Jogjahitz.com, Jakarta — Pengalaman langsung di dunia industri menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan kerja profesional. Hal tersebut dirasakan Anisa Febrianti, mahasiswa semester 7 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang menjalani program magang sebagai System Analyst di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia).
Melalui Internship Experience Program (IEP), UNM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengenal proses kerja di perusahaan. Bagi Anisa, program tersebut menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung peran System Analyst sekaligus menguji kemampuan akademiknya dalam situasi kerja nyata.
“Saya mengikuti program magang untuk mendapatkan pengalaman kerja dan menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah. Saya juga ingin memahami pekerjaan System Analyst secara langsung,” ungkap Anisa.
Selama menjalani magang, Anisa terlibat dalam sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan analisis sistem dan proses bisnis. Ia mempelajari alur proses bisnis, mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menganalisis kebutuhan sistem, hingga menyusun sejumlah dokumentasi, seperti Business Requirement, Flow Process, dan Activity Diagram.
Baca juga: Magang di KAI Daop 6 Yogyakarta Kini Lebih Mudah, Begini Cara Daftarnya
Menurut Anisa, sejumlah mata kuliah yang diperolehnya selama kuliah turut membantu dalam menyelesaikan pekerjaan magang. Beberapa di antaranya adalah Analisis dan Perancangan Sistem, Basis Data, Manajemen Hubungan Pelanggan, serta Manajemen Proyek Sistem Informasi.
“Beberapa kegiatan yang saya lakukan antara lain memahami alur proses bisnis, mengidentifikasi kebutuhan pengguna, melakukan analisis sistem, serta membuat dokumentasi kebutuhan sistem,” jelasnya.
Belajar Analisis Sistem di Lingkungan Industri
Pengalaman bekerja di lingkungan perusahaan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kompetensi teknis. Anisa juga mengaku mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah memahami proses bisnis perusahaan yang memiliki alur cukup kompleks. Kondisi tersebut mendorongnya untuk lebih teliti dalam mengidentifikasi kebutuhan serta terbiasa berpikir secara analitis sebelum menyusun solusi.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagi Anisa mengenai bagaimana seorang System Analyst bekerja untuk menjembatani kebutuhan pengguna dengan pengembangan sistem dalam sebuah perusahaan.
IEP Dorong Mahasiswa Kenal Dunia Kerja
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, mengatakan IEP dirancang untuk mempertemukan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia industri.
“Internship Experience Program kami hadir untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan, mengikuti prosedur perusahaan, dan mempertanggungjawabkan pekerjaan secara profesional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Kamis (13/8).
Menurut Faisal, pengalaman magang diharapkan tidak berhenti pada pengalaman kerja semata. Mahasiswa juga diharapkan memperoleh jejaring profesional, memahami budaya kerja, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik sebelum memasuki dunia profesional.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga kompetensi, jejaring profesional, pemahaman budaya kerja, dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja setelah lulus,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Informasi UNM, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, mengapresiasi kesempatan yang dimanfaatkan Anisa untuk belajar langsung di industri.
“Kami mengapresiasi mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk belajar langsung di dunia industri. Pengalaman seperti ini penting karena mahasiswa dapat melihat bagaimana ilmu Sistem Informasi diterapkan dalam proses bisnis dan penyelesaian kebutuhan sistem di perusahaan,” ungkap Sukmawati.
Ia menilai pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa kompetensi Sistem Informasi memiliki relevansi dengan kebutuhan industri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar penguasaan teori.
“Kami berharap pengalaman magang menjadi sarana mahasiswa mengembangkan kompetensi teknis maupun soft skill. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu beradaptasi, berkomunikasi, berpikir analitis, dan bekerja secara profesional,” tambahnya.
Pengalaman Magang Jadi Bekal Karier
Bagi Anisa, pengalaman menjalani magang di GMF AeroAsia memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja sekaligus menjadi bekal untuk menentukan langkah karier setelah lulus.
Ia pun mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil kesempatan magang meski belum merasa memiliki kemampuan yang sempurna.
“Jangan menunggu merasa siap, karena pengalaman justru akan membuat kita menjadi lebih siap,” pesannya.
Melalui IEP dan dukungan Nusa Mandiri Career Center, UNM terus mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional selama masa perkuliahan. Pengalaman Anisa di GMF AeroAsia menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran di kampus dapat diterapkan dalam lingkungan industri sekaligus menjadi bekal untuk membangun kesiapan karier.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mengembangkan pembelajaran yang terhubung dengan kebutuhan industri melalui pengalaman praktis, pengembangan kompetensi, dan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
Informasi dan pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan secara online melalui PMB Universitas Nusa Mandiri. Informasi resmi mengenai Universitas Nusa Mandiri dapat diakses melalui website Universitas Nusa Mandiri.





