Jogjahitz.com, Depok — Perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus mendorong perubahan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri, hingga kehidupan sehari-hari. Namun, kemajuan teknologi tersebut tidak hanya dituntut semakin canggih, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan manusia dan mendukung keberlanjutan.
Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026 yang diselenggarakan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.
Baca juga: Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Forum Internasional ICITRI 2026, Bawa Riset Bahasa Perbatasan
ICITRI 2026 akan berlangsung pada 10–11 September 2026 di UNM Kampus Margonda, Jalan Margonda Raya No. 545, Pondok Cina, Beji, Depok. Konferensi internasional ini mengusung tema “Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures.”
Tema tersebut menempatkan AI tidak hanya sebagai perkembangan teknologi, tetapi sebagai bagian dari upaya menciptakan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan manusia dan masa depan berkelanjutan.
Prof. Agus Subekti Jadi Keynote Speaker
Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam ICITRI 2026 adalah kehadiran Prof. Ris Dr. Agus Subekti sebagai keynote speaker. Ia berafiliasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus merupakan dosen Universitas Nusa Mandiri.
Kehadiran Prof. Agus diharapkan memberikan perspektif mengenai perkembangan riset dan inovasi teknologi, khususnya arah pengembangan AI serta peluang kolaborasi penelitian yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
Peserta juga berkesempatan memperluas wawasan mengenai perkembangan riset teknologi sekaligus melihat peluang kolaborasi lintas institusi.
Jadi Ruang Bertemunya Akademisi dan Praktisi
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko, mengatakan ICITRI 2026 tidak hanya dirancang sebagai forum untuk mempresentasikan hasil penelitian.
Menurutnya, konferensi tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk bertukar gagasan serta membangun jejaring.
“Kami berharap materi yang disampaikan dapat mendorong riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan industri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (14/8).
Ia menambahkan, perkembangan teknologi membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“ICITRI 2026 menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Bahas AI dari Perspektif yang Lebih Luas
Mengangkat konsep human-centered innovation, ICITRI 2026 mengajak peserta melihat perkembangan AI dari perspektif yang lebih luas. Pembahasan teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana AI memberikan dampak terhadap kehidupan manusia, dunia industri, serta keberlanjutan.
Pendekatan tersebut menjadi relevan seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam berbagai bidang. Inovasi teknologi dituntut mampu memberikan solusi sekaligus mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan manusia sebagai penggunanya.
Baca juga: Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Forum Internasional ICITRI 2026, Bawa Riset Bahasa Perbatasan
Sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pengembangan ekosistem riset, inovasi, dan kolaborasi. ICITRI 2026 menjadi salah satu ruang bagi akademisi dan praktisi untuk mempertemukan gagasan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia nyata.
Melalui konferensi ini, peserta dapat memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengikuti perkembangan diskusi mengenai masa depan AI dan inovasi teknologi.





