Jogjahitz.com, Depok — Tiga mahasiswa Program Studi Sains Data (S1) Universitas Nusa Mandiri (UNM) akan mempresentasikan hasil proyek mereka dalam forum akademik internasional The 2026 International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI). Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 di Universitas Nusa Mandiri, Jalan Margonda Raya No. 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Kasa Inti Josia Tambunan, Nouval Ghoonimu Tsawab, dan Siti Zainab. Ketiganya merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Sains Data UNM.
Baca juga: Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Forum Internasional ICITRI 2026, Bawa Riset Bahasa Perbatasan
Keikutsertaan dalam ICITRI 2026 menjadi kesempatan bagi ketiga mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus mempresentasikan gagasan dan solusi berbasis teknologi serta data di hadapan komunitas akademik internasional.
Salah satu karya yang akan dipresentasikan Kasa Inti Josia Tambunan berjudul “A Hybrid Retrieval Chatbot with Deterministic Intent Routing for Indonesian Border Languages.” Karya tersebut merupakan bagian dari proyek riset pengembangan big data bahasa perbatasan yang diketuai Dr. Foni Agus Setiawan dari Kelompok Riset Rekayasa Pengetahuan dan Data, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Belajar Mempertanggungjawabkan Hasil Riset
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan proyek, tetapi juga belajar menyampaikan hasil penelitian secara akademik.
“Kesempatan mempresentasikan karya di forum internasional memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga. Mahasiswa belajar menyampaikan gagasan secara sistematis, menjawab pertanyaan, menerima masukan, serta mempertanggungjawabkan hasil proyeknya di hadapan komunitas akademik,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).
Menurut Tati, pengalaman tersebut dapat memperkuat kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat maupun industri di tingkat global.
“Mahasiswa Sains Data tidak cukup hanya menguasai teknologi dan data. Mereka juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja yang semakin global,” katanya.
Ia menambahkan, proses membawa sebuah proyek hingga dipresentasikan dalam forum internasional memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Mereka dituntut memahami hasil pekerjaan secara menyeluruh sekaligus mampu menjelaskan dasar pemikiran dan solusi yang dikembangkan.
“Ketika mahasiswa berani membawa karya ke forum internasional, mereka belajar mempertanggungjawabkan gagasannya sekaligus memperoleh perspektif baru dari peneliti dan akademisi lainnya. Ini menjadi bekal penting untuk membangun daya saing mereka setelah lulus,” tegasnya.
Dorong Mahasiswa Aktif dalam Riset dan Forum Akademik
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan transformasi digital.
Program Studi Sains Data menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut dengan membekali mahasiswa pada kemampuan pengolahan dan analisis data serta pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan solusi berbasis data.
Tati mengatakan pengalaman mahasiswa mengikuti forum ilmiah juga memperluas proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
“Keikutsertaan mahasiswa Sains Data dalam ICITRI 2026 juga menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat diperluas melalui pengalaman riset dan forum akademik. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan proyek, berkolaborasi, dan memperkenalkan karya pada komunitas ilmiah,” paparnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam riset bahasa perbatasan juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan data dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan keberagaman bahasa dan kebutuhan masyarakat. Pengembangan solusi berbasis data diharapkan dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat penerapan keilmuan Sains Data dalam berbagai bidang.
Baca juga: UNM Sambut LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Semarak Kemerdekaan Lewat Lomba Voli
Melalui kesempatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, serta berani mengembangkan dan membawa karya ke tingkat yang lebih luas. Semangat tersebut sejalan dengan tagline UNM, “Ubah Mimpi Jadi Prestasi.”
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi dan data, informasi serta pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan secara online melalui PMB Universitas Nusa Mandiri. Informasi resmi mengenai Universitas Nusa Mandiri dan program studinya dapat diakses melalui website Universitas Nusa Mandiri.





