperasi Cikal Maju di Desa Karyamekar, Pasirwangi, Kabupaten Garut, pada 25-26 September 2026. Fokus pendampingan kali ini mencakup penerapan teknologi digital, kemandirian pakan, dan pemanfaatan limbah.</p>
<p>Dari sisi teknologi, tim UBSI mengimplementasikan aplikasi Smart Recording langsung di lapangan. Aplikasi ini mengajak anggota koperasi untuk mulai mencatat data ternak mereka secara digital. Melalui pendataan tersebut, pengelolaan domba diharapkan menjadi lebih terukur dan terdokumentasi dengan rapi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/gebrakan-baru-brin-dan-ubsi-bersatu-majukan-riset-nasional/">Gebrakan Baru! BRIN dan UBSI Bersatu Majukan Riset Nasional</a></strong></p>
<p>Ketua Tim BINTARA dari UBSI, Dr. Diah Puspitasari, M.Kom, menegaskan bahwa teknologi dan inovasi tersebut dirancang untuk saling mendukung.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa pengetahuan dan teknologi yang telah diperkenalkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat diterapkan langsung oleh anggota koperasi,&#8221; katanya, dalam keterangan rilis, Kamis (1/10).</p>
<p>Tambahnya, inovasi terpadu ini juga disambut baik oleh masyarakat setempat karena memberikan dampak ekonomi langsung.</p>
<p>Selain digitalisasi, peternak juga dilatih memproduksi pakan hijauan mandiri melalui sistem intercropping. Tim BRIN memperkenalkan rumput Biogas, Odot, dan Benggala yang dipadukan dengan tanaman legum seperti Stylosanthes dan Sesmidium. Sistem tanam ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan peternak pada sumber pakan dari luar.</p>
<p>Mengingat besarnya potensi ekonomi limbah, peternak juga didampingi memproduksi &#8220;teh kohe&#8221; (kotoran hewan) secara optimal. Melalui praktik ini, kotoran domba diolah menjadi pupuk cair. Produk tersebut berpotensi mendukung kegiatan pertanian setempat sekaligus menjadi sumber pendapatan baru koperasi.</p>
<p>Perwakilan Koperasi Cikal Maju, H. Aceng, menyebut program ini memberikan solusi nyata bagi peternak.</p>
<p>“Proses pembuatan teh kohe dibutuhkan oleh koperasi sebagai income tambahan selain penjualan domba,” ujarnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://jogjahitz.com/dosen-ubsi-terlibat-riset-brin-kaji-model-dana-abadi-daerah-untuk-pembangunan-berkelanjutan">Dosen UBSI Terlibat Riset BRIN, Kaji Model Dana Abadi Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan</a></strong></p>
<p>Meski demikian, menurut Aceng, pelaksanaan program ini di lapangan masih menemui sejumlah tantangan. Peternak perlu pendampingan berkelanjutan agar terbiasa mencatat data di aplikasi secara konsisten. Sistem tanam pakan dan produksi teh kohe juga menuntut pemantauan berkala agar kualitas hasilnya terjaga.</p>
<p>Ke depan, tim gabungan UBSI dan BRIN akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan rutin.</p>
<p>“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem Koperasi Cikal Maju agar semakin mandiri. Pada akhirnya, inovasi ini tidak sekadar meningkatkan produksi domba, tetapi juga memberikan jaminan kesejahteraan bagi anggota koperasi,” tutup Dr. Diah.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/ubsi-dan-brin-berdayakan-peternak-domba-garut-lewat-digitalisasi-dan-pakan-mandiri/">UBSI dan BRIN Berdayakan Peternak Domba Garut Lewat Digitalisasi dan Pakan Mandiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/ubsi-dan-brin-berdayakan-peternak-domba-garut-lewat-digitalisasi-dan-pakan-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen di Era Digital</title>
		<link>https://jogjahitz.com/pentingnya-memahami-perilaku-konsumen-di-era-digital/</link>
					<comments>https://jogjahitz.com/pentingnya-memahami-perilaku-konsumen-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akhmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 06:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Mandiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjahitz.com/?p=6815</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta — Pembelian produk yang berawal dari unggahan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pentingnya-memahami-perilaku-konsumen-di-era-digital/">Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta — Pembelian produk yang berawal dari unggahan media sosial kini menjadi dinamika perilaku konsumen yang kompleks di era digital. Memahami alasan konsumen memilih hingga bertransaksi menjadi kemampuan krusial bagi para calon pengelola bisnis.</p>
<p>Program Studi (prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) menekankan pentingnya pemahaman perilaku pasar bagi mahasiswa. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis membekali mahasiswa dengan dasar ilmu manajemen yang berpadu dengan perkembangan bisnis digital.</p>
<p>Ketua Prodi Manajemen UNM, Instianti Elyana, menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah bisnis sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan dan perubahan konsumennya.</p>
<p>“Bisnis tidak bisa hanya berangkat dari asumsi bahwa produk kita bagus. Kita perlu memahami siapa konsumennya, apa kebutuhannya, bagaimana mereka mengambil keputusan, dan apa yang membuat mereka akhirnya memilih sebuah produk,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (15/9).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa konsumen saat ini semakin kritis dan memiliki akses informasi yang luas melalui mesin pencari, marketplace, hingga ulasan pengguna. Kondisi ini membuat satu komentar negatif sekalipun mampu memengaruhi citra sebuah brand.</p>
<p>“Dulu perusahaan mungkin lebih mudah mengontrol informasi tentang produknya. Sekarang konsumen juga menjadi sumber informasi. Mereka bisa memberikan review, membuat konten, dan membagikan pengalaman kepada publik,” jelasnya.</p>
<p>Terkait fenomena popularitas di media sosial, Instianti Elyana mengimbau mahasiswa untuk membedakan antara tayangan yang melimpah dan keberhasilan transaksi bisnis secara riil.</p>
<p>“Viral itu bisa menjadi awareness, tetapi belum tentu menjadi penjualan. Karena itu, mahasiswa perlu memahami perbedaan antara perhatian, engagement, consideration sampai conversion,” ujarnya.</p>
<p>Ia mendoromg mahasiswa untuk menjadikan media sosial sebagai ruang riset tepercaya untuk mengamati respons konsumen secara sistematis. Pendekatan riset ini juga krusial bagi mahasiswa yang ingin menjadi seorang entrepreneur agar tidak salah merancang produk.</p>
<p>“Cobalah berhenti melihat produk hanya dari sudut pandang perusahaan. Belajarlah melihat produk dari perspektif konsumen. Itu akan mengubah cara kita memahami pemasaran,” tuturnya.</p>
<p>Kembali, ia menegaskan bahwa pembelajaran di Prodi Manajemen UNM dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui kombinasi matakuliah seperti Digital Entrepreneurship, Business Modeling, hingga Manajemen Pemasaran. Mahasiswa diajak mengembangkan kemampuan analitis agar mampu melihat bisnis secara komprehensif.</p>
<p>“Langkah penguatan kapasitas ini disiapkan UNM guna mencetak lulusan yang siap berkarier maupun membangun usaha mandiri. Memahami konsumen berarti memahami jantung sebuah bisnis, tempat strategi dirancang untuk menciptakan nilai yang nyata,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://jogjahitz.com/pentingnya-memahami-perilaku-konsumen-di-era-digital/">Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jogjahitz.com">JogjaHitz.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjahitz.com/pentingnya-memahami-perilaku-konsumen-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
